Rabu, 22 November 2017
pilkada beritasumut.com

Selama Ini Bersifat Sukarela, Pemeritah Berniat Standar Industri Hijau Wajib Diterapkan

Minggu, 12 November 2017 13:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Guna membantu dunia usaha dalam upaya berpihak pada kegiatan industri yang ramah lingkungan, Pemerintah berniat menjadikan Standar Industri Hijau (SIH), yang selama ini masih bersifat sukarela (voluntary), menjadi aturan yang wajib diterapkan (mandatory). 
 
“Pemerintah ingin dalam beberapa waktu ke depan menjadikan SIH berlaku secara wajib, seperti yang sudah diterapkan dalam hal K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup),” Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Teddy C Sianturi dilansir dari laman resmi petrominer.com, Minggu (12/11/2017).
 
Lebih jauh Teddy menjelaskan, aturan mengenai pedoman penyusunan SIH tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 51/M-IND/PER/6/2015. SIH merupakan acuan para pelaku industri dalam menyusun secara konsensus, terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengelolaan limbah dan/atau aspek lain yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.
 
Permenperin ini, yang merupakan bagian dari amanat UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, menjelaskan bahwa perencanaan penyusunan SIH dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek antara lain kebijakan nasional di bidang standardisasi, perkembangan industri di dalam dan luar negeri, perjanjian internasional, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Dalam penyusunan SIH, Pemerintah akan menerapkan sejumlah prinsip di antaranya transparansi dan keterbukaan, konsensus dan tidak memihak, efektif dan relevan, koheren, serta berdimensi pengembangan. “Penyusunan SIH juga harus memperhatikan metode dan jenis verifikasi serta perolehan data yang tepat, benar, konsisten, dan tervalidasi,” tegasnya.
 
Oleh karena itu, Kemenperin akan mengakomodir dunia usaha agar cepat beralih pada industri hijau dengan memberikan rekomendasi insentif baik fiskal maupun nonfiskal. Seperti misalnya para penerima penghargaan industri hijau akan dapat menikmati suku bunga kredit yang lebih rendah, dibandingkan suku bunga kredit perbankan secara komersial.
 
Itu sebabnya penyusunan SIH akan dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian. Keanggotaan tim teknis tersebut harus mewakili seluruh pemangku kepentingan yang meliputi unsur produsen/asosiasi produsen, konsumen, regulator, dan pakar di bidang yang relevan.(BS02)
 
T#g:
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Inilah Manfaat Perusahaan Jika Terapkan Standar Industri Hijau

    Beritasumut.com-Guna membantu dunia usaha dalam upaya berpihak pada kegiatan industri yang ramah lingkungan, Pemerintah berniat menjadikan Standar

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.