Tekno

Tim Dosen USU Beri Bantuan Teknologi Hormon dan Bibit untuk Petani Bawang Merah di Siborongborong


Tim Dosen USU Beri Bantuan Teknologi Hormon dan Bibit untuk Petani Bawang Merah di Siborongborong
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang telah diusahakan sejak lama oleh petani dan mempunyai arti penting bagi masyarakat.Meskipun minat petani beragribisnis bawang merah cukup kuat, namun dalam proses pengusahaannya masih dijumpai beberapa kendala, baik kendala yang bersifat teknis maupun ekonomis.

Produk pertanian, termasuk bawang merah masih dihadapkan pada beberapa permasalahan fluktuasi dan sensitivitas harga yang cukup tinggi, terutama karena perubahan permintaan dan penawaran. Pada musim tanam petani mengalami tingginya harga benih bermutu, sedangkan pada saat panen menghadapi rendahnya harga produk.

Berkenaan dengan hal ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM USU yang diketuai oleh Dr Ir Tavi Supriana MS memfokuskan kegiatan pada peningkatan produksi bawang merah terutama di salah satu daerah sentra holtikultura Provinsi Sumatera Utrara (Sumut) yakni di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Tim tersebut melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul 'Peningkatan Pendapatan Petani Bawang Merah dengan Aplikasi Hormon Tumbuh dan Usaha Pembibitan'."Pelaksanaannya dengan menggandeng Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sinur Kecamatan Siborongborong, bekerjasama dalam memajukan pertanian bawang merah di Kecamatan Siborongborong," ungkap It Tavi dilansir dari laman usu.ac.id, Minggu (20/09/2020).

Ir Tavi menyebutkan, kegiatan itu terdiri dari sosialisasi budidaya tanaman bawang merah, pengenalan hormon tumbuh dan pelatihan metode aplikasi hormon) serta pemberian bantuan berupa bibit bawang merah berkualitas dan hormon tumbuh. Seluruh agenda sosialisasi dan pemberian bantuan dilaksanakan di Gedung Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sinur Kecamatan Siborongborong. Meskipun demikian, karena situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda, jumlah peserta yang mengikuti acara dibatasi dan dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebaran virus.

Adapun progres dan hasil yang didapatkan dari kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Pengabdian serta luaran yang telah tercapai pada kondisi masyarakat mitra antara lain, petani lebih lebih termotivasi untuk membudidayakan bawang merah."Selain itu, para petani juga lebih termotivasi untuk melakukan usaha pembibitan bawang merah merah dan memahami rantai pemasaran bibit bawang merah yang lebih efisien," pungkas Ir Tavi.(BS09)


Tag:BawangBawang MerahUSU