Ekonomi

Presiden Zanzibar dan Duta Besar RI di Tanzania Resmikan Fasilitas Distilasi Minyak Daun Cengkeh Indesso


Presiden Zanzibar dan Duta Besar RI di Tanzania Resmikan Fasilitas Distilasi Minyak Daun Cengkeh Indesso
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Indesso, perusahaan Indonesia yang didirikan sejak 1968 dan dikenal sebagai pemimpin pasar global dalam produk turunan minyak cengkeh, meresmikan fasilitas penyulingan minyak daun cengkeh di Pulau Pemba, Zanzibar, Tanzania, Afrika Bagian Timur. Fasilitas pertama ini diresmikan oleh Presiden Zanzibar, Dr Ali Mohammed Shein dan dihadiri Duta Besar RI untuk Tanzania, Prof Dr Ratlan Pardede.

Duta Besar RI untuk Tanzania mengatakan, investasi ini adalah bagian dari realisasi komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan ekonomi dan bisnis lebih erat dengan negara-negara di benua Afrika yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di Bali, Indonesia pada tahun 2019. "Cengkeh memang merupakan tanaman asli dari Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku. Namun saat ini tanaman ini juga tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Zanzibar, Tanzania," ujar Prof Dr Ratlan Pardede melalui siaran persnya Jumat (18/09/2020).

Prof Ratlan menyebut, meski kualitas bunga cengkeh Zanzibar telah mendunia, masyarakat setempat belum terbiasa mengumpulkan dan mengolah daun cengkeh menjadi minyak atsiri, karena produk utama yang dimanfaatkan hanya bunga dan gagangnya. "Padahal bagian tanaman yang sering kali dianggap sebagai produk sisa (limbah) ini masih memiliki nilai ekonomis. Daun cengkeh bisa didistilasi untuk diambil minyaknya," sambungnya.

Dia menjelaskan, selama ini Indesso bekerja sama dengan ribuan penyulingan rakyat di Indonesia untuk mendapatkan pasokan minyak cengkeh. Dari sana, Indesso melakukan proses fraksionasi minyak cengkeh hingga menghasilkan berbagai produk turunan (derivatisasi). Aplikasi turunan minyak cengkeh ini sangat beragam. Isolasi kandungan aktif dan turunan minyak cengkeh menghasilkan produk-produk yang dapat digunakan sebagai bahan baku perisa/fragrans (misalnya perisa vanilla), pestisida alami, obat bius ikan, dan lain-lain. Industri makanan-minuman, farmasi, kosmetik, pengendalian hama dan pakan ternak juga telah membuka peluang lebih luas dalam pemakaian produk-produk ini selain tentunya industri rempah untuk bumbu dan bahan obat tradisional.

"Investasi awal ini masih akan berlanjut di tahun tahun mendatang dan akan memberi kontribusi positif bagi kedua negara. Di satu sisi, Indesso memperoleh tambahan sumber bahan baku minyak daun cengkeh untuk diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga hasil nilai tambah juga meningkatkan devisa negara dari produk akhir yang diekspor," terang Prof Ratlan.

Di sisi lain, sambungnya, masyarakat di Zanzibar, Tanzania mendapat penghasilan tambahan dari bahan biomassa yang sebelumnya tidak termanfaatkan. "Proyek ini menjadi langkah awal untuk lebih berkembangnya industri atsiri di Zanzibar ke depannya," pungkasnya. (Rel)


Tag:Daun CengkehDuta BesarRIIndessoNegara TanzaniaPresiden ZanzibarRatlan Pardede