Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • Ekonomi
  • Tarif Listrik Dipukul Rata, Pasti Memberatkan
pilkada beritasumut.com

Tarif Listrik Dipukul Rata, Pasti Memberatkan

Selasa, 14 November 2017 14:25:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Rencana Pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan menghapus kelas golongan pelanggan listrik Rumah Tangga (R-1) dari daftar golongan pelanggan tariff adjustment (non-subsidi) menuai kritik dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar. Dirinya menilai kebijakan ini dipastikan akan memberatkan sebagian besar konsumen rumah tangga.
 
"Penyeragaman tarif dilakukan bersamaan dengan kenaikan tarif yang telah dijalankan oleh PLN setiap triwulan di tahun 2017. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya konsumen menerima kebijakan ini." Tutur Rofi Munawar dalam rilis pers, Senin (13/11/207).
 
Legislator asal Jawa Timur ini memaparkan saat ini golongan 900 VA-RTM membayar listrik Rp1.352 per KWh. Sedangkan golongan 1300 dan 2200 per KWh membayar listrik Rp1.467 per KWh. Meski Pemerintah beralasan kenaikan ini selisihnya relatif kecil antar golongan, namun sudah dipastikan akan menambah konsumsi rutin.
 
"Skema ini dilakukan untuk memaksa pelanggan menaikan daya ke 1300 dan 2200. Dengan kenaikan tersebut pelanggan dipaksa juga agar lebih efisien terhadap penggunaan listrik," tegasnya.
 
Rofi juga beralasan langkah penyeragaman tarif sesungguhnya sedang menunjukan bahwa kinerja PT PLN tidak efisien. Permasalahan utama skema ini pada akhirnya justru pada kemampuan elektrifikasi dari PLN. Karena ruang penggunaan listrik akan lebih besar, daya pasang tersambung harusnya lebih besar lagi.
 
"Ironisnya saat ini PLN saja sering tidak mampu memenuhi daya pasang tersambung, kondisi listrik sering 'byarr pett'. Di sisi lain masyarakat belum terlatih dengan cara-cara untuk menghemat listrik," pungkasnya.
 
Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus daya listrik di bawah golongan 4.400 Volt Ampere (VA). Sehingga, pelanggan rumah tangga hanya akan menjadi satu golongan.(rel)
T#g:krisis listriktarif listriktarif listrik disamakan
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Dapat Tambahan Rp7 Triliun, KESDM: Subsidi Listrik Tahun 2017 Jadi Rp51 Triliun

    Beritasumut.com-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melaksanakan Forum Tematik melalui Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bak

  • 5 bulan lalu

    PLN Akan Tingkatkan Kapasitas Listrik di Tanjungbalai

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama masyarakat melaksanakan silahturahmi sekaligus berbuka puasa bersama PT PLN (persero) Unit Ind

  • 5 bulan lalu

    Anggota DPR: Evaluasi Pencabutan TTL 900 VA

    Beritasumut.com-Anggota Komisi VII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofi’ Munawar tegaskan bahwa Komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM RI

  • 6 bulan lalu

    Dir Pamobvit Polda Sumut Bahas Isu Sosial Terkait Pembangunan PLTA Wampu Bersama Presdir PT Wampu Elektric Power

    Beritasumut.com-Dir Pamobvit Polda Sumut Kombes Pol Hery Subansauri melakukan pertemuan dengan Presdir PT Wampu Electric Power Park Youngkyu, di Ho

  • 6 bulan lalu

    Gubernur Sumut Sikapi Listrik Padam Saat Ramadhan

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, mengatakan, listrik PLN yang padam disejumlah lokasi saat bulan suci Ramadhan d

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.