Peristiwa

Lagi, Warga Tuntuk Kompensasi Pembangunan Sutet di Binjai


Lagi, Warga Tuntuk Kompensasi Pembangunan Sutet di Binjai
beritasumut.com/BS08

Beritasumut.com-Ratusan masyarakat berkumpul di Jalan AR Hakim, Gang Rohana, Kelurahan Kampung Nangka, Binjai Utara, untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut kompensasi dari PT PLN (Persero), Kamis (29/12/2016).

Mereka merasa di tipu oleh PT PLN, karena selama ini PT PLN tidak transparan dan tidak pernah melakukan sosialisasi terkait pembangunan Saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) yang sudah berdiri di daerah mereka.

Menurut Masyarakat, Andal sudah terbit dari tahun 2008, tetapi pembangunannya di mulai tahun 2012.

"Andal di buat tahun 2008, tapi pembangunannya di mulai tahun ini. Peraturannya di bawah saluran Sutet tidak di ijinkan untuk mendirikan bangunan, namun kenapa dinas terkait masih memberikan ijin mendirikan bangunan," pungkas Ridwan, salah seorang tokoh masyarakat di kelurahan Kampung Nangka.

Ridwan juga menambahkan, intimidasi juga pernah di lakukan oleh PT PLN terhadap masyarakat sekitar.

"Bayangkan saja, warga kampung nangka yang bernama Indra Gunawan di intimidasi. Kalau tidak boleh mendirikan perancah bambu di tanah mereka, maka akan di hapus dari daftar konpensasi," sambungnya.

Lebih lanjut di katakan Ridwan, PT PLN juga selalu Meintimidasi warga dengan cara membawa aparat hukum yang menggunakan senjata laras panjang.

"Apa seperti itu sosialisasi PT PLN, mikir dong. Kami ini masyarakat yang membutuhkan perlindungan, karena kami merasa di tipu oleh PLN," tegas Ridwan dengan penuh emosi.

"Sosialisasi dan konsultasi kepada masyarakat dong, karena itu merupakan hak masyarakat. Mereka (PLN) juga tidak mau ketemu sama warga, gimana kita mau ngomong," tambah Ridwan.

Menurut informasi dari warga, Tiang Sutet yang berdiri di kelurahan Kampung Nangka adalah 275 kva, dan ada 3 titik tower, yaitu titik 7, 8, 9.

"Lihat saja, selama ini PLN mengaku terus merugi, Pemerintah pun merugi, Sementara yang suruh bayar adalah masyarakat. Tetapi oknum pegawai PLN dan kontraktor yang kaya," demikian.(BS08)


Tag:PLNsutettolak sutet