Politik & Pemerintahan

KNPI Sumut Keluhkan Lomba Inovatif Dispora 2020, Hamzah Sinaga: Tanpa Panduan Jelas, Berpotensi Sia-Sia


KNPI Sumut Keluhkan Lomba Inovatif Dispora 2020, Hamzah Sinaga: Tanpa Panduan Jelas, Berpotensi Sia-Sia
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com-Dewan Pimpinan Daerah KNPI Sumut menilai bahwa kegiatan lomba inovasi kreasi yang diselenggarakan Dispora Sumut berpotensi sia-sia, karena Dispora Sumut tidak menyertakan panduan yang jelas untuk lomba tersebut.

Hal tersebut sampaikan wakil sekretaris DPD KNPI Sumut, Mahmudin Hamzah Sinaga SSos menanggapi kegiatan yang dibuat oleh Dispora Sumut. "Bila kita melihat surat yang dikeluarkan dispora tentang lomba tersebut, tidak jelas target apa yang mau dicapai oleh peserta lomba. Judul lomba inovasi memuat dua kata yaitu: Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pemuda," ungkap Hamzah kepada wartawan di Medan, Rabu (01/07/2020).

Di surat itu, kata Hamzah, hanya ada panduan sistematika penulisan saja, tetapi tidak ada panduan yang jelas tentang proposal yang mau dibuat. "Kita kalau mau buat kegiatan lomba kan harus jelas peraturan dan ketentuannya, sehingga peserta mengerti apa yang mau dibuatnya. Jadi nggak asal-asalan saja," ucapnya. Seraya Hamzah mengatakan kalau hanya diminta membuat proposal sekedarnya saja, ya bisa. Tapi apakah itu yang diinginkan Dispora Sumut? tanyanya lagi.

Jika mengacu pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB, Hamzam memaparkan, Inovasi itu setidaknya memiliki beberapa kriteria diantarnya: inovasi harus bermanfaat, efektif, dapat ditransfer/ direplikasi / diadaptasi kedalam konteks lain, dan kebaruan dan berkelanjutan. "Nah, kami nggak melihat ukuranâ€"ukuran tersebut dalam kegiatan Dispora Sumut ini. Belum lagi kita berbicara tentang ketahanan pangan, variable apa yang mau diukur dalam kegiatan ini?" ucapnya.

Berdasarkan Badan Ketahanan Pangan Kementan RI, Ketahanan Pangan memiliki tugas pokok yaitu : Pengembangan ketersediaan dan penanganan rawan pangan, pengembangan sistem distribusi dan stabilitas harga pangan, pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan serta dukungan manajemen teknis lainnya. "Nah, dari point diatas mana yang mau di target ke peserta," tanyanya.

Sedangkan dari segi ekonomi, kata Hamzah, seharusnya memiliki target dan ukuran yang jelas. Menurut kamus bisnis dictionary, kegiatan eknomi adalah kegiatan yang melibatkan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa disemua tingkatan masyarakat. "Di Indonesia sendiri tingkatan dalam masyarakat ada yang bersifat agraris dan non agraris. Misalnya pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, perindustrian, pertambangan dan jasa. Yang kami pertanyakan bagian mana yang mau dijadikan inovasi dalam lomba ini. Ini yang harus dijelaskan dalam panduan itu, seharusnya," paparnya lagi.

Ketika ditanya, apakah KNPI mendukung program ini? Hamzah Sinaga mengatakan, semua program baik dan bermanfaat mengapa tidak dukung. "Jadi jangan pula, Ketika kita kritik maka kita dianggap tidak mendukung. Itu salah. Kita mau program inovasi ini memang betulâ€"betul bermanfaat khususnya bagi masyarakat Sumatera Utara. Karena program ini menggunakan uang rakyat," katanya.

Terpisah, M Tohir Kabid Pelayanan Kepemudaan Dispora Sumut mengungkapkan program ini merupakan konsep dalam rangka menghadapi New Normal. "Jadi OKP, Pramuka dan forum/purna Binaan Diporasu, dinfokan untuk membuat usulan programnya melalui usulan proposal. Sifatnya masih usulan," jelasnya.

Saat ditanya waktu penerbitan surat dengan deadline dianggap tidak wajar karena efektif mereka hanya 3 hari harus disiapkan proposal, Tohir mengatakan hal terebut merupakan teknis. "Bang, itukan teknis," pungkasnya. (BS03)


Tag:Dispora SumutHamzah SinagaKNPI SumutLomba Inovatif