Peristiwa

Inilah Jenis Sabit yang Cocok untuk Panen Padi


Inilah Jenis Sabit yang Cocok untuk Panen Padi
BERITASUMUT.COM/IST
Panen padi.
Beritasumut.com-Danramil 13/Pangkalan Brandan Kapten Inf Bustami mengungkapkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa susut hasil panen padi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, yaitu sebesar 20,42 persen. Angka kehilangan itu terjadi pada saat panen 9,5 persen, perontokan 4,8 persen, pengeringan 2,1 persen, penggilingan 2,2 persen, penyimpanan 1,6 persen dan pengangkutan 0,2 persen. 
 
"Artinya, proses panen merupakan tahapan yang paling tinggi angka kehilangan sehingga perlu dilakukan upaya mengurangi angka kehilangan tersebut. Selain menggunakan mesin panen modern sebagian besar petani masih mempergunakan sabit sebagai alat panen," ujar Danramil dalam siaran persnya, Jumat (17/02/2017).
 
Danramil menjelaskan, sabit merupakan alat panen manual untuk memotong padi secara cepat. Sabit terdiri 2 jenis yaitu, sabit biasa dan sabit bergerigi. Namun saat ini yang banyak dipergunakan para petani adalah sabit bergerigi. Sabit bergerigi pada umumnya digunakan untuk memotong padi varietas unggul baru yang berpostur pendek. 
 
"Penggunaan sabit bergerigi sangat dianjurkan karena dapat menekan kehilangan hasil sebesar 3 persen. Spesifikasi sabit bergerigi yaitu, gagang terbuat dari kayu bulat diameter sekitar 2 cm dan panjang 15 cm. Mata pisau terbuat dari baja keras yang sisinya bergerigi antara 12-16 gerigi sepanjang 2,5 cm," ungkapnya.
 
Sementara itu, Babinsa Koramil 13/Pangkalan Brandan Kopda Elbi Diantika menambahkan, pemotongan padi dengan sabit dapat dilakukan dengan potong tengah, potong atas, dan potong bawah tergantung cara perontokan. Pemotongan dengan cara potong bawah dilakukan bila perontokan dengan cara dibanting/digebot atau menggunakan pedal thresher. 
 
Sedangkan, pemotongan dengan cara potong atas atau tengah dilakukan bila perontokan menggunakan power thresher. Panduan umum cara panen padi dengan sabit bergerigi adalah, pegang rumpun padi yang akan dipotong dengan tangan kiri sekitar 1/3 bagian tinggi tanaman. Tempatkan mata sabit pada bagian batang bawah atau tengah atau atas tanaman (tergantung cara perontokan) dan tarik pisau tersebut dengan tangan kanan kanan hingga jerami terputus. 
 
Untuk membimbing petani, Kopda Elbi turun langsung di areal persawahan milik anggota Kelompok Tani Makmur Rosmiati yang diketuai Nasrun Sitorus di lahan seluas 11 rante dengan jenis padi Amparie 13 dengan usia tanam 3 bulan yang terletak di Desa Teluk Mengkudu, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat bersama-sama dengan PPL Asmidi.(Rel)

Tag:babinsaDanramilpadiPanen PadiSabit