Pendidikan

Kemenristek/BRIN dan LPPM Unimed Lestarikan Budaya Melayu di Sergai, Digitalisasi Pengrajin Anyaman


Kemenristek/BRIN dan LPPM Unimed Lestarikan Budaya Melayu di Sergai, Digitalisasi Pengrajin Anyaman
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Kementerian Riset dan Teknlogi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung dan mengembangkan budaya Melayu pesisir yang ada di Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Kementerian menggandeng perguruan tinggi dalam pembinaan dan pendampingan pengrajin anyaman pandan dalam hal penerapan teknologi. Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimed di Sergai, Kamis (22/10/2020).

Tim pendamping Program Pengembangan Produk Unggulan daerah (PPUD) Rita Purnama Sari MPd mengungkapkan Kementerian Ristek/Brin sangat fokus mendukung pengembangan UMKM yang berbasis produk unggulan daerah yang memiliki karakteristik Budaya. "Karena bila tidak ada yang peduli terhadap pengembangan budaya, bukan tidak mungkin kerajinan anyaman khas melayu ditinggalkan oleh masyarakat dan hilang ditelan zaman sebab diangkap tidak menarik dan tidak relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya.

Lanjut Rita, di masa pandemi Covid-19 ini Kemenristek/BRIN menggandeng LPPM Unimed dengan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang 75% adalah untuk produktifitas masyarakat dan 25% nya adalah kegiatan yang mengacu dalam bidang pendidikan dan pelatihan kecakapan hidup sosial masyarakat.

“Artinya Kemenristek/BRIN dan kampus fokus di bidang pengembangan ekonomi kerakyatan dan berbasis budaya, agar produk dengan nilai kekhasan daerah tetap diminati. Maka harus didampingi dengan teknologi agar muncul produk kekinian tanpa meninggalkan sisi kebudayaan dan kekhasan daerah,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi Irfandi mengatakan, dalam kegiatan ini kelompok pengerajin anyaman pandan khas melayu tidak hanya diberikan pelatihan dalam mempergunakan teknologi IT akan tetapi Kemenristek/BRIN lewat dosen-dosen Unimed juga memfasilitasi dalam hal pengadaan barang-barang yang diperlukan dalam proses digitalisasi UMKM anyaman pandan khas melayu Serdang Bedagai.

“Jadi tidak hanya pada tataran pembuatan dan pelatihan penggunaan website e-comerce usaha di Craftpandan.com, akan tetapi ada alat penunjang seperti laptop, alat scan, cetak dan juga perlengkapan kantor yang difasilitasi oleh Kemenristek Dikti/Brin. Direncanakan pada akhir bulan nanti penyediaan jaringan internet via wifi indihome juga akan diakseskan ke kelompok untuk menunjang pemasaran digital,” ungkap Irfandi didampingi anggota Adek Cerah dan Taufik hidayat.

Dia menjelaskan, kegiatan Monev yang dilaksanakan mulai tanggal 21-23 Oktober 2020 dengan metode “blusukan” ini langsung ke rumah produksi UMKM dan lembaga pendidikan yang ada di Sumut. Kunjungan ke lapangan yang dijalankan tersebut, sambungnya mendapat respon positif pelaku usaha.

"Pada awalnya mereka berusaha untuk membantu ekonomi keluarga, namun dengan adanya pendampingan, menambah semangat dan rasa percaya diri para pengrajin. Sehingga ada cita-cita untuk mengembangkan usaha tidak hanya pada tataran lokal akan tetapi bisa menembus pasar Internasional dengan digitalisasi usaha tersebut," pungkas Irfandi. (Rel)


Tag:Budaya MelayuDigitalisasiKemenristek/BRINKemenristek BRINLPPM UnimedPengrajin AnyamanSerdang Bedagai