Politik & Pemerintahan

Kemenag dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Intensifkan Dialog Lintas Agama


Kemenag dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Intensifkan Dialog Lintas Agama
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Kementerian Agama dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) sepakat untuk memperbanyak dan mengintensifkan dialog lintas agama untuk menyelesaikan masalah-masalah kerukunan. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Nifasri usai bertemu dengan jajaran Pengurus PGI, di Kantor PGI, Jalan Salemba Raya, Jakarta.

“Tadi kita bersepakat, bahwa ke depan, akan mengintensifkan dialog-dialog lintas agama. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dan menyelesaikan masalah kerukunan yang terkadang masih kita temui di masyarakat. Misalnya, terkait pendirian rumah ibadah,” kata Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI, Nifasri, dilansir dari Kemenag.go.id, Senin (20/07/2020).

Nifasri yang hadir didampingi Kabid Harmonisasi Umat Beragama Anwarudin Ambary dan Kasubid Pengembangan Dialog dan Wawasan Multikultural Paulus diterima oleh Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom beserta jajaran.

Kepada Gomar, Nifasri mengungkapkan saat ini Kemenag melalui PKUB juga tengah menyiapkan fasilitas ruang khusus yang dapat dipergunakan oleh para tokoh dari majelis-majelis agama. “Saat ini di PKUB, kita sedang menyiapkan ruangan sidang khusus. Ke depan kita berharap ruangan itu menjadi salah satu tempat yang dapat digunakan majelis-majelis agama untuk bertemu dan memperbincangkan masalah kerukunan,” jelasnya.

Nifasri menuturkan, Kemenag selalu terbuka untuk menerima masukan dari majelis-majelis agama. “Seperti halnya hari ini kami berkunjung ke Kantor PGI, pertama dalam rangka silaturahmi. Kedua, kita ingin mendapatkan masukan-masukan dari beberapa permasalahan yang ada, terutama terkait pendirian rumah ibadah,” ungkap Nifasri.

Sementara dalam perbincangan itu, Pendeta Gomar Gultom menyampaikan usulan PGI untuk mengubah status PBM nomor 8 dan 9 tahun 2006. Ia menuturkan usulan perubahan status PBM yang memuat tentang Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan rumah ibadah ini sebenarnya sudah disampaikan oleh PGI ke Presiden sejak tiga tahun lalu.

“Kami bahkan sebenarnya juga sudah menyampaikan usulan untuk perubahan PBM tersebut kepada Presiden sejak tiga tahun lalu. Bahkan kami melampirkan hasil riset dan studi yang telah dilakukan. Nanti kami akan perbaharui usulan itu lagi, dan kami sampaikan lagi kepada Presiden,” imbuh Gomar.

Dia berharap perubahan status PBM ini dapat mendorong terciptanya kerukunan umat beragama yang lebih baik. Kepada Nifasri, Gomar yang didampingi jajaran pengurus PGI juga mengusulkan untuk memperbanyak dan mengintensifkan dialog antara majelis-majelis agama guna menyelesaikan permasalahan kerukunan umat beragama.

“Dialog-dialog praksis perlu kita kembangkan. Khususnya antar majelis agama, agar bisa mencari jalan keluar dan solusi bersama terhadap masalah-masalah keumatan yang ada. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah,” pungkas Pendeta Gomar. (BS09)


Tag:FKUBKementerian Agamalintas agamaPGIPKUBPersekutuan Gereja