Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • Kesehatan
  • Inilah Masalah dalam Pencegahan HIV/AIDS di Masyarakat
pilkada beritasumut.com

Inilah Masalah dalam Pencegahan HIV/AIDS di Masyarakat

Selasa, 07 November 2017 02:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Marjuki mengatakan, untuk meminimalisir penyebarannya tersebut, pemerintah sendiri telah berupaya melakukan berbagai langkah dalam pencegahannya. Namun, ia mengakui, hal itu masih terkendala, terutama mengenai permasalahan stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).
 
"Kendala yang dihadapi dalam melakukan pencegahan adalah stigmatisasi di masyarakat. Sehingga akibatnya, kadang program tidak bisa langsung direspon," ungkapnya dalam acara Sosialisasi Pencegahan HIV-AIDS di Provinsi Sumatera Utara, Senin (06/11/2017).
 
Marjuki menerangkan, Kemensos saat ini telah mengumpulkan sejumlah calon-calon sahabat peduli ODHA. Diharapkan dengan adanya sahabat ODHA ini, bekal pengetahuan yang dimilikinya, dapat ditularkan kepada masyarakat.Pasalnya, saat ini posisi ODHA juga masih banyak yang belum diterima dalam lingkungan masyarakat. Bahkan, hal itu termasuk dari keluarganya sendiri.
 
"Terutama pada usia remaja, 15 sampai 24 tahun. Sehingga diharapkan mampu mencegah supaya tidak terkena HIV/AIDS. Karena tidak semua keluarga punya pemahaman yang sama," jelasnya.
 
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos, Sony Manalu menambahkan, dilakukannya sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di Sumatera Utara, karena Kota Medan merupakan satu dari tiga daerah di Indonesia yang telah memiliki panti sosial ODHA, selain Ternate dan Sukabumi. Di samping juga, penderita ODHA di provinsi Sumatera Utara juga tergolong banyak."Artinya, saat ini kita boleh berbangga hati. Sebab, satu-satunya negara di dunia yang memiliki panti ODHA baru di Indonesia," terangnya.
 
Untuk sahabat ODHA, Sony mengaku, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 orang. Karena ia menilai, HIV/AIDS merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh."Supaya HIV/AIDS tidak tertularkan, sehingga pencegahan menjadi program kemensos. Karena itulah Sumut menjadi tempat kedua dilakukannya sosialisasi," pungkasnya. (BS07)
 
T#g:AIDSHIVHIV/AIDSHIV-AIDSHIV AidsNarkoba
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu jam lalu

    Polsek Patumbak Grebek Pengedar Sabu di Jalan Balai Desa

    Beritasumut.com-Sedang berkendara di sekitar Jalan Balai Desa Pasar 12, Kecamatan Patumbak, personil Unit Reskrim Polsek Patumbak menangkap seorang

  • 19 jam lalu

    Terlibat Duel dengan Polisi, Satu Pelaku Pengedar Narkoba Warga Klambir Lima Tewas

    Beritasumut.com-Seorang pelaku yang terlibat dalam jaringan pengedar narkoba, Safrizal alias Rizky (32) warga Klambir Lima, tewas setelah sebelumny

  • kemarin

    Bawa Ganja Pakai Becak, Penarik Becak Ini Ditangkap Polisi

    Beritasumut.com-Sat Resnarkoba Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menangkap Ahmad Rifai Lubis alias Arif, warga Kelurahan Simare-mare, Kecamatan Sibo

  • 2 hari lalu

    Gunakan Aplikasi 'Polisi Kita', Polsek Sunggal Tangkap Pemakai Sabu

    Beritasumut.com-Dengan memproses laporan warga yang dikirimkan melalui aplikasi online 'Polisi Kita', Polsek Sunggal berhasil menangkap pel

  • 3 hari lalu

    Polrestabes Medan Tangkap Pengedar Sabu di Batang Kuis

    Beritasumut.com-Pelaku berinisial YL (32) penduduk Jalan Medan – Batang Kuis dan IN (23) penduduk Jalan Pancasila, Gang Cempaka diboyong petu

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.