Peristiwa

Pelanggan Kecewa, PLN Rayon Belawan Tak Hadiri Sidang BPSK


Pelanggan Kecewa, PLN Rayon Belawan Tak Hadiri Sidang BPSK
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Kepala Rayon PLNo Belawan, Sudarta Sitepu atau yang mewakili pelaku usaha PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN)  tidak menghadiri sidang pertama perkara No.121/2016 antara konsumen (pelanggan) dengan PLN di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Medan, Kamis (20/10/2016) kemarin tanpa ada keterangan.

Sidang yang sejatinya dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, namun hingga Pukul 17.00 WIB tidak juga ada pihak PLN atau yang mewakili melaporkan kehadirannya di BPSK untuk perkara No.121.

Karena pihak PLN juga tidak hadir, sidang dibuka oleh Hakim BPSK Kota Medan, Erlina SH sekitar pukul 17.10 Wib dan dengan alasan bahwa pihak terlapor tidak hadir maka sidang ditunda dan akan digelar kembali pada Kamis depan (27/10/2016).

Menurut informasi di BPSK Kota Medan, para pengacara yang mewakili PLN ada di BPSK namun untuk perkara-perkara yang lain. Sementara untuk perkara No.121 tidak memiliki surat kuasa sehingga tidak dapat mewakili pelaku usaha menghadapi konsumen yang melapor. Maka pada persidangan pertama pihak PLN dinyatakan tidak menghadiri panggilan BPSK.

Sementara menurut Rustam Hamonangan Tambunan SH, selaku kuasa mewakili konsumen PLN atas nama pelanggan Rion Arios, mengatakan bahwa pihak PLN ketika melaksanakan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) telah mengabaikan hak-hak konsumen dan tidak melakukan kewajiban pelaku usaha sesuai dengan UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Rustam juga memaparkan bahwa pihak PLN yg diwakili Tri Hadi Cipta dari PT Razza Trapo melakukan pembongkaran tanpa menunjukan surat tugas, tanpa didampingi pejabat PLN sebagai Ketua Regu dan Penyidik yang berwenang diduga telah melakukan pelanggaran Surat Keputusan Direksi PLN No.1486.K/DIR/2011 Tentang P2TL.

Petugas yang membongkar meteran listrik pelanggan atas nama Rion Arios di Perumahan Graha Martubung Medan tersebut diduga kuat telah melanggar SK Dirut PLN tersebut pada pasal 1 ayat (42), Pasal 3 ayat (3), Pasal 9 ayat (4) dan Pasal 10 ayat (2) huruf (a).

Berdasarkan pelanggaran tersebut pelanggan menyampaikan laporan gugatan ke BPSK Medan. Pihak PLN semena-mena menuduh dan mengambil tindakan terhadap pelanggan dengan mencabut meteran sehingga pelanggan mengalami berbagai kerugian materil dan moril (dipermalukan).

Sementara itu Rion Arios yang ditemui Jumat (21/10/2016) berharap sidang penyelesaian sengketa konsumen dapat berjalan sesuai jadwal agar pelanggan dapat kembali menikmati hak-hak sebagai konsumen.(BS03)


Tag:BPSKPLNsutet