Ekonomi

HUT ke-15, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Edukasi 1.200 Pelaku Usaha Waralaba


HUT ke-15, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Edukasi 1.200 Pelaku Usaha Waralaba
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) tahun ini genap berusia 15 tahun. Mulai diresmikan pada tanggal 20 Oktober 2005, WALI telah diakui sebagai salah satu organisasi resmi yang menginisiasi perkembangan bisnis waralaba, lisensi, dan kemitraan di Indonesia.

Selama 15 tahun eksistensinya, Perhimpunan WALI memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan bisnis waralaba, lisensi, dan kemitraan di Tanah Air. Keberadaan Perhimpunan WALI terus mengiringi, perkembangan dan tantangan pelaku bisnis di Indonesia.

Sebelumnya pelaku usaha dihadapkan pada tantangan industry 4.0 yang memberikan dampak signifikan terhadap perubahan pasar. Kini pengusaha juga dihadapkan pada tantangan munculnya pandemi COVID-19. Menghadapi tantangan tersebut Perhimpunan WALI tetap memberikan kontribusi agar para pelaku usaha waralaba, lisensi, dan kemitraan tetap bangkit.

Ketua Umum Perhimpunan WALI, Tri Raharjo mengungkapkan bahwa tantangan pandemi dan new normal tidak menyurutkan Perhimpunan WALI untuk tetap menjalankan berbagai program dalam rangka mengedukasi dan mengenalkan brand-brand waralaba, lisensi, dan kemitraan di Indonesia.
“Berbagai kegiatan webinar dan gathering tetap dilaksanakan secara online. Setiap acara menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya juga praktisi bisnis dari berbagai sektor. Tema juga disesuaikan dengan kondisi saat ini dengan tujuan agar para peserta bisa membaca kondisi dan membuat strategi menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ungkap Tri.

Yulia Astuti, Sekjend Perhimpunan WALI mengungkapkan bahwa sepanjang April hingga Oktober tahun 2020 WALI telah menggelar berbagai event. Mulai dari webinar dan kegiatan gathering, tercatat ada 1.231 peserta dari kalangan pelaku usaha waralaba, lisensi, dan kemitraan yang telah mengikuti webinar yang diselenggarakan Perhimpunan WALI.

“Tidak seperti tahun lalu, seminar tahun ini kita adakan secara online untuk menyesuaikan dengan kondisi new normal. Semoga ini menjadi wujud kontribusi Perhimpunan WALI agar bisnis waralaba, lisensi, dan kemitraan di Indonesia bisa bangkit kembali,” ungkap Yulia.

Dimulai saat wabah pandemi baru muncul, Perhimpunan WALI dengan sigap menggelar Franchise E-Talk dan WALI Gathering yang berlangsung pada 22 April lalu. Mengambil tema “Survival Tips for Franchise Business During COVID-19”, bersama-sama membahas bagaimana para pelaku waralaba menghadapi pandemi COVID-19.

WALI kemudian menggelar webinar Business E-Talk pada tanggal 25 April 2020. Webinar bertema “Peluang dan Ide Bisnis Usai Pandemi” ini bertujuan untuk memberikan awareness kepada para masyarakat bahwa selalu ada peluang di tengah berbagai tantangan, dalam hal ini adalah tantangan pandemi COVID-19.

Kemudian pada 5 Mei 2020, WALI juga menggelar Business E-Talk dengan tema “Strategi Jitu Mengatasi Krisis Akibat COVID-19”. Business E-Talk bersama para pengusaha waralaba itu dilangsungkan secara virtual melalui aplikasi zoom.

“Selama masa pandemi Perhimpunan WALI menghadirkan rangkaian webinar series dengan mengusung tagline Spirit Ekonomi Bangkit. Ada 11 sesi yang dijadwalkan, dan sudah terlaksana 7 kali. Kegiatan webinar series akan kami adakan hingga November 2020, kami berharap lebih dari 1.500 pelaku bisnis dapat menerima manfaat dari kegiatan ini,” ungkap Tri.

Tahun demi tahun Perhimpunan WALI mencatat tren industri waralaba yang semakin berkembang. Perhimpunan WALI meyakini perkembangan bisnis waralaba di Indonesia akan terus mengalami kenaikan. Namun Perhimpunan WALI juga tidak memungkiri berbagai tantangan dan persoalan yang muncul harus dihadapi para pelaku usaha waralaba.

Ketua Umum Perhimpunaan WALI Tri Raharjo mengungkapkan munculnya pandemi COVID 19 memiliki dampak yang signifikan. Tidak sedikit pelaku usaha waralaba yang mengalami penurunan. Bahkan ada beberapa yang terpaksa tidak beroperasi untuk sementara.

Namun, Tri, menyampaikan agar para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bisnis waralaba untuk selalu optimis menghadapi berbagai tantangan. Tidak ada bisnis yang tidak menghadapi tantangan. Adaptasi dan inovasi sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Memasuki tahun 2021 kita canangkan menjadi tahun Spirit Ekonomi Bangkit. Di kuartal IV tahun ini, kita perkuat pengetahuan dan mulai membuat strategi. Kita jadikan tahun ini sebagai tahun Optimis untuk menyiapkan kebangkitan ekonomi. Kami dari Perhimpunan WALI akan siap menjadi wadah untuk kita sama-sama menggali solusi yang tepat agar bisnis waralaba bisa lepas dari berbagai tantangan yang sedang dihadapi,” ungkap Tri.

“Industri waralaba harus terus didukung karena telah memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian. Kami yakin bisnis waralaba akan semakin besar di Indonesia dan mampu menjadi bagian dari pilar perekonomian bangsa,” tambah Yulia.

Selaku Ketua Umum WALI Tri Raharjo juga menyampaikan terimakasih terhadap semua pihak atas ucapan dan doanya untuk HUT WALI yang ke 15.
“Terimakasih kepada semua pihak atas ucapan dan doanya. Kami berharap Perhimpunan WALI terus berkembang, memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan. Sekali lagi tahun ini adalah tahun tantangan dan tahun depan kita sambut sebagai tahun SPIRIT EKONOMI BANGKIT. Sukses terus untuk Perhimpunan WALI dan bisnis waralaba di Indonesia,” tutup Tri.(rel)


Tag:HUT WALI ke-15Perhimpunan Waralaba dan Lisensi IndonesiaUMKMWALIwaralaba