Sabtu, 20 April 2019
  • Home
  • Wisata
  • Persiapan 'Sail Sabang' Aceh Minim, Pemerintah Pusat Perlu Terlibat

Persiapan 'Sail Sabang' Aceh Minim, Pemerintah Pusat Perlu Terlibat

Kamis, 03 Agustus 2017 15:30:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Aceh bersama mitra, mulai dari Perpusnas, Kemendikbud, Kemenpar, dan Bekraf. Salah satu agenda kerja yang dilakukan adalah meninjau pelaksanaan Festival ‘Sail Sabang’ yang akan berlangsung pada 28 November hingga 3 Desember 2017.
 
Saat kunjungan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri menilai festival yang akan berlokasi di Sabang, Aceh, itu hingga kini belum terlalu siap. “Padahal pelaksanaannya 28 November sampai dengan  3 Desember 2017. Sehari sebelumnya, ada juga ada agenda besar, yaitu ‘Islamic Cruise’. Mak pemerintah pusat harus ikut campur tangan agar sukses,” jelas Abdul Fikri di sela kunjungan, Selasa (01/08/2017).
 
Diketahui, tema ‘Sail Sabang’ kali ini adalah ‘Sabang Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia’. Tema itu diambil agar diikuti banyak event yang bertujuan untuk pengembangan kepariwisataan, seperti flying pass, diving, dan sailing pass. Bahkan, saat pembukaan, tarian kolosal Laksamana Malahayati akan dihadirkan, bersamaan dengan parade kapal laut yang berlayar dari Spanyol yang berakhir di Pantai Aceh.
 
Ditambah, acara ini akan digelar juga sejumlah kegiatan pendukung, seperti Jambore IPTEK, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator and Yatch, hingga bakti sosial bersih pantai.
 
Selain itu, Komisi X DPR RI juga mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Rombongan langsung disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dan Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal. Abdul Fikri menjelaskan bahwa Aceh pernah mengalami musibah tsunami terbesar di dunia.
 
Sehingga, mestinya beberapa sektor kementerian/lembaga yang membidangi hal ini, fokus untuk menjadikan Aceh sebagai pusat riset manajemen bencana. Di sisi lain, Indonesia dan beberapa negara yang rawan bencana, selama ini mengikuti pola kerja Sendai Framework dari PBB (dalam mitigasi bencana). 
 
“Padahal ternyata bahan kajiannya dari Aceh. Tiap tahun ada peneliti dari Sendai melakukan penelitian di Aceh. Ke depan, Indonesia harusnya menjadi pusat riset manajemen bencana dunia. Jadi, kita tidak merujuk ke asing, tapi asing lah yang merujuk ke kita,” papar Abdul Fikri.⁠(BS01)
T#g:Sail SabangObjek Wisatapariwisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Lima Tahun Dikembangkan, Indonesia Raih Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia 2019

    Beritasumut.com-Indonesia bersama dengan Malaysia dinyatakan berhasil meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia versi GMTI (Glo

  • satu bulan lalu

    Dukung Pariwisata, Pemko Medan Bersama Angkasa Pura II dan Grab Gelar Great Sale 2019

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Renward Parapat secara resmi membuka Medan G

  • 2 bulan lalu

    Wisata Bunga di Desa Bangun Sari dan Bangun Sari Baru Diresmikan

    Beritasumut.com-Ketua Bhayangkari Polda Sumatera Utara (Poldasu) Evi Agus Andrianto didampingi Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan lokas

  • 3 bulan lalu

    Kurang Bergairah, Festival Danau Toba Disarankan Gandeng Even Nasional

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menyarankan agar pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) ke depan mengga

  • 3 bulan lalu

    Walikota Sibolga Tinjau Pembangunan Objek Wisata Pantai Ujung Sibolga

    Beritasumut.com-Dengan bersepeda dayung, Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM, didampingi oleh Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang SPi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.