Selasa, 21 Mei 2019
  • Home
  • Wisata
  • Singapore International Festival of Arts Digelar 16 Mei Hingga 2 Juni 2019

Singapore International Festival of Arts Digelar 16 Mei Hingga 2 Juni 2019

Selasa, 14 Mei 2019 18:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Untuk ke-42 kalinya, Negeri Singapora menggelar Singapore International Festival of Arts (SIFA 2019) dengan menampilkan serangkaian seniman terkemuka dari seluruh dunia, termasuk Indonesia dan yang terbaik dari Singapura. Diselenggarakan oleh National Arts Council dan Arts House Limited, ajang festival seni terbesar Singapura ini akan diselenggarakan mulai 16 Mei hingga 2 Juni 2019.
 
CEO Arts House Limited, Sarah Martin mengatakan, “Rangkaian acara SIFA mencakup kreativitas dan inovasi Singapura, memosisikan festival ini tidak hanya sebagai acara seni puncak di panggung lokal, tetapi sebagai festival seni terkemuka di tingkat global,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (14/05/2019). Dijelaskannya, SIFA kedua yang dipimpin oleh Direktur Festival Gaurav Kripalani (2018 hingga 2020). SIFA 2019 ini akan menghadirkan tokoh-tokoh seni pertunjukan ke Singapura, di antaranya Ryuichi Sakamoto, Simon McBurney, Sasha Waltz, Bill Frisell, dan Tadashi Suzuki, Sutradara visioner yang akan membawa adaptasi lintas-budaya yang hebat dari drama Yunani Dionysus dengan campuran cita rasa Jepang dan Indonesia.
 
Dionysus adalah salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu di SIFA 2019. Victoria Theatre akan menjadi tuan rumah ketiga untuk tafsiran terkini Tadashi Suzuki atas Dionysus, setelah pertunjukan perdana dunia di Jepang dan Candi Prambanan pada 2018. Pendiri grup Teater Suzuki Toga Company ini akan berkolaborasi dengan Bumi Purnati, rumah produksi seni di Jakarta, untuk menghidupkan kembali tragedi Yunani kuno, The Bacchae, dengan menampilkan para pemeran dari Indonesia, Jepang dan Cina yang mengesankan.
 
Kelompok musik Sakamoto dan Frisell akan mengadakan debut di Singapura, bersama dengan koreografer terkenal Waltz. Sakamoto juga akan berkolaborasi dengan seniman Jepang Shiro Takatani, pendiri perkumpulan seniman Dumb Type. SIFA juga akan mempersembahkan empat seniman terbaik Singapura, termasuk Huzir Sulaiman, Claire Wong, Ho Tzu Nyen dan Goh Boon Teck. SIFA 2019 akan menjadi SIFA kedua bagi Goh Boon Teck, yang menyutradarai A Dream Under the Southern Bough kedua, dari tiga bagian
komisi SIFA.
 
Setelah mengumumkan empat pertunjukan pada Desember 2018 (Dionysus, The Mysterious Lai Teck, Displaced Persons’ Welcome Dinner dan A Dream Under the Southern Bough: Reverie), SIFA kini meluncurkan seluruh program untuk 2019 yang melampaui disiplin musik tradisional, teater dan tari dengan menggabungkan teknologi dan karya multi-disiplin. Dengan berbagai pertunjukan yang diselenggarakan untuk SIFA 2019, audiens diajak bereksplorasi melampaui zona nyaman interpretasi mereka atas seni.
 
Sementara itu, Asisten CEO (Sector Development) National Arts Council, Low Eng Teong mengatakan, SIFA adalah platform penting yang berupaya menampilkan yang terbaik dari seni pertunjukan Singapura. "Dalam SG Arts Plan yang diluncurkan Oktober lalu, festival ini diakui sebagai titik fokus untuk seni pertunjukan dalam kalender budaya Singapura yang dinamis, tempat seniman lokal kami menyajikan konten khusus yang akan beresonansi dengan audiens. Kami yakin bahwa pengunjung festival dan seniman bisa menerima SIFA 2019, menciptakan hubungan bermakna di antara komunitas seni pertunjukan dan industri, dan menginspirasi generasi baru pecinta dan pendukung seni,” pungkasnya. (Rel)
T#g:Art FestivalSIFA 2019Singapore Festival
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Sajian Ritual Topeng di Jong Batak Art Festival TBSU

    Beritasumut.com-Event budaya yang digelar untuk merangkul generasi muda supaya lebih dekat kepada identitas bangsa bertajuk Jong Batak Arts Festiva

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.