Peristiwa

Wagub Sumut Undang Pebecak ke Rumah Dinas, Ingatkan Soal Ketakwaan dan Rasa Syukur


Wagub Sumut Undang Pebecak ke Rumah Dinas, Ingatkan Soal Ketakwaan dan Rasa Syukur
beritasumut.com/BS03

Beritasumut.com-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengundang penarik becak (pebecak) motor ke Rumah Dinas Jalan Teuku Daud Medan, untuk minum bersama sebagai bentuk perhatian kepada warga yang dinilai tegar menghadapi kehidupan, terutama di masa pandemi Covid-19, Senin (03/08/2020). Momentum itu pun menjadi refleksi diri baginya untuk lebih bertakwa serta mensyukuri nikmat Allah SWT.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub membuka pertanyaan seputar kehidupan pebecak motor bernama Subandi (70), warga Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Dirinya mengaku tergugah setelah diperlihatkan rekaman video yang diunggah di sosial media, dimana yang bersangkutan mengisi waktu luang menunggu penumpang dengan mengaji (membaca Yasin dan Takhtim) di kawasan persimpangan Jalan Mongonsidi.

“Awalnya saya ditunjukkan video beliau sedang mengaji. Makanya saya undang Bapak untuk datang kemari. Ingin tahu bagaimana cerita keseharian bapak,” ujar Wagub didampingi Kabag Umum Biro Umum dan Perlengkapan Setrdaprov Sumut Dedi Harahap.

Dari cerita Subandi yang memiliki lima anak dan 14 cucu itu, Wagub mengetahui bahwa Subandi tidak mengetahui kenapa dijemput dan diajak bertemu di rumah dinas. Bahkan dirinya tidak memberitahukan sebelumnya maksud dan tujuan tersebut atau merahasiakan dari si Bapak.

Selain itu, Wagub juga mengetahui bahwa pebecak itu juga rajin mengikuti pengajian rutin bersama rekan yang lain di beberapa masjid di Kota Medan. Mengetahui itu, dirinya langsung merespons dengan menyampaikan niat untuk berkunjung ke rumah ibadah dimaksud untuk melihat kegiatan di sana.

“Nanti saya akan berkunjung ke sana, saya mau lihat. Semoga semua sehat dan diberi rezeki oleh Allah SWT,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck yang juga didampingi anak sulungnya Musa Arjianshah (Arji), mengaku tergugah dengan kisah Subandi yang kesehariannya menarik becak dengan penghasilan rata-rata Rp50.000/hari. Baginya usia tua dan kondisi ekonomi yang pas-pasan, menjadi satu refleksi diri, dimana seorang hamba Allah tetap menyempatkan diri beribadah mengaji di sela aktivitas mencari nafkah.

“Ini menjadi pelajaran untuk kita, karena beliau (Subandi) dan yang lainnya yang hidupnya mungkin tidak seberuntung kita, masih menunjukkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Bagaimana dengan kita yang hidup berkecukupan, harusnya lebih banyak bersyukur dan beribadah. Agama apapun itu, jangan lupa mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita,” sebut Wagub.

Usai bercengkrama, Wagub pun mengantarkan kepulangan Subandi hingga ke halaman rumah dinas. Baginya, menjadi insan yang takwa, tidak harus menunggu waktu. Tetapi setiap saat, seorang hamba harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. “Nanti saya datang ke sana ya pak, kita atur waktunya,” ujar Wagub yang kemudian memberikan bantuan kepada Subandi.

Diterima dengan baik oleh Wagub di rumah dinas, Subandi pun terharu dan tidak menyangka pimpinan pemerintahan di Sumut langsung mengundangnya untuk hadir. Ia yang tinggal berdua bersama istri, bahkan tidak pernah membayangkan dan bermimpi bisa bertemu Wagub Musa Rajekshah. Termasuk pada Pilgub 2018 lalu, ia lupa nama pasangan Eramas yang tertera di tenda becaknya. “Ya ini lah (yang saya pilih), Bapak ini,” kata Subandi yang lupa menyebutkan nama Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Subandi pun mengaku kesehariannya, terkadang ia melakukan kerja sampingan dengan menjaga parkir. Selama 10 tahun menarik becak ia lakukan, empat tahun pertama masih becak dayung. Karena sudah dilarang, maka ia beranikan menyicil betor agar tetap bisa mencari nafkah. Sedangkan untuk pengajian, dirinya mengaku sudah 6 tahun mengikutinya dengan rutin dari beberapa masjid di antaranya Masjid Takwa Starban dan Masjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis.

“Saya senang sekali bisa bertemu Bapak ini (Wagub). Mimpi pun saya tidak. Karena kemarin itu becak saya sempat jim (rusak). Jadi ada orang yang datang terus dibawa ke bengkel, saya tidak tahu siapa. Ini sekarang sudah bagus, sudah bisa narik. Terima kasih kepada Bapak (Wagub), semoga sehat dan murah rezeki,” ucapnya, sambil berpamitan kepada Wagub.(BS03)


Tag:Abang Becakijeckwagub sumutwagubsu