Peristiwa

350 Calon Jemaah Haji Tahun 2020 Kabupaten Asahan Batal Berangkat


350 Calon Jemaah Haji Tahun 2020 Kabupaten Asahan Batal Berangkat
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr H Hayatsyah MPd menyebutkan bahwa sebanyak 350 Calon Jamaah Haji Kabupaten Asahan yang terdiri dari Laki-laki 148 orang dan perempuan 202 orang yang telah melunasi biaya perjalanan haji tahun 1441H/2020 ditunda keberangkatannya pada tahun 1442H/2021M.Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 dan penegasan Menteri Agama Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi.

Hayatsyah juga menambahkan bahwa keputusan pemerintah untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini adalah mengutamakan keselamatan jemaah haji Indonesia ditengah pandemi Covid-19 yang belum usai dan keputusan yang diambil pemerintah ini telah melalui kajian yang mendalam.

"Selain itu juga dikarenakan Pemrintah Kerajaan Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun tentang kepastian penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci. Serta waktu yang sangat mepet, pada akhirnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan secara maksimal kepada para jamaah haji Indonesia," papar Hayatsyah dilansir dari laman sumut kemenag, Kamis (04/06/2020).

"Sesuai dengan KMA 494 tersebut, jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji dipastikan akan menjadi jamaah haji 1442 H atau 2021 mendatang.Biaya haji yang sudah disetor akan disimpan dan dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKHI), dan nilai manfaat biaya haji dari jemaah akan diberikan dan diterima para jamaah haji paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan kloter pertama haji 1442 H atau tahun 2021," sambung Hayatsyah lagi.

Bagi calon jamaah haji yang berkeinginan atau membutuhkan setoran Bipih, lanjut Hayatsyah, maka pemerintah dan BPKIH memastikan akan memproses pengembalian biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) kepada para jamaah.

Ditambahkannya, bahwa jamaah yang sudah melunasi dan batal berangkat haji tahun ini dapat meminta kembali dana setoran pelunasan Bipih, namun yang bisa diminta kembali adalah dana setoran pelunasan awalnya, sebab jika jamaah juga menarik dana setoran awalnya berarti dia telah membatalkan rencana mendaftar haji.

Permohonan pengembalian dana pelunasan ini disampaikan melalui Kankemenag Kabupaten Kota tempat Jamaah mendaftar. Nantinya Kankemenag yang akan memproses ke Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah dan selanjutnya diproses ke BPKH, lalu BPKH yang akan menerbitkan surat perintah membayar kepada Bank Penerima Setoran (BPS) agar mentransfer dana setoran pelunasan itu kepada rekening Jamaah.

Salah seorang CJH Kabupaten Asahan yang akan berangkat tahun ini Srie dan suami Roesdi menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah ini memang sungguh tidak mengenakkan dan pahit, tidak hanya bagi pemerintah tapi juga bagi para jamaah haji yang akan berangkat tahun 1441/2020 ini.

"Para jamaah 8 tahun lebih menunggu keberangkatan, dan sebagaian jamaah telah berusia lanjut dengan kondisi kesehatan yang sudah menurun. Tapi inilah ketentuan dan takdir dari Allah yang harus kita terima, dan sebagai orang yang beriman kita harus ridho dalam menerima keputusan ini. Yakinlah ada hikmah yang besar dari takdir ini".

"Tetaplah kita bersabar, istiqamah dan berbaik sangka pada takdir Allah, semoga tahun depan kita lebih matang dan mantap lahir bathin dalam menunaikan ibadah haji, serta sempurna menunaikan seluruh rukun, wajib dan sunah haji nantinya, dan meraih haji mabrur dan mabruroh," ujar Srie.(BS09)


Tag:Haji