Kesehatan

Bersama Yayasan Budaya Hijau, Kadin Sumut Gelar Pelatihan Eco Enzyme dan Briket Sampah Organik


Bersama Yayasan Budaya Hijau, Kadin Sumut Gelar Pelatihan Eco Enzyme dan Briket Sampah Organik
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut), melalui bidang Good Corporate Governance (GCG), Corporate Social Responsibility (CSR), dan Lingkungan Hidup, kembali menggelar pelatihan dalam program Kampung Kadin. Dalam tema kali ini, Kadin menggandeng para relawan dan komunitas peduli lingkungan untuk ikut berpartisipasi diantaranya, Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Rumah Briket dan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).
 
Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Dr Ir Martono Anggusti SH MM MHum mengatakan, tema kali ini adalah Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dan Briket Sampah Organik, dimana pelatihannya diadakan estafet di 25 titik yang ada di Kota Medan. Diungkapkannya, kegiatan yang berada di bawah pengawasannya ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat eco enzyme dan menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.
 
"Ada sebanyak 25 titik yang dikerjakan yakni pelatihan pembuatan Eco Enzyme dan pelatihan pembuatan arang sehat. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat bahwa eco enzyme memiliki banyak sekali fungsi untuk masyarakat. Paling penting adalah berkontribusi untuk mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan," ujar Martono, pertengahan pekan ini.
 
Martono menyebut, antusiasme warga di tiap titik diadakannya pelatihan ini sangat besar. Oleh karena itu, pihaknya berharap kegiatan ini bersifat berkelanjutan sehingga masyarakat bisa mandiri dan memulai gaya hidup baru yang ramah lingkungan. "Kita lihat warga sangat antusias. Makanya kita ingin sifatnya berkesinambungan dan terus menerus. Jadi warga bisa mandiri membuat eco enzyme di rumahnya sendiri," imbuhnya.
 
Dari seluruh 25 titik diadakan Kampung Kadin, tidak hanya di kelurahan tetapi juga institusi pendidikan dan pemerintahan. Martono menerangkan, sekolah-sekolah ataupun institusi pendidikan menjadi target penting bagi Kampung Kadin karena merupakan tempat belajar formal bagi SDM yang ada di Medan. "Kita juga melakukan pelatihan ini di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, juga di instansi-instansi pemerintah," lanjutnya.
 
Martono berharap, semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap benyaknya manfaat yang dapat diambil dari eco enzyme. Selain itu juga dapat jumlah limbah organik yang dihasilkan. "Semoga semakin banyak yang tahu mengenai eco enzyme ini. Perlahan-lahan kita ubah mindset dan perilaku kita dan masyarakat khususnya di Kota Medan," katanya.
 
Dalam waktu dekat, Martono mengatakan, pihaknya akan mengadakan penyiraman secara serentak eco enzyme ke sungai-sungai yang ada di Kota Medan. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas air sungai yang ada di Medan. "Hari bumi nanti kita juga akan adakan penyiraman eco enzyme ke sungai-sungai yang ada di Medan. Harapannya teman-teman bisa turut ikut andil dalam kegiatan tersebut, juga mengajak teman-teman lainnya. Sehingga pelan-pelan apa yang diinginkan dapat terwujud yakni perubahan mindset dan perilaku masyarakat," katanya.
 
Sementara, Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI), Bathara Surya Yusuf yang juga fasilitator pelatihan eco enzyme pada program Kampung Kadin ini mengatakan, dirinya berharap semakin banyak masyarakat yang mengerti mengenai apa itu eco enzyme dan apa pentingnya bagi kehidupan. "Eco enzyme merupakan cairan multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pengganti pembersih lantai, untuk mandi, obat kumur, bahkan dapat juga menghilangkan jerawat dan bekas luka," ungkapnya.
 
Dalam isu yang tengah marak yakni wabah virus corona, eco enzyme, sambung Bathara, dapat memangsa penyebaran virus yang ada di udara sehingga udara dapat lebih bersih dan segar. "Harapannya agar masyarakat semakin banyak yang teredukasi akan pentingnya cairan eco enzyme ini. Saat ini wabah virus corona tengah merebak sehingga sebagian besar masyarakat dilanda ketakutan yang berlebih, nah dengan eco enzyme disemprot ke udara, bisa memangsa virus dan bakteri yang terkandung di dalam udara termasuk virus corona," jelasnya.
 
Senada itu, Ketua Umum Umat Buddha Nusantara (UBN) Indonesia, Charles Tandoko mengatakan, dirinya mengikuti beberapa kali pelatihan yang diadakan di Kampung Kadin. (BS09)

Tag:Briket SampahEco EnzymeKadin SumutxSampah OrganikYayasan Budayahijau