Jumat, 19 Januari 2018
  • Home
  • Wisata
  • Optimisme Menuju Warisan Dunia, Geo Area Samosir Paling Siap Wujudkan UGG
pilkada beritasumut.com

Optimisme Menuju Warisan Dunia, Geo Area Samosir Paling Siap Wujudkan UGG

Senin, 02 Oktober 2017 00:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Kegagalan Geopark Kaldera Danau Toba masuk kedalam UNESCO Global Geopark (UGG) tahun 2015 menjadi cambuk bagi Sumatera Utara. Meskipun masih terbuka peluang meraih pengakuan dari UNESCO tahun ini namun perlu usaha keras yang harus dilakukan Pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat khususnya di tujuh Kabupaten Kota kawasan Danau Toba. Seperti diketahui bulan November mendatang merupakan batas waktu penilaian terhadap Geopark Kaldera Danau Toba apakah layak menjadi warisan dunia.
 
Manager Area Geopark Samosir Wilmar Simanjorang saat dijumpai di Pusat Informasi Sigulati, Samosir mengaku pihaknya terus berupaya untuk memenuhi lima rekomendasi UNESCO agar Geopark Kaldera Toba masuk kedalam UGG meskipun ditengah keterbatasan anggaran yang ada. Namun begitupun diakui Wilmar bahwa kontribusi Pemkab Samosir untuk kesuksesan UGG patut mendapat acungan jempol. Dikatakan Wilmar pada tahun 2017 ini pihaknya mendapat kucuran dana dari APBD sebesar Rp500 juta. Selain itu pada PAPBD 2017 ini Pemkab Samosir telah menganggarkan sebesar Rp300 juta. Selain itu juga diakui Wilmar bahwa pihaknya juga mendapat kucuran dana Corporet Social Responsibility (CSR) dari PT Inalum sebesar Rp1,5 miliar. Hanya saja hingga saat ini baru dikucurkan sebesar Rp 200 juta.
 
"Jadi selama ini yang kita kerjakan untuk mengisi fasilitas kantor kita, membuat panel-panel Geo site, Geo Poin, dan operasional lainnya dari anggaran yang sudah dikucurkan itu," ujar Wilmar kepada wartawan Minggu (01/10/2017).
 
Diterangkan Wilmar salah satu rekomendasi UNESCO bahwa pihaknya telah melaksanakan panduan salah satunya melakukan Edukasi kepada publik (Geopark To Public) mencangkup sekolah (Geopark to School), pertemuan dengan pihak gereja, tokoh masyarakat.
 
"Selain itu juga kita balik Public go to Geopark. Mereka yang datang ke tempat kita. Seperti yang kita lihat hari ini anak-anak SD datang kemari kita beri pengetahuan soal geopark dan juga belajar bahasa Inggris," terang Wilmar.
 
Sangat disinggung soal kemungkinan soal kesiapan Geo Area Samosir dalam mensukseskan GGN, Wilmar mengaku tidak ingin berandai-andai. Hanya saja pihaknya tetap berusaha keras menyelesaikan apa yang menjadi rekomendasi UNESCO. Selain itu lanjut Wilmar kesuksesan Geopark Kaldera Danau Toba menjadi GGN tak lepas dari kesiapan dan dukungan Geo Area lainnya yaitu Geo Area Porsea, Geo Area Haranggaol, dan Sibandang. Oleh karenanya Geo Area Samosir bersama ketiga Geo Area tersebut harus bersinerji untuk memenuhi rekomendasi UNESCO.
 
"Ini harus menjadi kerjabersama. Apalagi kita tau sudah ada komitmen bersama membangun pariwisata berbasis Geopark yang disaksikan Menteri Pariwisata. Seperti yang dilakulan tiga Gubernur dan tiga Bupati di Geopark Gunung Sewu. Kalau di Sumut koordinasi ini dapat berjalan maka cepatlah berkembang Geopark Kaldera Danau Toba ini," ujarnya.
 
Lebih lanjut dikatakan Wilmar bahwa selain persoalan pengakuan UNESCO ada hal tak kalah pentingnya adalah multi player effect atas pembangunan Geopark yang akan mendorong perekonomian masyarakat lewat konservasi alam, budaya, adat istiadat, pendidikan, pariwisatanya dengan melibatkan masyarakat.
 
"Sertifikat itu perlu karena banyak bisa promosikan karena milik dunia. Tapi kalau tidak bisa kita dapat tahun ini setidaknya dengan pembangunan yang berdasarkan Geopark sangat baik. Paling tidak masih adalah secercah harapan dan kita harus kerja keras agar tahun ini diakui UNISCO," pungkasnya.
 
Terpisah Kepala Pelaksana Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo masih optimisi bahwa Geopark Kaldera Danau Toba akan diakui UNESCO tahun ini. Saat ini tim Geopark sedang dalam penyiapan dossier lima rekomendasi UNESCO. Dalam kesempatan tersebut Arie mengaku kalau pihaknya juga diminta membantu membuat masterplan untuk pengembangan jangka panjang 5 sampai10 tahun mendatang.
 
"Menurut saya bisa tercapai tahun ini kaitannya dengan prinsipnya beberapa edukasi. Kita lihat dari Pemprovsu juga telah turun didukung juga stage holder terkait termasuk Geo manager. Kita punya grup whatsapp yang saya lihat juga cukup aktif menyampaikan laporan tentang perkembangan Geopark ini," ujarnya lagi.
 
Dikatakan Ari bahwa karena kawasan Danau Toba cukup luas oleh karenanya perlu adanya skala prioritas. Seperti diketahui setidaknya ada empat Geo area Porsea, Haranggaol, Samosir dan Geo Area Sibandang. Setidaknya dari empat geo area ini terdapat 16 Geosite utama yaitu Geosite Tongging, Silahi-Sabungan, Haranggaol, Batu Gantung, Taman Eden, Balige, Air Terjun Binanga Lom, Hutaginjang, Muara-Sibandang, Sipinsur, Bakara-Tipang, Tele, Pusuk Buhit, Endapan Danau Huta Tinggi-Sidihoni, Ambarita-Tomok, dan Geosite Danau Toba. Selain itu juga terdapat sekitar 45 geo poin yang tersebar dimasing-masing Geosite.
 
"Danau Toba itu besar jadi harus ada prioritas. Kita pilih tiga sampai lima yang dapat mewakili secara keseluruhan dan fokus kita kerjakan keroyokan. Kita butuh sukses-sukses story agar kita lebih percaya diri mengembangkan Pariwisata. Prosesnya harus butom up, pemerintah pusat dan daerah harus serius termasuk juga masyarakat," pungkasnya.
 
Sekedar informasi pasca gagalnya Geopark Kaldera Danau Toba masuk UGG UNESCO memberikan lima rekomendasi yakni aktifitas edukasi terpadu pada masing-masing geoarea dengan tema " Geopark Super Vulkano" sudah tahap implementasi. Kedua edukasi panel geologi dan informasi yang lebih fokus pada informasi tematik yakni berhubungan proses geologi dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, kaitan dengan biodiversity, bahasa panel yang dapat dipahami masyarakat. Ketiga, diperlukan strategi pemasaran dan promosi berupa papan petunjuk, peta, website, gapura dan lain-lain. Keempat, pengembangan budaya perlu ditingkatkan dan banyak (desa budaya/situs budaya dan pengembangan cultural center di beberapa geoarea). Rekomendasi kelima, aktivitas geopark dilapangan harus terjadi pada keempat geoarea geopark kaldera toba.(BS03)
T#g:danau tobaGeo Area SamosirGeoparkkaldera tobaUGG
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Belum Miliki Kelengkapan Imigrasi, Bandara Silangit Tak Terdaftar Jadi Pintu Masuk Wisman

    Beritasumut.com-Berdasarkan data BPS Sumut jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Sumut selama November 2017 mencapai 24.497 kunjungan, naik 12,6

  • 2 minggu lalu

    Rayakan Tahun Baru di Parapat, Seorang PNS Bernama Naibaho Kena Ledakan Kembang Api yang Dibakarnya

    Beritasumut.com-Niat hendak meramaikan perayaan Tahun baru dengan bermain kembang api, ternyata Rindu Naibaho (56), seorang PNS Desa Manik Sunggal,

  • 4 minggu lalu

    Ini Rekayasa Lalulintas Polres Simalungun Jelang Tahun Baru

    Beritasumut.com-Untuk menghindari macet dan lancarnya arus lalulintas di wilayah Kabupaten Simalungun, khususnya di kota wisata Parapat menjelang T

  • satu bulan lalu

    Gubernur Gelar Pertemuan Pariwisata Berbasis Geopark dengan 48 Dubes Negara Sahabat

    Beritasumut.com-Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk memajukan kawasan Danau Toba menjadi andalan pariwisata Indones

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.