Peristiwa

DPRD Sumut Akan Kawal Driver Online yang Merasa Ditipu oleh Vendor


DPRD Sumut Akan Kawal Driver Online yang Merasa Ditipu oleh Vendor
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Pengemudi taksi berbasis online yang tergabung dalam Driver Berbasis Online se-Sumut (DBOSS) merasa ditipu dan ditekan oleh vendor PT TPI. Ketua Dewan Penasehat DBOSS yang juga pengemudi taksi online, Joko Pitoyo mengatakan sejak awal penandatanganan perjanjian pihaknya sudah ditekan oleh vendor tersebut, mulai dari penandatanganan yang dilakukan antara pukul 17.00 WIB sampai 19.00 WIB, sehingga membuat kesan terburu-buru dan tidak memberi kesempatan para pengemudi untuk memelajari perjanjinan.
 
Ia mengaku dijanjikan akan dibantu pihak vendor untuk uji KIR, pengurusan SIM A plus, prioritas pesanan (order) dari aplikasi Grab hingga kepemilikan kendaraan setelah lima tahun.“Tapi prioritas pesanan ini hanya diberikan di awal saja, sekarang tidak ada lagi. Setoran kami juga naik hingga Rp 1,250.000/minggu,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut lintas Komisi yang dipimpin Zeira SaIim Ritonga, Selasa (18/9/2018).
 
Perwakilan PT TPI, Halim Wijaya membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan, PT TPI merupakan perusahaan rental kendaraan roda empat yang menyewakan kendaraan ke pengemudi taksi online. Ia membenarkan para pengemudi taksi tersebut harus membayar setoran senilai Rp 1.250.000 per pekannya serta memberikan pelatihan untuk para pengemudi.“Tidak benar kami melakukan penipuan, dari pertama kami jelaskan program kami. Setelah lima tahun, kami janji ada kepemilikan kendaraan. Kami tidak melakukan pemaksaan penandatanganan,” jelasnya.
 
Sementara itu, Anggota DPRD Sumut dari Komisi C, Hanafiah Harahap mengatakan, pihak vendor harus memperbaharui perjanjian yang dibuat PT TPI dengan pengemudi karena tidak jelas bentuk perjanjiannya, antara perjanjian sewa atau kepemilikan. Ketidakjelasan itu menimbulkan dugaan ada penipuan terselubung.
 
Hal yang sama juga diungkapkan anggota DPRD lainnya, yakni Anhar Monel yang menyebutkan perjanjian tersebut harus dipelajari. Jika benar ada penipuan, ia mempersilakan para pengemudi untuk mengusut ke ranah hukum. Pihaknya akan mengawal proses hukum berjalan jika benar ditemukan ada penipuan.
 
Begitu juga halnya dengan anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan Sarma Hutajulu yang secara tegas mengatakan bahwa sejak awal proses perekrutan pihak PT TPI telah mengiming-imingkan kepemilikan Kenderaan setelah lima tahun Kapten (sebutan untuk mitra/driver) melalui iklan mereka. Akibatnya banyak driver yang tergiur.
 
"Saya lihat dari awal TPI sudah punya itikad tidak baik. Mereka mengiming-imingi soal kepemikan kenderaan tapi tidak ada terlihat di surat perjanjian. Kita meminta kepolisian menindaklanjuti ini. Tidak ada satu klausul dalam perjajian saya lihat ada ruang driver memiliki kenderaan. Ini awal membuat keresahan. Kepada GRAB juga kita meminta memutuskan kerjasama dengan PT TPI. Kepada masyarakat saya juga ingatkan agar jeli dan jangan sampai tertipu dengan iming-iming kepemikikan kenderaan itu,"tegas Sarma.
 
Setelah sempat bersitegang dan silang pendapat antara PT TPI dan DBOOS akhirnya Pimpinan rapat bersama anggota DPRD lintas Komisi melahirkan beberapa kesimpulan diantaranya agar pihak PT TPI dan DBOSS dapat dapat duduk bersama dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Dan jika menemui jalan buntu bisa dilanjutkan ke ranah pengadilan. Selain itu Dewan juga mengingatkan agar pihak PT TPI tidak melakukan penarikan unit kenderaan secara paksa selain dilakukan oleh petugas melalui putusan pengadilan.(BS03)
 

Tag:DBOSSDPRD SumutDriver Berbasis Online se-SumutGrabPT TPIPenipuantaksi online