Gaya Hidup

Keberadaan RTH di Kota Medan Kian Terancam


 Keberadaan RTH di Kota Medan Kian Terancam
beritasumut.com/ilustrasi

Beritasumut.com - Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan setiap tahunnya kian tergerus. Hal ini dikarenakan konversi lahan di kawasan perkotaan yang semakin mengurangi luasan RTH.
 
Berdasarkan analisis dan pembahasan dari penelitian yang dilakukan Darwin Parlaungan Lubis dalam disertasinya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Menuju Pembangunan Kota Hijau studi kasus di Kota Medan, diketahui, telah terjadi perubahan pengunaan lahan yang sangat besar dari lahan RTH menjadi ruang terbangun (RTB).

Dijelaskan Darwin penggunaan lahan yang paling besar perubahannya adalah RTB seperti lahan industri bertambah seluas 122, 24 Ha, lahan jasa bertambah bertambah seluas 257,45 Ha, dan permukiman bertambah seluas 763,38 Ha. Sedangkan untuk lahan bervegetasi (RTH) seperti hutan rawa berkurang 160,03 Ha, kebun campuran berkurang 7,45 Ha, lahan sawah berkurang 130,68 Ha, lahan terbuka berkurang 852,04 Ha, dan lahan tegalan bertambah seluas 6,91 Ha.

"Peningkatan jumlah permukiman secara langsung memberi efek berantai pada jumlah penduduk mengakibatkan tekanan konversi RTH juga tinggi dengan perkembangan ekonomi yang merupakan faktor turunannya. Konsekuensi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah menuntut kebutuhan lahan terbangun menjadi semakin meningkat," ujar Darwin kepada beritasumut.com, Minggu (03/04/2016)

Tag: