Ekonomi

YBHI Bersama Universitas HKBP Nommensen Launching Benih Jagung dengan Harga Terjangkau


YBHI Bersama Universitas HKBP Nommensen Launching Benih Jagung dengan Harga Terjangkau
beritasumut.com/BS10

Beritasumut.com-Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI) bersama Universitas HKBP Nommensen (UHN) melaunching benih jagung ungguk Bisma. Benih jagung ini tersedia dengan harga terjangkau bagi petani, yakni dengan harga Rp 40.000 per Kilogram.

"Harga ini jauh di bawah harga pasar yang berkisar Rp 108.000 per Kilogram. Sehingga, kehadiran benih jagung ini menajdi solusi bagi petani, sehingga memberikan hasil yang lebih maksimal saat panen," ujar Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI) Bathara Surya Yusuf, didampingi Pembina YBHI Arman Chandra, saat launching penjualan benih jagung unggul, di Porlak Nommensen Simalingkar B, Medan Tuntugan, Medan, Sabtu (24/10/2020).

Bathara mengatakan, hasil panen jagung yang ditanam petani dengan bibit jagung Bisma ini bisa berfungsi sebagai bibit jagung kembali, jagung muda bisa dimakan dan juga untuk pakan ternak. "Keunggulan benih jagung Bisma bisa menjadi benih kembali, saat dipetik jagung muda menjadi makanan dan menjadi pakan ternak juga bisa," ujarnya, seraya menyebutkan bibit jagung unggul Bisma ini sudah mendapatkan lima sertifikasi dari pemerintah baik dari potensi pupuk maupun dari sistem organik.

Sementara itu, Rektor UHN Haposan Siallagan yang turut turut hadir dan mengemas benih jagung unggul Bisma berisi 5 kg tersebut, mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi dari imbauan pemerintah kepada seluruh
Perguruan Tinggi (universitas) untuk berinovasi guna mendukung kebutuhan perekonomian masyarakat.

"Kita punya lahan, kemudian kita gandeng YBHI, kita diskusi lalu kita pilih jagung. Kami ingin mengubah mindset sarjana pertanian bila selesai kuliah tidak kerja di kantoran. Kami bercita-cita bagaimana kami mendidik mereka kembali ke kampung halaman kemudian jadi petani. Oleh karena itu kami ingin mencetak ribuan petani muda yang siap untuk bertani ke desa," ujar Haposan.

Menurutnya, para petani di daerah kebanyakan sudah tergolong petani tua. Misalnya saja di Tapanuli Utara, Humbang Hasudutan, Samosir rata-rata petaninya sudah tergolong petani tua. "Kita ingin anak-anak muda ini jadi petani, jadi petani juga bisa kaya," ungkapnya.(BS10)


Tag:Universitas HKBP NpmmensenYBHIbenih jagungbenih jagung unggul bismaPetani Jagung