Minggu, 18 Februari 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • Inilah Masalah dalam Pencegahan HIV/AIDS di Masyarakat
pilkada beritasumut.com

Inilah Masalah dalam Pencegahan HIV/AIDS di Masyarakat

Selasa, 07 November 2017 02:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Marjuki mengatakan, untuk meminimalisir penyebarannya tersebut, pemerintah sendiri telah berupaya melakukan berbagai langkah dalam pencegahannya. Namun, ia mengakui, hal itu masih terkendala, terutama mengenai permasalahan stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).
 
"Kendala yang dihadapi dalam melakukan pencegahan adalah stigmatisasi di masyarakat. Sehingga akibatnya, kadang program tidak bisa langsung direspon," ungkapnya dalam acara Sosialisasi Pencegahan HIV-AIDS di Provinsi Sumatera Utara, Senin (06/11/2017).
 
Marjuki menerangkan, Kemensos saat ini telah mengumpulkan sejumlah calon-calon sahabat peduli ODHA. Diharapkan dengan adanya sahabat ODHA ini, bekal pengetahuan yang dimilikinya, dapat ditularkan kepada masyarakat.Pasalnya, saat ini posisi ODHA juga masih banyak yang belum diterima dalam lingkungan masyarakat. Bahkan, hal itu termasuk dari keluarganya sendiri.
 
"Terutama pada usia remaja, 15 sampai 24 tahun. Sehingga diharapkan mampu mencegah supaya tidak terkena HIV/AIDS. Karena tidak semua keluarga punya pemahaman yang sama," jelasnya.
 
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos, Sony Manalu menambahkan, dilakukannya sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di Sumatera Utara, karena Kota Medan merupakan satu dari tiga daerah di Indonesia yang telah memiliki panti sosial ODHA, selain Ternate dan Sukabumi. Di samping juga, penderita ODHA di provinsi Sumatera Utara juga tergolong banyak."Artinya, saat ini kita boleh berbangga hati. Sebab, satu-satunya negara di dunia yang memiliki panti ODHA baru di Indonesia," terangnya.
 
Untuk sahabat ODHA, Sony mengaku, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 orang. Karena ia menilai, HIV/AIDS merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh."Supaya HIV/AIDS tidak tertularkan, sehingga pencegahan menjadi program kemensos. Karena itulah Sumut menjadi tempat kedua dilakukannya sosialisasi," pungkasnya. (BS07)
 
T#g:AIDSHIVHIV/AIDSHIV-AIDSHIV AidsNarkoba
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Ketahuan Pakai Sabu, IRT Diamankan Polisi dari Kamar Kos

    Beritasumut.com-Konsumsi narkoba jenis sabu-sabu, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Masdiana Ginting (43) warga Jalan Bajak II Gang Langsat No

  • 2 hari lalu

    Disparpora Kota Sibolga Lakukan Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba di Kalangan Generasi Muda

    Beritasumut.com-Dalam upaya untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan juga penyakit masyarakat (Pekat), Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui

  • 3 hari lalu

    Saat Diringkus Ditemukan Sabu, Tiga Warga Tanjung Mulia Diringkus Polsek Kutalimbaru

    Beritasumut.com-Reza Hanjaya Matondang (26) warga Jalan Tanjung Mulia, Gg Tawon, Isnan Ritonga (45) warga Jalan Kawat III dan Ismail (25) warga Jal

  • 3 hari lalu

    Bukan Buku Pelajaran Sekolah, Namun Benda Ini yang Ditemukan Polisi di Rumah Oknum Guru SD di Asahan

    Beritasumut.com-Unit Opsnal Res Narkoba Polres Asahan melakukan penggeledahan di rumah Chairil Anwar (34) seorang oknum guru SD Perk Bandar Selamat

  • 3 hari lalu

    Menyaru Sebagai Pembeli, Sat Resnarkoba Polres Simalungun Bekuk Pengedar Sabu

    Beritasumut.com-Seorang terduga pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dibekuk petugas Sat Resnarkoba Polres Simalungun.

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.