Pushpa Desak Wakil Bupati Tobasa Ditahan


Pushpa Desak Wakil Bupati Tobasa Ditahan
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com - Tim Penyidik Kejati Sumatera Utara dan Kejari Balige didesak segera melakukan penahanan terhadap Wakil Bupati Toba Samosir (Tobasa) Liberty Pasaribu yang tersandung kasus kasus perkara dugaan korupsi pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Yaspena di Desa Sionggang Utara dan Desa Aek Natolu Jaya, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa, sebesar Rp1,2 miliar Tahun 2006. 

Penegasan ini disampaikan Direktur Pusat Study Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) Muslim Muis melalui telepon, Kamis (9/4/2015).

Alasan kenapa pihak kejaksaan segera melakukan penahanan, karena sudah ada itikad yang tidak baik dari Wabup Tobasa Liberty Pasaribu yang mangkir dari panggilan penyidik Kejari Balige dengan alasan sedang sakit jantung tapi kenyataan bisa hadir untuk menerima SK Mendagri sebagai Plt Bupati Tobasa.

"Kalau memang sakit, ya tentunya berada di rumah sakit. Apalagi sakit jantung yang dideritanya harus mendapatkan perawatan khusus pula. Tapi kenyataannya, kondisi Liberty dalam keadaan sehat ketika menerima SK Plt Bupati Tobasa yang diserahkan Mendagri melalui Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Kantor Gubernur Sumut," ujarnya sembari meminta ini menjadi catatan dari penyidik kejaksaan.

Penyidik diminta juga tak langsung percaya dengan alasan ketidakhadiran tersangka. "Tolong dicek juga, ini kan sudah ada buktinya," sebutnya.

Pushpa juga meminta kepada Gubernur Sumut untuk memperhatikan pejabat atau kepala daerah yang bermasalah dengan hukum apalagi yang berkaitan dengan korupsi. 

Sebab yang dilantik menjadi kedua Plt Bupati Tapteng dan Bupati Toba Samosir, terindikasi dengan pelanggaran hukum.

Dikabarkan, Wabup Tobasa yang kini Plt Bupati Tobasa, Liberty Pasaribu sempat telah diamankan sejumlah pria yang mengenakan pakaian safari saat bersantai di Tea Garden Multatuli Cafe and Resto, Medan. Namun setelah dikonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf dan Kasi Penkum Kejati Sumut Chandra Purnama, mengatakan pihaknya tidak ada melakukan penangkapan terhadap Liberty. 

Kemudian tersiar kabar, ternyata Liberty diundang ke Kantor Gubernur Sumut untuk dilantik sebagai Plt Bupati Tobasa.

Sebelumnya, Wabup Tobasa, Liberty Pasaribu dijadwalkan hadir memenuhi panggilan penyidik Kejari Balige, Rabu (8/4/2015), sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Herijon Panjaitan. 

Namun, kedatangannya gagal dikarenakan mengalami gangguan kesehatan yang dialaminya. Sebagaimana ketidakhadiran Wabup Tobasa dikarenakan sakit jantung dan sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. 

Ini sesuai dengan permohonan Wabup Tobasa Liberty Pasaribu yang disampaikan tim penasihat hukum Otto Hasibuan menyebutkan bahwa kliennya, Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu mengalami sakit jantung dan masih menjalani perawatan.

Setelah menerima surat pemberitahuan tersebut, Kacabjari Porsea yang juga tim penyidik Kejari Balige, Parada Situmorang, menyatakan segera melakukan penjadwalan ulang untuk memanggil kembali Wabup Tobasa Liberty Pasaribu, yang mana dalam kasus ini penyidik Cabjari Porsea bersama Kejari Balige telah menetapkan sebagai tersangka. (BS-021)

Tag: