Ekonomi

Kadin Sumut Ajak Belgia Kembangkan Kawasan Ekonomi Pantai Barat Sumatera dan Hilirisasi Produk Coklat


Kadin Sumut Ajak Belgia Kembangkan Kawasan Ekonomi Pantai Barat Sumatera dan Hilirisasi Produk Coklat
BERITASUMUT.COM/BS09
Beritasumut.com-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) menerima kunjungan Kedutaan Besar Belgia untuk Indonesia di Kantor Kadin Sumut, Jalan Sekip Baru, No.16, Medan Petisah, Selasa (24/02/2020). 
 
Kehadiran Duta Besar Belgia untuk Indonesia yang dipimpin Stephane De Loecker merupakan rangkaian kunjungan ke Provinsi Sumut dan Banda Aceh pada 23-26 Februari 2020. Pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara, termasuk di dalamnya informasi mengenai market opportunity, perdagangan barang dan jasa, ekspor dan prosedur dalam hal bea dan cukai (Customs, Immigration, Quarantine). 
 
Dalam kesempatan itu, Stephane De Loecker mengungkapkan bahwa salah satu maksud dan tujuan kedatangannya ke Sumut, dikarenakan Provinsi Sumut merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia, terutama di Pulau Sumatera."Belgia adalah salah satu tujuan ekspor yang dikenal sebagai penghasil olahan makanan dan minuman, terutama dari biji kakao, yaitu coklat. Potensi ekspor ke Belgia adalah biji kakao, alas kaki, peralatan otomotif terutama meliputi produk otomotif mobil dan motor. Itulah produk yang banyak diekspor ke Negara Belgia," ujar Stephane.
 
Namun, lanjut Stephane, sektor ini belum termasuk sektor lain yang juga merupakan komoditi populer untuk ekspor, termasuk migas dan sawit (palm oil). Belgia merupakan mitra dagang yang potensial dan menarik bagi Indonesia."Sampai saat ini, banyak pasar di Belgia yang belum tergarap dengan optimal dan memiliki masih banyak peluang untuk terus dikembangkan," jelasnya.
 
Seperti diketahui, Pelabuhan Antwerpen, yang terletak di Flandria, Belgia adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk kedua di Eropa dalam hal kapasitas kargo yang ditangani setelah Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Sejarah Pelabuhan Antwerpen ini tak lepas dari kerjasama antara negara-negara Eropa untuk bersinergi membangun sebuah pelabuhan berkualitas dan modern.
 
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara menjelaskan bahwa para pengusaha Sumut mengajak Belgia untuk dapat ikut serta mengembangkan Kawasan Barat Sumatera, melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) Pantai Barat dan hilirisasi produk coklat agar memiliki nilai tambah. "Adanya ketimpangan pembangunan antara sisi pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara dalam hal ini perlu dikejar, termasuk kawasan Nias," jelas Ivan.
 
Menurut pandangan dunia usaha, kata Ivan, saat ini memang lebih banyak permasalahan dan aturan yang belum selesai."Dengan adanya rancangan Omnibus Law ini, kedepannya lebih fokus untuk dilakukan penyedehanaan seluruh peraturan untuk memudahkan investasi," terangnya.
 
Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Santri A Sinaga, WKU Bidang Hubungan Internasional dan Sumber Daya Energi Sjahrian Harahap, WKU Bidang Koordinator Wilayah India Dr Geeta, Komite Tetap Bidang Investasi dan Promosi Helmy Adiputra Arbie, Komite Sumber Daya Energi Wiko Siregar dan Direktur Eksekutif Kadin Sumut Hendra Utama beserta Staf Sekretariat Kadin Sumut Bidang Hubungan Internasional Riza Ashadi. 
 
Turut hadir juga rombongan dari Duta Besar Belgia, Christophe Van Overstraeten, Kepala Bagian Perdagangan dan Investasi untuk Wilayah Wallonia Marc Devrient, Kepala Bagian Perdagangan untuk wilayah Flanders & Brussels dan Eddy De Cuyper selaku Kepala Bagian Bea Cukai.(BS09)
 

Tag:BelgiaCoklatKadinKadin Sumut