Peristiwa

Cegah Banjir di Medan, Tim Dosen USU Beri Penyuluhan Penerapan Teknologi Biopori dan Sumur Resapan Air Hujan


Cegah Banjir di Medan, Tim Dosen USU Beri Penyuluhan Penerapan Teknologi Biopori dan Sumur Resapan Air Hujan
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Tim Pengabdian Dosen Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) yang diketuai oleh Ir Nurlisa Ginting MSc PhD IPM dan beranggotakan Beny OY Marpaung ST MT PhD, TU Hidayat Solihin Ginting ST MT dan Dr Achmad Delianur Nasution ST MT melakuan kegiatan pengabdian masyarakat di sekitar Jalan Prof T Zulkarnain, Medan Baru, Medan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan penyuluhan, pelatihan dan penerapan langsung pembuatan biopori yang melibatkan masyarakat. Tidak hanya penyuluhan tentang biopori, Tim Dosen juga melaksanakan pembuatan sumur resapan di tiga titik. Kawasan pemukiman di Jalan Prof T Zulkarnain berada di aliran Anak Sungai Babura, sehingga setiap hujan deras selalu terjadi luapan yang mengakibatkan banjir. Banjir menjadi bagian dari masyarakat yang kerap terjadi pada setiap tahun dan mengganggu kenyamanan para penghuni dalam menempati permukiman di kawasan tersebut.

Menurut Nurlisa, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersedia untuk berusaha secara individu dalam rangka mengatasi masalah banjir pada lingkungan permukiman sekitar tempat tinggal. Penerapan teknologi biopori, merupakan salah satu alternatif terbaik dalam upaya mengatasi banjir yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat karena menggunakan alat dan bahan yang sangat sederhana.

Pembuatan teknologi resapan air biopori ini juga dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat pada permukiman lainnya di Kota Medan. Tim Pengabdian Dosen Fakultas Teknik juga memperkenalkan teknologi sumur resapan air hujan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Prof T Zulkarnain.

“Untuk membuat teknologi biopori ini, masyarakat tidak memerlukan lahan yang begitu luas. Masyarakat dapat membuatnya di halaman rumah dan di pinggir rumah tinggalnya. Dengan menerapkan teknologi biopori di sekitar rumah kita, maka setiap penghuni pada permukiman sudah membantu menyediakan resapan air saat terjadi hujan. Selain untuk mengatasi banjir, pembuatan teknologi biopori ini juga dapat bermanfaat untuk menyediakan pupuk kompos dan dapat menyuburkan tanah di pekarangan rumah kita,” papar Nurlisa dilansir dari laman usu.ac.id, Minggu (30/08/2020).

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen Fakultas Teknik USU ini, masyarakat mulai menyadari peran mereka pada permukiman yang rawan banjir untuk menciptakan lingkungan sekitar yang asri di daerah tempat tinggal mereka. Dalam proses penyuluhan tersebut, masyarakat sangat antusias dan terdorong untuk terlibat dalam mengatasi banjir di lingkungan mereka.

“Dengan penyuluhan penerapan teknologi biopori seperti ini kami menjadi sadar, ternyata masyarakat dapat juga berusaha untuk meningkatkan kualitas lingkungannya sendiri. Istilahnya kegiatan dari masyarakat dan untuk masyarakat juga. Sebenarnya kami berharap lebih banyak lubang biopori yang dapat dibuat di lingkungan tempat tinggal kami. Dengan kegiatan ini, kami menyadari kalau setiap warga dapat membuat sendiri pada tempat tinggal masing-masing,” kata Persadanta Surbakti, Kepala Lingkungan 7, Kelurahan Medan Merdeka, Kecamatan Medan Baru.(BS09)


Tag:BanjirHujanUSU