Peristiwa

Sifat Asli Fery, Pelaku Bunuh Istri di Parit Tembung Terbongkar, Kakak Korban Mengaku Fitri Sering Dipukuli dan Diperlakukan Bak Mesin ATM


Sifat Asli Fery, Pelaku Bunuh Istri di Parit Tembung Terbongkar, Kakak Korban Mengaku Fitri Sering Dipukuli dan Diperlakukan Bak Mesin ATM
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com-Peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa Fitri Yanti pada pada Minggu (30/08/2020) lalu, masih membuat keluarga terpukul dan trauma berat hingga hari ini. Korban yang selama ini dikenal sangat rajin dan giat bekerja mulai dari berjualan hingga menarik Ojek Online ditemukan dengan kondisi leher nyaris putus akibat digorok Suaminya sendiri.

Tak hanya dibunuh dengan keji, mayat Fitri juga dibuang di parit Jalan Tambak Rejo, Pasar II Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Fitri Yanti diketahui adalah warga Jalan Bromo, Gang Bahagia, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area. Usai membunuh korban dan kabur ke Riau selama sebulan, pelaku Fery Pasaribu (49) akhirnya berhasil ditangkap Polrestabes Medan dari Jalan Flamboyan, Kota Pekanbaru, provinsi Riau pada hari Senin (21/09/2020) lalu.

Saat kasusnya dipaparkan di Mapolrestabes Medan, hari ini Kamis (25/09/2020), keributan yang menghebohkan sempat terjadi. Pasalnya keluarga korban masih geram dengan Fery Pasaribu, pelaku pembunuhan sadis ini. Salah seorang keluarga korban emosi dan berusaha menendang tersangka karena tidak terima atas apa yang dilakukan pelaku terhadap korban. "Kami tidak terima perbuatan pelaku yang telah membunuh kakak kami," ucap adik korban, Setiawan sembari bercucuran airmata.

Kepada wartawan, kakak kandung korban, Eva (50) warga Lubuk Pakam, Pantai Labu dan anak korban tertua, Rani Handayani (23) warga Pekanbaru menceritakan, bahwa pelaku memang sudah sering mengancam akan membunuh korban dengan cara menggorok leher korban. "Pelaku sudah sering mengancam dan menganiaya korban dan pihak keluarganya, termasuk kakak korban," ujar Eva.

Korban Fitri Yanti diketahui memiliki tiga orang anak, sedangkan di keluarganya korban adalah anak keempat dari enam bersaudara. Kakak korban, Eva yang tinggal di Pekan Baru, Riau ini menjelaskan bahwa semua usaha dikerjakan korban agar bisa menghasilkan uang, termasuk berjualan dan menarik GoJek. "Pelaku dengan korban tidak tinggal serumah, tapi sering jumpa di luar. Pelaku sering mengucapkan kata-kata kasar kepada korban sambil mengancam kalau tidak korban yang mati, pelaku akan membunuh anak korban," beber Eva.

Eva juga mengatakan, tidak terima terhadap pelaku yang telah membunuh adik kandungnya. Sebab, selama ini adik (korban) kami jadi mesin ATM bagi pelaku yang menumpang hidup dengan keluarga korban. "Kami memohon kepada pihak kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan, agar pelaku dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati," jelas Eva dan Rani Handayani sambil menangis. (BS04)


Tag:Fitri YantiGojek DibunuhKriminalPembunuhanPolrestabes Medan