Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • Kesehatan
  • Perbedaan Inilah, yang Membuat Masyarakat Indonesia Lebih Percaya Dokter di Luar Negeri
pilkada beritasumut.com

Perbedaan Inilah, yang Membuat Masyarakat Indonesia Lebih Percaya Dokter di Luar Negeri

Jumat, 10 November 2017 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Founder AsiaPR Silih Agung Wasesa mengungkapkan, ada kebiasaan komunikasi yang salah dari dokter terhadap pasien. Sehingga tak mengherankan, jika pasien asal Indonesia lebih menaruh kepercayaan untuk berobat ke luar negeri daripada di negaranya sendiri.Meski sebenarnya secara teknologi, rumah sakit di Indonesia tak kalah dengan yang ada di Malaysia, Singapura atau negara lain.

"Yang membedakan kenapa orang-orang suka berobat keluar negeri itu karena komunikasinya. Kalau di luar negeri itu dokter membuat konsumennya (pasien) menjadi nyaman. Tapi kalau dokter di sini memang sudah mengarah kesana, tapi ada juga dokter yang malah membikin takut," ujar Pilih menanggapi sikap sebagian masyarakat Indonesia terkait perobatan di rumah sakit, Jumat (10/11/2017).

Silih menegaskan, perbedaan inilah yang seharusnya dapat menjadi perhatian. Untuk itu, paradigma tenaga kesehatan yang ada harus dirubah, bahwa harus membuat pasien menjadi nyaman."Sehingga apa yang harus kita lakukan supaya masyarakat akan suka berobat di Indonesia adalah teknik itu harus dimunculkan. Kenyamanan pasien harus dinomor satukan, jadi nggak harus ditakut-takutin," jelasnya.

Bentuknya tutur consultant komunikasi ini, ialah dari sikap dokter kepada pasien. Artinya, sebut dia, dokter harus menjawab secara jelas apa penyakit pasien, seperti menjelaskan kepada temannya sendiri."Jadi ngomongnya bukan hanya penyakitnya begini, lalu ambil obat saja. Itu kan nggak ada komunikasinya," terangnya.

Selain itu, sambung Silih, ialah bagaimana agar rumah sakit itu juga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. Untuk itu, timpal dia, keidentikan rumah sakit sebagai tempat yang menyeramkan juga harus dibenahi.

"Memang sudah ada rumah sakit yang kantinnya bersih, dan toiletnya tidak lagi bau obat. Jadi orang datang ke rumah sakit itu perasaannya seperti datang ke mal. Hal yang kayak gitu yang membuat konsumen menjadi nyaman. Sehinga, selain pasien yakin akan sembuh serta biaya ditanggung BPJS, jadi datang berobat pun dengan perasaan senang," pungkasnya.(BS07)
 

T#g:Rumah Sakit
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Musisi Amerika Tony Memmel Hibur Anak Penderita Kanker di RSUP Haji Adam Malik

    Beritasumut.com-Berikan dukungan dan semangat kepada anak-anak penderita kanker, Musisi asal Amerika Serikat Tony Memmel And His Band melakukan Liv

  • 2 minggu lalu

    Nelfon Saat Tugas, Perawat RS Grand Medistra Lubuk Pakam Diistirahatkan

    Beritasumut.com-Seorang perawat Rumah Sakit Grand Medistra (RSGM) Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, terpaksa diistirahatkan setelah melaku

  • 3 minggu lalu

    Defisit Hingga Rp 9 T, BPJS Kesehatan Diminta Lakukan Evaluasi

    Beritasumut.com-Sesuai dengan laporan keuangan Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla

  • 3 minggu lalu

    Ini Permasalahan yang Menyebabkan Rumah Sakit Swasta Sulit Peroleh Akreditasi

    Beritasumut.com-Sekitar 50 persen dari 200-an rumah sakit (RS) swasta yang ada di Sumatera Utara (Sumut), saat ini telah mengantongi akreditasi. Na

  • 4 minggu lalu

    BPJS Kesehatan dan KPK Deteksi Kecurangan Klaim Rumah Sakit

    Beritasumut.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat ini mengaku tengah membidik sejumlah rumah sakit yang melakukan kecurangan

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.