Peristiwa

Kadin Sumut, APTISI dan ABPPTSI Teken MoU Peningkatan Keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan


Kadin Sumut, APTISI dan ABPPTSI Teken MoU Peningkatan Keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kadin Sumut, APTISI dan ABPPTSI menandatangani kesepahaman bersama (MoU) Upaya Peningkatan Keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan, di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Sumut, Rabu (11/03/2020). Penandatanganan ini dilakukan dalam pertemuan  para pengurus dan anggota KADIN Sumatera Utara serta anggota dan pengurus APTISI dan ABPPTSI.
 
Hadir pada acara tersebut, Ketua Kadin Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara, Para Wakil Ketua dan Pengurus KADIN Sumatera Utara, diantaranya adalah Santri Sinaga (Wakil Ketua Umum Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah), Murlan Tamba (Wakil Ketua Umum Hubungan Antar Lembaga), Timbas Ginting (Wakil Ketua Umum Perkebunan dan Kehutanan), Haposan Siallagan (WKU Perhubungan), Hendra Arbie (WKU Perbankan), Usman Hasibuan (WKU Konstruksi dan Infrastruktur), Dr.Isa Indrawan (WKU Industri dan Perdagangan Halal), Hamlet Harahap (WKU Koordinator Wilayah Labuhan batu dan Asahan, Tj.Balai), Dahli Ibrahim (WKU Perdagangan/Bulog), Hendra Utama (Direktur Eksekutif KADIN Sumatera Utara) beserta para komite tetap KADIN Sumut diantaranya, Frans T.Simbolon (Komite Tetap Perhubungan), Heru Tony (Komite Perdagangan Halal), Ronald Sinaga (Komite Tetap Pemberdayaan KADIN Kab/Kota), Antoni Simon (Komite Telematika dan Ristek). 
 
Juga turut hadir pada acara ini, Tokoh Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Utara ke 17, Dr.Ir.Tengku Ery Nuradi, MSi., Narasumber mewakili Generasi Millenial Sdri. Siti Soraya Iskandar (Dara), dari Ivan Iskandar Institute, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Dian Armanto, MPd, MA, MSc,Phd. Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Sumatera Utara) Wilayah I Sumatera Utara, Dr.Bahdin Nur Tanjung, dalam hal ini diwakili oleh Ibu Dr.Sri Rezeki, SE, MSi., beserta Para Pengurus dan Anggota APTISI Wilayah I Sumatera Utara, Ketua ABPPTSI (Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Sumatera Utara), Dr. OK Nazarudin Hisyam beserta para pengurus dan anggota ABPPTSI, dan Para Entrepreneurship, Pengusaha Sumatera Utara, serta Para Dosen Universitas Swasta di Sumatera Utara. Nampak hadir juga perwakilan dari BUMN, diantaranya dari Telkom, Angkasa Pura II, dan Garuda Indonesia.
 
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara adalah Wadah Dunia Usaha dan Pengusaha seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri dan Kepres RI No.17 Tahun 2010 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KADIN, bahwa KADIN adalah mitra Pemerintah dalam pembangunan dan perekonomian Indonesia. Anggota KADIN Sumatera Utara terdiri dari Anggota Luar Biasa dan Anggota Biasa. Anggota Luar Biasa, terdiri dari Asosiasi dan Gabungan Pengusaha, seperti GAPKI,GAPKINDO,AEKI, GAPENSI, dsb. Serta Anggota Biasa adalah Perusahaan BUMN/BUMD, Swasta, dan Koperasi. Hal ini disampaikan Ivan Batubara pada saat acara diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan penandatanganan MoU KADIN Sumut dan APTISI WILAYAH I SUMUT,  ABPPTSI WILAYAH SUMATERA UTARA.
 
Ivan Batubara mengatakan dalam kata sambutannya, Kerjasama melalui sebuah Kesepahaman Bersama dengan APTISI Wilayah I Sumut dan ABPPTSI Sumut,  MoU ini akan menciptakan link and match antara para pihak agar dapat saling bersinergi untuk mengembangkan dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha demi menjaga kesinambungan ekonomi nasional. Bagi KADIN, bahwa MoU ini dimaksudkan untuk generasi millenial sesudah kita, yang tentunya memiliki pandangan berbeda, memiliki minat yang berbeda, memiliki tantangan dan situasi yang sangat berbeda dengan situasi yang kita hadapi saat ini. "Untuk itu, kita perlu mendengarkan apa keinginan/minat yang sebenarnya dari generasi millenial ini. Berbicara mengenai  Optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dalam pendidikan dan pengembangan skills, bahwa perlu banyak penguatan kurikulum dan pelatihan soft skill untuk menuju kampus merdeka yang saat ini ingin diwujudkan. Untuk itu, KADIN siap bersama-sama Perguruan Tinggi untuk menyamakan frekuensi menghadapi gelombang tantangan di masa depan," ungkap Ivan Iskandar Batubara.
 
Pada sesi pemaparan oleh narasumber mengenai perspektif generasi millenial tentang pendidikan dan peluang kerja di Sumut, diungkapkan bahwa kelemahan dari generasi millenial adalah cepat merasa bosan dan serba instant, generasi millenial tidak punya keterikatan dalam bekerja, serta keinginan untuk bebas dari aturan tempat kerja dan standar kinerja perusahaan, oleh karena itu, banyak ditemukan bahwa generasi muda berpindah-pindah tempat kerja dalam kurun waktu satu tahun. Mereka percaya bahwa pekerjaan dan kehidupan harus memiliki makna, karena generasi millenial intens terhubung dengan internet sehingga memiliki perspektif global, ini membuat mereka memiliki pendekatan berbeda mengenai pekerjaan.Termasuk jenis-jenis pekerjaan yang tidak sesuai minat/exciting, beberapa jenis pekerjaan yang diinginkan oleh generasi muda masih belum banyak tersedia di SUMUT, contoh bidang kreatif, teknologi dan media. 
Untuk itu, perguruan tinggi harus lebih aktif meningkatkan kualitas dan peran pendidik, memberikan support kepada pengembangan karir (penyediaan career counselling), serta menjadi lebih terbuka terhadap aspirasi mahasiswa demi meningkatkan kualitas pendidikan, Kemudian memfasilitasi reskilling/upskilling dan kesempatan magang untuk membekali pelajar dengan pengalaman dan skillset diluar gelar mereka, serta meningkatkan minat generasi muda pada sektor primer, atau rasa percaya diri mereka untuk menjadi seorang entrepreneur.  Hal ini disampaikan oleh Narasumber dari Ivan Iskandar Institute, Sdri. Siti Soraya Iskandar (Dara) yang mewakili suara generasi millenial dalam paparannya. Ivan Iskandar Institute merupakan lembaga Think-Tank  yang concern dalam bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM.
 
Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Dian Armanto, mengatakan dalam kata sambutannya, sinergitas diantara dunia pendidikan dan dunia usaha memang sangat diperlukan. Antara supply dan demand  harus selaras, oleh sebab itu, yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia adalah melalui pola program pemagangan dan pendidikan langsung di industri (dunia kerja). Nantinya, pada saat penyusunan kurikulum pemagangan yang disusun oleh pihak kampus, pihak perusahaan juga ikut terlibat di dalamnya, hal ini dimaksudkan agar mahasiswa yang magang memiliki kesesuaian/minat dengan bidang yang dimiliki, beberapa hal yang terjadi selama ini, mahasiswa prodi manajemen pemasaran/marketing  tetapi pada saat magang ditempatkan di bagian gudang. 
 
Isu mengenai perusahaan yang tidak ingin menerima mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan magang. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi KADIN Sumatera Utara sebagai induk organisasi pengusaha untuk mengajak pengusaha dan perusahaan agar dapat menerima mahasiswa magang, serta dapat memanfaatkan dana CSR untuk mahasiswa yang magang, misalnya untuk mahasiswa magang mendapatkan insentif transport atau bulanan magang. Pertemuan ini bukan lah yang pertama, sebelumnya dengan Ketua KADIN Sumatera Utara, Kepala LLDIKTI mengharapkan juga nantinya akan dibangun Politeknik oleh KADIN, semoga ide ini dapat terwujud.
 
Tokoh Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Utara ke-17, Dr.Ir.Tengku Ery Nuradi, MSi., menyampaikan bahwa era Revolusi Industri 4.0 sudah dihadapi, dengan perkembangan arus informasi yang sangat cepat. Maka, pentingnya perguruan tinggi untuk menyesuaikan juga kurikulum dengan kebutuhan zaman. Beberapa prodi seperti yang ada di luar negeri, agar dapat dimiliki oleh perguruan tinggi di dalam negeri.(rel)

Tag:ABPPTSIaptisiKadinKadin SumutMoU