Ekonomi

Kadin dan BI Sumut Kaji Dampak COVID-19 terhadap Dunia Usaha di Sumut


Kadin dan BI Sumut Kaji Dampak COVID-19 terhadap Dunia Usaha di Sumut
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara mengandeng Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mengelar Diskusi Online mengunakan media Zoom dengan mengangkat tema “Menyikapi Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Usaha di Sumatera Utara”.

Diskusi ini diikuti oleh jajaran Dewan Pengurus Kadin Sumatera Utara dan Kadin Kab/Kota, Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara beserta jajarannya, Para Ketua Asosiasi, Disperindag Sumatera Utara, Bappeda Sumatera Utara, PT. Telkom, BUMN dan BUMD, Direktur Eksekutif Kadin Sumatera Utara Hendra Utama dan kalangan tokoh di Sumatera Utara yang notabene adalah pengusaha.

Bertindak sebagai moderator Wakil Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Bidang Perbankan, Hendra Arbie dan Host Zoom adalah Wakil Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek, Oky Irawan.

Dalam sambutan pembukaanya, Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkapkan bahwa pandemic Covid-19 telah berlangsung di Indonesia sebulan lebih, dimana hampir semua sektor industri terkena dampaknya. "Karena itu Pemerintah perlu secepatnya memberikan sejumlah insentif ke dunia usaha agar perekonomian nasional dan daerah bisa tetap bergerak dan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa dihindari seoptimal mungkin," katanya.

Dia menjelaskan, Sumatera Utara selama ini sebagai penopang perekonomian Nasional, dimana pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tumbuh diatas rata-rata perekonomian nasional. "Dunia usaha saat ini hanya mampu untuk bertahan, dengan harapan pemerintah segera memberikan stimulus yang diminta kalangan dunia usaha hingga Rp. 1.600 triliun. Pemerintah harus menambah jumlah stimulus dari saat ini Rp. 405 triliun menjadi Rp. 1.600 triliun untuk memitigasi dan menangani dampak virus Corona (Covid-19). Stimulus yang dikeluarkan Pemerintah belum ideal, terutama jika dikaitkan dengan jumlah 93 juta masyarakat miskin dan rentan miskin, serta pengusaha kecil dan pekerja informal yang belum tersentuh bantuan,” kata Ivan Iskandar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat sebagai narasumber memaparkan beberapa diantaranya agenda Perkembangan COVID-19 di Indonesia, Dampak terhadap Perekonomian, Dampak terhadap Inflasi, Dampak terhadap Kemiskinan dan Ketenagakerjaan, Perkembangan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Bank Indonesia.

"Peran BI Sumatera Utara dalam mendukung pengembangan UMKM pada masa Covid-19 antara lain melakukan Fasilitasi pendampingan UMKM melalui Whatsapp Group. Sehingga setiap pelaku usaha binaan dapat bekonsultasi dengan Pembina yang tersertifikasi, mengenai kendala yang dihadapi di tengah pandemi covid-19," ungkapnya.

Wiwiek menambahkan, bahwa data sampai dengan 14 April 2020, ada sekitar 183.000 kartu prakerja di Sumatera Utara. "Namun sampai saat ini hanya berkisar 14.000 yang mendaftar.Dari data ini maka masih banyak peluang yang ada bagi pekerja yang ingin mengikuti program ini," sebutnya melalui media Zoom. (BS01)


Tag:BI SumutCOVID 19COVID-19Hendra ArbieIvan IskandarKadin SumutOky IrawanWiwiek Widayat