Politik & Pemerintahan

KNPI 'Cium Aroma Tidak Beres' di Program Lomba Inovasi Dispora Sumut


KNPI 'Cium Aroma Tidak Beres' di Program Lomba Inovasi Dispora Sumut
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com-Wakil Sekretaris DPD KNPI Sumut melalui Khairuddin Aritonang ST, mempertanyakan kualitas pelaksanaan kegiatan lomba inovasi pemuda yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut melalui Program Menghadapi “New Normal” Tatanan Kehidupan Baru Melalui Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pemuda. Perlombaan ini sesuai surat Kadispora Sumut Nomor 427/1927/Disporasu/2020 tanggal 23 Juni 2020 perihal Pemberitahuan Program “New Normal” Tatanan Kehidupan Baru Melalui Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pemuda.

Khairuddin menilai, program ini terkesan asal-asalan karena waktu pengumuman dan pelaksanaannya sangat dekat alias mepet. "Yang menjadi masalah adalah singkatnya waktu penyerahan proposal kegiatan lomba inovasi tersebut diserahkan ke Dispora Sumut yang hanya punya waktu 3 hari efektif," ucapnya penuh keheranan, saat dikonfirmasi wartawan, perihal surat Dispora yang beredar di media sosial, Selasa (30/06/2020).

Pria yang akrab disapa Bung Choky ini menjelaskan, bagaimana mungkin peserta yang berasal organisasi kepemudaan di Sumatera Utara dapat menghasilkan proposal inovasi yang berkualitas? Pasalnya surat tersebut baru diterima oleh masing"masing kepengurusan OKP se-Sumut pada Sabtu (27/06/2020), sementara di hari itu merupakan hari libur kerja.

"Surat itu disampaikan melalui WhatsApp (WA). Kami sudah konfirmasi ke beberapa pengurus OKP bahkan surat secara resmi pun belum diterima, hanya via WA kata mereka. Artinya, kalua deadline penyerahan proposal Rabu, tanggal 01 Juli 2020, maka hampir mustahil bisa diselesaikan dengan baik, apalagi ditambah dengan persyaratan surat keterangan domisili dan persyaratan"persyaratan lainnya," jelasnya.

Pihaknya menilai, sambung Khairuddin, pihak Dispora Sumut terkesan tidak mempersiapkan kegiatan ini dengan matang. "Kita memperhatikan dan melihat Dispora tidak benar-benar mempersiapkan dengan matang program ini sehingga kita melihat asal-asalan. Produk atau karya apa yang akan dihasilkan dari program yang tidak melihat dan memperhatikan efektifitas waktunya," lanjutnya.

Ditanya bagaimana sikap KNPI Sumut, Bung Choky mengungkapkan dirinya khawatir kegiatan ini seakan " akan hanya kejar tayang. "Kami tidak mau, kegiatan yang menghabiskan uang rakyat ini akan berakhir sia"sia dan tidak memiliki manfaat yang jelas buat masyarakat. Apalagi disaat pandemi seperti ini masyarakat sangat membutuhkan dukungan dan perlindungan dari Pemerintah Propinsi Sumatera Utara," ungkapnya.

Dari informasi didapatkannya selama ini, Gubernur Sumatera Utara saja yang memiliki sejumlah perangkat dan dukungan sumber daya yang cukup saja memerlukan waktu lebih dari 14 hari untuk Menyusun konsep New Normal di Sumatera Utara. "Nah ini, Pemuda yang memiliki banyak keterbatasan hanya memiliki waktu tiga hari. Ini yang menjadi tandatanya besar bagi kami. Program ini terkesan formalitas dan ABS alias Asal Bapak Senang Saja. Bisa saja proposal program inovasi tersebut bukan lahir dari organisasi kepemudaan di Sumatera Utara melainkan dari orang"orang tertentu, sambungnya," tegasnya.

Khairuddin membandingkan program ini dengan kompetisi membuat video pendek tentang Covid-19 yang diselenggarakan oleh DPP KNPI di Jakarta pun perlu waktu lebih dari satu minggu. "Apalagi program ini terkait dengan inovasi dan kreativitas, kok bisa hanya memiliki waktu 3 hari efektif. Kami tidak mau perlombaan itu menghasilkan inovasi abal-abal. Jika program berjalan tidak berkualitas nanti yang dirugikan adalah masyarakat Sumatera Utara juga. Jadi bagaimana pemuda Sumatera Utara mau bermartabat kalau kebiasaan buruk seperti ini terus dipertahankan?" pungkasnya. (BS03)


Tag:Dispora SumutKNPI SumutKhairuddin AritonangLomba Inovasi