Rabu, 22 November 2017
pilkada beritasumut.com

Pribumisasi Mode : Menuju Nusantara yang Kaya Karya

Selasa, 01 Agustus 2017 12:25:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan para seniman, pemerhati budaya serta penggiat mode di Kabupaten Jepara. 
 
“Kita dibanjiri luapan budaya dari manca negara, termasuk dalam gaya dan tatacara berbusana. Perlu mengupayakan untuk menggali potensi-potensi lokal, termasuk tradisi yang dihidupkan oleh masyarakat sampai ke tingkatan desa, untuk digunakan sebagai gagasan utama ragam busana kita,” ujar Indria Mustika, salah seorang guru di SMK Negeri 2 Jepara, dalam diskusi 'Pribumisasi Fashion Carnival dan Penguatan Kearifan Lokal' di Kedai Kebun Kita, Desa Bondo, Bangsri, Jepara. 
 
Menurut perempuan yang membidani lahirnya Jepara Carnival 2015 ini, banyak di antara kita yang abai dengan tradisi dan budaya lokal, dan seringnya meniru budaya-budaya dari luar. Pada acara Jepara Carnival 2015, Indria bersama kalangan seniman Jepara telah mempromosikan rancangan-rancangan dengan bahan dasar tenun Troso khas Jepara dan batik.
 
Diskusi yang didahului dengan kegiatan bimbingan menulis bagi remaja ini diselenggarakan (30/07/2017) oleh Yayasan Kartini Indoesia(YKI) sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Mata Air Jepara 2017 dengan dukungan dari Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA). “Kami ingin menekankan pentingnya proses pribumisasi budaya. Pribumisasi kami maknai sebagai proses eksplorasi nilai-nilai kelokalan, atau pribumi, sebagai pijakan pengembangan pengetahuan dan kebudayaan masyarakat,” Hadi Priyanto.
 
Ketua YKI Jepara menyampaikan. Untuk mewujudkan proses pribumisasi pengetahuan dan karya, YKI berkomitmen untuk turut mendampingi sekolah dan komunitas-komunitas di Jepara untuk mengembangkan motif dan rancangan yang bertumpu pada kekuatan potensi lokal Jepara.
 
Diskusi dan peragaan busana ini banyak dihadiri oleh remaja, pelajar dan anak-anak di Jepara. “Keterlibatan remaja dan pelajar SMA dalam kegiatan diskusi sekaligus peragaan busana ini sangat penting. Remaja sangat peka terhadap trend, termasuk trend busana. Kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada potensi lokal,” kata Didin Ardiansyah, seorang seniman muda Jepara, yang malam tadi juga menyajikan beberapa rancangan busananya. 
 
Busana berbahan dasar limbah karya Didin diperagakan oleh para pelajar SMK Al-Hamidiyah Batealit, Jepara. Baginya, mempribumikan produk busana dan industri kreatif dengan bertumpu pada potensi dan kearifan lokal akan membuat Indonesia kaya karya.
 
“Kegiatan bimbingan menulis gratis sebelum pelaksanaan diskusi juga menjadi pendekatan yang menarik untuk merangkul kalangan remaja. Masih sangat jarang kami temui rangkaian kegiatan semacam ini yang meyentuh sampai tingkat desa. Ini perlu dilakukan lebih sering tidak hanya di Jepara,” ujar Udik Agus, Ketua Dewan Kesenian Daerah, yang turut hadir di antara pengunjung diskusi.(rel)
T#g:fashionkaryamode
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Tahun Depan Pemerintah Laksanakan Program Cash of Work

    Beritasumut.com-Selain menggelontorkan Dana Desa yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp60 triliun, mulai tahun depan Pemerintah akan mulai pembanguna

  • satu minggu lalu

    Aryaduta Hotel Group Luncurkan Seragam Bergaya Indonesia Modern

    Beritasumut.com–Merancang ulang seragam staf menjadi salah satu tren mode terbaru dalam industri perhotelan, dan hotel-hotel terkemuka sepend

  • 3 minggu lalu

    Berupaya Kabur Saat Hendak Ditangkap, Dua Penjambret Karyawan Toko Roti Aroma Ditembak Polisi

    Beritasumut.com-Personil Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkan dua pelaku penjambretan terhadap Rika Apriani (22), karyaw

  • 3 minggu lalu

    Polisi Bekuk Perampok Karyawan BNI di Siantar, Satu Tewas Ditembak

    Beritasumut.com-Tim gabungan Polres Siantar dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Ditreskrimum Polda Sumut menangkap 2 tersangka jambret yang menyebab

  • 4 minggu lalu

    Bupati Deli Serdang Buka Pelatihan Relawan 'Kotaku'

    Beritasumut.com-Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan membuka pelatihan relawan dan pengelolaan keuangan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupate

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.