Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Salah Tangkap, Korban Mengaku Tak Kenali Pelaku Jambret
pilkada beritasumut.com

Diduga Salah Tangkap, Korban Mengaku Tak Kenali Pelaku Jambret

Senin, 06 November 2017 21:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS08
Korban berbaju Pink saat memberikan kesaksian di persidangan
Beritasumut.com-Hakim Tunggal Morgan Simanjuntak menegaskan akan membebaskan terdakwa terduga pelaku penjambretan, Eko Syahputra (17) warga Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia apabila tidak terbukti bersalah. Hal itu disampaikannya lantaran Rafiah alias Efi yang menjadi korban penjambretan menyebutkan tak mengenali terdakwa pelaku.
 
Dari penuturan korban, pelaku yang menjambret dirinya sewaktu di Simpang Jalan S Parman tidak sama dengan ciri-ciri terdakwa yang berperawakan gemuk. "Saya tidak kenal. Ini bukan pelakunya. Yang menjambret saya waktu itu orangnya kurus," ujarnya saat sidang digelar di Ruang Anak, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (06/11/2017) sore.
 
Lebih lanjut korban mengatakan, saat di kantor Polrestabes Medan, dirinya juga tidak diperbolehkan bertemu dengan pelaku. "Terus saat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga saya cuma disuruh tanda tangan saja. Padahal sudah saya jelaskan yang menjambret itu berjumlah 
dua orang berboncengan sepeda motor jenis bebek. Bukan seperti yang di BAP pelakunya tiga orang naik dua kreta," jelasnya.
 
Sementara itu, saksi dari kepolisian, Bripka Sugeng menyebutkan pihaknya menetapkan Eko sebagai pelaku sudah sesuai prosedur. "Kami berdasarkan pengakuan terdakwa saat diperiksa Majelis," tukasnya yang juga diamini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Baktiar Koto.
 
Terpisah, saat diwawancarai terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Boasa Simanjuntak SH MH dan Tuseno SH mengatakan saat itu terdakwa ditangkap di dekat rumahnya sekitar 1 minggu setelah korban membuat laporan. "Tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2017. Di situ dia membawa uang sebanyak Rp12 juta karena memang mau disuruh mamaknya belanja untuk jualan mereka. Tapi anehnya yang dikembalikan polisi hanya Rp1 juta. Sisanya gak tau kemana," ujarnya.
 
Sambung Boasa, selama diperiksa, terdakwa juga mendapat intimidasi dan penganiayaan. "Kakinya habis dipukuli. Selain itu dia juga diancam akan ditembak kalau tidak mau ngaku," tandasnya. Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menutup persidangan dan berencana melanjutkannya pekan depan. (BS08)
T#g:JPUJambretKriminalPersidanganPolisiPolrestabes Medansalah tangkap
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 jam lalu

    AKP Martualesi Sitepu Sosialisasi 'Polisi Sumut Kita' ke SMKN 1 Kutalimbaru

    Beritasumut.com-Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH didampingi Aiptu Yudhi Lapian Bhabinkamtibmas Desa Sei Mencirim melakukan aksi blu

  • kemarin

    Aiptu Rosnani Jadi Pembina Upacara di SD Yayasan Pondok Almuslim

    Beritasumut.com-Personel Bhabinkamtibmas Polsek Sunggal, Aiptu Rosnani menjadi pembina upacara dalam kegiatan 'Police Goes To School' di Se

  • kemarin

    Police Goes to School Polsek Sunggal Berikan Pesan Kamtibmas

    Beritasumut.com-Dalam melaksanakan giat 'Police Goes to School', Polsek Sunggal bersama Polrestabes Medan menyampaikan pesan kamtibmas ke S

  • 2 hari lalu

    Angkot Tabrak Polisi yang Sedang Bertugas di Jalan Sudirman

    Beritasumut.com-Simon Sipayung (28) asal Dairi seorang sopir angkot (Angkutan Kota) diamankan di Polsek Medan Baru karena menabrak seorang personel

  • 3 hari lalu

    Ketua Fraksi PKS Angkat Topi untuk TNI/Polri Yang Berhasil Bebaskan Sandera di Papua

    Beritasumut.com-Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, mengapresiasi dan angkat topi atas keberhasilan TNI/Polri membebaskan 1.300 sandera di Desa Kimbel

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.