Jumat, 15 Mei 2026

Kepada Raja Salman, Presiden Jokowi Titip Perlindungan Untuk WNI di Arab Saudi

Kamis, 02 Maret 2017 12:00 WIB
Kepada Raja Salman, Presiden Jokowi Titip Perlindungan Untuk WNI di Arab Saudi
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pembicaraan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (01/03/2017), telah berlangsung dengan suasana sangat bersahabat dan produktif.
 
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam kesempatan memberikan keterangan pers bersama Menteri Negara Urusan Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Dr. Nizar Bin Obaid Madani mengatakan, selain membahas isu penting terkait kepentingan umat, kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk di bidang perdagangan dan investasi.
 
“Secara khusus Presiden RI mengapresiasi pengembalian kuota haji Indonesia ke tingkat yang normal yaitu 211.000, dan pemberian kuota tambahan untuk 2017 sebesar 10.000,” kata Retno Marsudi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (01/03/2017) petang.
 
Dalam pebicaraan dengan Raja Salman itu, menurut Menlu, Presiden Jokowi juga menitipkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi dan telah memberikan kontribusi dalam pembangunan di negara tersebut, agar mendapatkan pengayoman dan perlindungan dari Raja Salman.
 
Di bidang perdagangan, lanjut Menlu, Presiden Jokowi mengajak Raja Arab Saudi untuk menghilangkan hambatan perdagangan.
 
“Indonesia mengharapkan pemberikan kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil, serta  garmen Indonesia,” ungkap Retno.
 
Ditambahkan Menlu, bahwa Presiden Jokowi menyambut baik ditandatanganinya kerja sama pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, antara Pertamina dan Aramco senilai 6 miliar dolar AS, serta mendorong pembentukan perusahaan patungan dapat segera dilakukan.
 
Kedua pemimpin, lanjut Menlu, juga membahas beberapa proyek yang ditawarkan oleh Indonesia antara lain proyek pengembangan energi di Dumai, Balongan, dan Bontang, serta pembangunan PLTU Mulut Tambang, di Jambi.
 
“Juga dibicarakan kemungkinan keterlibatan Arab Saudi dalam pembangunan infrastuktur, baik pembangunan jalan, sumber air, jaringan air minum, dan sanitasi, serta perumahan,” sambung Retno, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Untuk menindaklanjuti pertemuan antara kedua pemimpin, lanjut Menlu Retno Marsudi, kedua pemimpin sepakat untuk segera menindaklanjuti segala kesepakatan-kesepakatan yang dibahas dengan mengirimkan para menterinya.
 
Menurut Menlu, Presiden Jokowi dan Raja Salman juga bertukar pandangan terkait dengan kerja sama regional dan internasional, termasuk isu Palestina.
 
“Kemerdekaan Palestina merupakan perjuangan yang harus terus dilakukan. Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik berbagai konflik di seluruh dunia termasuk di Timur Tengah secara damai,” tegas Menlu.
 
Selain itu, kedua kepala negara menekankan pentingnya bekerja sama dalam memajukan Islam sebagai rahmatan lil alamin (pemberi rahmat bagi semua).
 
Indonesia, lanjut Menlu, juga mendorong pentingnya persatuan umat Islam untuk kemaslahatan umat Islam dan umat manusia di seluruh dunia.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Menag Ungkap Prabowo Ingin Bikin Kampung Indonesia di Arab Saudi
Menpora Arab Saudi Siap Kolaborasi dengan RI
Menang 2-0 dari Arab Saudi, Indonesia Naik ke Peringkat 3 Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kerjasama RS Adam Malik Medan dan Dokter Arab Saudi, 25 Anak Kelainan Jantung Dioperasi
RS Adam Malik Bersama Tim Medis Arab Saudi Gelar Operasi Jantung Anak
komentar
beritaTerbaru
hit tracker