Sabtu, 20 Juli 2019
  • Home
  • Wisata
  • Persiapan 'Sail Sabang' Aceh Minim, Pemerintah Pusat Perlu Terlibat

Persiapan 'Sail Sabang' Aceh Minim, Pemerintah Pusat Perlu Terlibat

Kamis, 03 Agustus 2017 15:30:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Aceh bersama mitra, mulai dari Perpusnas, Kemendikbud, Kemenpar, dan Bekraf. Salah satu agenda kerja yang dilakukan adalah meninjau pelaksanaan Festival ‘Sail Sabang’ yang akan berlangsung pada 28 November hingga 3 Desember 2017.
 
Saat kunjungan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri menilai festival yang akan berlokasi di Sabang, Aceh, itu hingga kini belum terlalu siap. “Padahal pelaksanaannya 28 November sampai dengan  3 Desember 2017. Sehari sebelumnya, ada juga ada agenda besar, yaitu ‘Islamic Cruise’. Mak pemerintah pusat harus ikut campur tangan agar sukses,” jelas Abdul Fikri di sela kunjungan, Selasa (01/08/2017).
 
Diketahui, tema ‘Sail Sabang’ kali ini adalah ‘Sabang Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia’. Tema itu diambil agar diikuti banyak event yang bertujuan untuk pengembangan kepariwisataan, seperti flying pass, diving, dan sailing pass. Bahkan, saat pembukaan, tarian kolosal Laksamana Malahayati akan dihadirkan, bersamaan dengan parade kapal laut yang berlayar dari Spanyol yang berakhir di Pantai Aceh.
 
Ditambah, acara ini akan digelar juga sejumlah kegiatan pendukung, seperti Jambore IPTEK, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator and Yatch, hingga bakti sosial bersih pantai.
 
Selain itu, Komisi X DPR RI juga mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Rombongan langsung disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dan Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal. Abdul Fikri menjelaskan bahwa Aceh pernah mengalami musibah tsunami terbesar di dunia.
 
Sehingga, mestinya beberapa sektor kementerian/lembaga yang membidangi hal ini, fokus untuk menjadikan Aceh sebagai pusat riset manajemen bencana. Di sisi lain, Indonesia dan beberapa negara yang rawan bencana, selama ini mengikuti pola kerja Sendai Framework dari PBB (dalam mitigasi bencana). 
 
“Padahal ternyata bahan kajiannya dari Aceh. Tiap tahun ada peneliti dari Sendai melakukan penelitian di Aceh. Ke depan, Indonesia harusnya menjadi pusat riset manajemen bencana dunia. Jadi, kita tidak merujuk ke asing, tapi asing lah yang merujuk ke kita,” papar Abdul Fikri.⁠(BS01)
T#g:Sail SabangObjek Wisatapariwisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 11 menit lalu

    Jaka Dara Kota Medan 2019 Diharapkan Lestarikan Budaya dan Bangun Mental Generasi Muda

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH berharap Para Finalis Jaka Dara Kota Medan 2019, yang telah berhasil masuk ke Grand Fi

  • 2 hari lalu

    Hadiri Wisuda Politeknik Pariwisata Medan, Gubernur: SDM Pariwisata Sangat Dibutuhkan di Sumut

    Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) saat ini sedang gencar mengembangkan pariwisata, apalagi Danau Toba masuk menjad

  • 2 minggu lalu

    Dukung Pariwisata Sulut, Presiden Jokowi Berharap Tol Manado-Bitung Selesai April 2020

    Beritasumut.com-Setelah sempat terkendala oleh proses pembebasan lahan sepanjang 13 kilometer (km), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Jala

  • 2 minggu lalu

    Daerahnya Cantik dan Indah, Presiden Jokowi: Suatu Saat, Sulut Jangan Kalah Dengan Bali

    Beritasumut.com-Setelah seharian mengunjungi sejumlah tempat wisata, mulai dari Minahasa Utara dan ke Likupang, dan akan dilanjutkan ke Bitung pada

  • 2 minggu lalu

    100 Musisi Ikuti Sertifikasi Profesi Musik dari Bekraf di Hotel Soechi Medan

    Beritasumut.com-Sebanyak 100 musisi yang terdiri dari penyanyi dan pemusik instrumentalis mengikuti Sertifikasi Profesi Musik secara cuma-cuma (gra

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.