Peristiwa

Terkait Keracunan Usai Makan Roti, Anggota Dewan Minta Perusahaan Sari Roti Ditutup


Terkait Keracunan Usai Makan Roti, Anggota Dewan Minta Perusahaan Sari Roti Ditutup
Beritasumut.com/BS04
Pihak kepolisian saat melakukan pemeriksaan di Indomaret

Beritasumut.com-Kasus keracunan roti produk perusahaan Sari beracun yang nyaris merenggut nyawa enam orang sekeluarga terus bergulirdan memantik reaksi keras masyarakat.Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz yang juga Politisi Demokrat DPRD Sumut menegaskan, sebaiknya PT Nippon Indosari Corporindo Tbk selaku produsen prodik Sari Roti itu segera ditutup, sebelum menimbulkan korban jiwa.

"Ini peristiwa yang ke sekian kalinya. Jadi secara tegas, saya minta agar ditutup saja Sari Roti itu, sebelum adanya korban jiwa. Peristiwa sebelumnya dan yang terakhir adanya sekeluarga yang keracunan itu, harusnya dijadikan bahan pelajaran dan evaluasi bagi pihak-pihak yang berkompeten. Segera ambil tindakan tegas untuk menutup perusahaan itu," tegasnya, Minggu (24/07/2016).

Selain itu, dia meminta Komisi E DPRD Sumut agar kembali mengagendakan pemanggilan terhadap PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, guna meminta pertanggungjawaban manajemen perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta itu.

"Dalam kasus sebelumnya, kalau tidak salah ada tiga orang anak dari Rivai Tanjung yang keracunan roti Sandwich produk Sari Roti. Waktu itu seingat saya, Komisi E akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan perusahaan itu, korban dan pihak terkait lainnya, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan lainnya. Namun saya kurang tahu pasti apa penyebab RDP itu batal, sampai akhirnya terjadi peristiwa yang sama kemarin itu. Jadi, sebaiknya RDP yang tertunda waktu itu dilakukan kembali. Agar perusahaan Sari Roti ini tak main-main, jadi terkesan sepele mereka dengan nyawa orang," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cerita Tionia Sihotang sekeluarga, warga Jalan Pertanian, Desa Durin Jangak, No.27, Kecamatan Pancurbatu, keracunan roti tawar Sari Roti dan selai serikaya Papa Roti. Nia menceritakan, dua jam setelah mengkonsumsi produk yang dibeli di Indomaret Jamin Ginting Grand Sumatera, dia dan suaminya, Leo Abertus Sembiring Depari dan ibunya, Malem Krina beru Gurusinga serta tiga anaknya balitanya mendadak lemas bahkan diare.

Mendapati keluarganya mendadak lemas dan diare, Leo pun membawa keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati dan dokter akhirnya memeriksa feses putranya, Frans Gabriel dengan hasil Lendir positif dan bakteri positif.Uji laboratorium ditanggungjawapi Dr Mian Dameria P,Sp.PK menyatakan hasil feses positif bakteri dan lendir.

"Saat ini istri saya hanya bisa tiduran saja di rumah. Dia berdiri pun ngak sanggup langsung pening. Dia yang paling banyak makan roti jadi dia paling parah," katanya, Jumat (22/07/2016).

Leo menceritakan, awalnya dia membeli Sari Roti dan Selai Papa Roti pada Rabu (20/07/2016), jam 15.57 WIB di Indomaret. Setelah itu mereka pulang ke rumahnya di Durin Jangak. Keesokan harinya, Kamis (21/07/2016), mereka memakan kedua produk tersebut jam 08.00 WIB. Beberapa jam pasca menikmati produk tersebut, Leo dan keluarganya akhirnya lemas dan diare. Takut terjadi apa-apa mereka memilih berobat."Kami takut kenapa-kenapa dan kamis siang kami langsung berobat," katanya.

Terkait hal itu, Public Relation (PR) Sari Roti, Stefen membantah statement Leo Albertus Sembiring yang menyatakan, Sari Roti menjual produk kadaluarsa di Indomaret Grand Sumatra Jamin Ginting. Katanya, Sari Roti selaku menjual roti dalam keadaan baik. "Tidak adaroti expired yang dijual," katanya, lewat sambungan telepon.

Dia mengaku, ketatnya regulasi yang dianut perusahaannya tidak akan menyisakan sedikitpun celah kesalahan sehingga ada roti yang lolos dari pengawasan staf mereka."Kita punya SOP tersendiri. Kita juga punya tim sendiri yang bertugas untuk mengecek tanggal kadaluarsa," katanya.

Stefen mengaku paska adanya pengaduan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan internal dan hasilnya tidak ada roti yang kadaluarsa. Roti yang diklaim kadaluarsa masih layak konsumsi."Roti yang diklaim kadaluarsa itu roti yang diproduksi pada tanggal 19 juli dan expired pada tanggal 24 Juli," katanya.

Untuk menanggapi keluhan pelanggan tersebut, pihaknya kata Stefen sudah bertemu dengan pihak toko (Indomaret) dan konsumen.Sari Roti lanjutnya, selain memberikan tenggat waktu untuk masa konsumsi rotinya juga melakukan tes rasa sebelum melepas produk tersebut ke pasaran."Sebelum dijual roti sudah diuji dengan tes rasa sehingga saya berani jamin produk Sari Roti layak dikonsumsi," katanya.

Kasus serupa juga pernah menimpa ketiga putra M Rivai Tanjung, warga Jalan M Jamil/Jalan Perhubungan, Bandar Kalipah, Deli Serdang, Selasa (19/01/2016) lalu.Dia bercerita, ketiga anaknya yang menjadi korban roti Sandwich beracun produksi Sari Roti itu adalah, SA (5), I (3) dan R (2). (BS04)


Tag: