Peristiwa

Residivis Kasus Pembunuhan Simpan Senpi Laras Panjang dan 74 Peluru di Rumahnya, Diamankan Polsek Medan Barat, Polisi Sempat Dilempari Batu


	Residivis Kasus Pembunuhan Simpan Senpi Laras Panjang dan 74 Peluru di Rumahnya, Diamankan Polsek Medan Barat, Polisi Sempat Dilempari Batu
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Personel Polsek Medan Barat berhasil mengamankan kembali seorang warga yang menyimpan senjata api (senpi) laras panjang di rumahnya Jalan Cempaka Ujung, Gang Pribadi, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Pelaku yang diamankan berinisial S alias N (30) ini merupakan residivis kasus pembunuhan yang baru bebas pada 6 September 2019 silam.

"Penangkapan terhadap yang bersangkutan bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang menyimpan senjata api," ucap Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi, Rabu (01/07/2020).

Mendapat laporan ini pihak kepolisian kemudian bergerak ke lokasi yang dimaksud yakni di rumah tersangka di Jalan Cempaka Ujung, Gang Pribadi, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. "Personel yang melakukan pengintaian kemudian menangkap tersangka saat masuk ke dalam rumahnya," kata Afdhal.

Usai membekuk tersangka S alias N, dikatakan Afdhal pihaknya lalu melakukan penggeledahan di kamar tersangka. Petugas menemukan sepucuk senpi laras panjang lengkap dengan amunisinya. Saat hendak diboyong, sejumlah orang mencoba menghalangi dengan melempari polisi dengan batu. "Barang bukti yang diamankan, satu unit laras panjang Nomor 1967 3n779 berikut dengan 1 magazen, 74 butir peluru dan 2 selongsong peluru," terang Kapolsek.

Dari pemeriksaan didapati kalau tersangka mendapatkan senpi laras panjang itu dari seorang pria berinisial A (DPO) dengan harga Rp50 juta. "Pengakuan tersangka menyimpan senpi untuk jaga diri saja," ungkapnya. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 1 ayat (1) dan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (BS04)

Tag:KriminalPolsek MedanBaratResidivis PembunuhanSenjata Api