Peristiwa

Perusahaan Tak Miliki Badan Hukum, Angel Juga Tak Pernah Laporkan Jumlah Pekerjanya


Perusahaan Tak Miliki Badan Hukum, Angel Juga Tak Pernah Laporkan Jumlah Pekerjanya
Beritasumut.com/BS04
Rumah milik Angel di Taman Perumahan Ubud yang dijadikan tempat penampungan PRT

Beritasumut.com-Angel pemilik PT Cut Sari Asih ternyata tidak pernah melaporkan berapa jumlah tenaga kerjanya kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Utara (Sumut) dan kemana saja tenaga kerja tersebut disalurkan."Angel hingga saat ini tidak pernah melaporkan jumlah dan kemana saja tenaga kerja disalurkan," kata pegawai di Disnakertrans Sumut yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, sesuai peraturan, pemilik PJTKI wajib melaporkan jumlah dan kemana saja para pekerja akan disalurkan dengan mengisi form A-N2. Formulir ini wajib diisi sesuai dengan peraturan tenaga kerja.Padahal katanya, seharusya bila Angel memang memiliki niat baik, seharusnya dari awal karena sesuai dengan peraturan bahwa tamu yang menginap 1x24 jam harus wajib melaporkan diri."Kita kan tau kalau ada tamu yang menginap harus lapor sama kepling," ungkapnya, Jumat (29/07/2016).

Menurutnya, PT Cut Sari Asih hingga saat ini belum memiliki badan hukum, hanya saja, perusahaan yang berkantor di Taman Perumahan Ubud itu baru mengantongi izin sementara karena belum ada pergub yang mengatur soal PJTKI Lokal.

LBH dan LPSK melaporkan Angel pemilik PT Cut Sari Asih yang bergerak di bidang Penampungan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) karena melakukan tindak pidana perdagangan orang dan melakukan kekerasan terhadap wanita-wanita muda yang ditampungnya untuk kembali dipekerjakan.

Satu di antara pekerja rumah tangga yang kerap mendapat penyiksaan yakni Ambrosia Kusi, tenaga kerja asal Kupang. Wanita yang akrab dipanggil Rosa ini kerap mendapat siksaan oleh Angel.Dia mengaku kabur dari rumah majikannya di Jalan Perdana Medan, karena trauma dengan siksaan yang dilakukan Angel, selama ia berada di penampungan.

Baru seminggu tinggal di rumah majikannya, ia pun berniat pulang ke kampung halaman. Dia lari dari rumah majikan, dan mengadu langsung ke LBH, Medan."Aku mau pulang, aku lari dari rumah majikan. Aku trauma selama di penampungan aku sering ditempeleng kakak Angel itu. Ada kawanku dipukul, diinjak sampai dibotaki kepalanya. Angel sering tempeleng dan injak kami," ujarnya sambil menangis, di LBH Medan.

Sebelumnya Angel juga melakukan penyiksaan terhadap TKI asal Kupang lainnya, Maria. Hingga kini keberadaan Maria bahkan tidak diketahui rimbanya. Sebab, kode booking pemulangan Maria yang diberikan Angel ternyata palsu.

Sekretaris Paguyuban Tirosa (Timor, Rote, Sabujua dan Alor) Nusa Tenggara Timur (NTT) Yandri Laning mengatakan, pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengawal kasus hukum ini."PT Cut Sari Asih ini perlu diselidiki lebih dalam. Kasus Maria belum selesai, muncul lagi Rosa. Maria kita tidak tahu di mana. Polisi harus turun tangan menyelidiki kasus ini. Karena banyak pihak yang bermain, dan jangan-jangan polisi juga bermain," katanya.(BS04)

 


Tag: