Jumat, 22 Februari 2019
  • Home
  • Wisata
  • Nomadic Tourism Danau Toba Direncanakan Rampung April 2019

Nomadic Tourism Danau Toba Direncanakan Rampung April 2019

Jumat, 08 Februari 2019 20:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tindak lanjut upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba kembali dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kawasan Pariwisata Danau Toba. Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, di ruang rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa rencana dan rekomendasi yang dibahas untuk menunjang percepatan pembangunan kawasan wisata danau toba. Salah satunya yang dirancang oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), yakni merampungkan pilot project bertema ‘nomadic tourism’ pada bulan April 2019 mendatang.
 
Nomadic Tourism merupakan konsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas (fasilitas pendukung). Konsep ini diharapkan mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia yang beberapa bagian merupakan kepulauan dengan akses yang susah dijangkau.
 
Gubsu Edy Rahmayadi mengapresiasi rencana pembangunan pilot project di zona otorita yang dipresentasikan oleh Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo. Untuk memastikan keberhasilan pilot project tersebut, Gubsu Edy merencanakan pertemuan lanjutan yang lebih intens untuk mengkaji berbagai kemungkinan dan ide-ide tambahan yang memperkaya konsep nomadic tourism tersebut.
 
“Saya ingin mengingatkan agar konsep ini juga mempertimbangan prinsip berkelanjutan. Artinya, kita jangan asal dan yang penting ada yang dibangun, tetapi juga kita pikirkan agar keberadaan konsep ini memberi nilai tambah dan memperkaya variasi wisata di Danau Toba,” ujar Gubsu dilansir dari laman kemendagri, Jumat (08/02/2019).
 
Selain itu, hal penting lainnya yang menurut Gubsu Edy juga perlu untuk segera disiapkan adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. “Jangan sampai jadi penonton saja mereka itu, tetapi juga ikut menikmati hasil dari keindahan alam Danau Toba. Kedepannya, kita harapkan pekerjanya adalah SDM lokal, jangan dari luar,” katanya.                 
 
Sehingga, untuk menunjang SDM yang mumpuni di sektor wisata, Gubsu Edy merencanakan akan melakukan pembahasan lanjutan terkait penambahan sekolah pariwisata melalui SMK. “Porsinya juga kita harapkan kedepannya, SMK 70 persen dan SMA 30 persen,” tuturnya.
 
Menko Maritim Luhut Binsar sepakat dengan usulan Gubsu Edy. Dirinya menyampaikan bahwa hal tersebut juga telah menjadi perhatian Presiden Jokowi yakni memperbanyak sekolah kejuruan wisata. Selain itu, Luhut juga sepakat agar BPODT mempertimbangkan hal-hal lain yang memberi nilai tambah dan memperkaya variasi wisata di Danau Toba.
 
“Jeli melihat potensi-potensi seperti apa yang bisa lagi dikembangkan. Seperti penyelenggaraan event-event besar berskala internasional. Tapi acaranya harus dikemas dengan keren ya jangan kampungan. Event olahraga juga bagus di Danau Toba, sport tourism seperti Triatlon kompetisi rangkaian cabang olahraga renang, balap sepeda, lari,” jelasnya.
 
Luhut juga menyinggung masalah kebersihan dan kerusakan lingkungan yang diamatinya saat terakhir kali berkunjung ke Danau Toba dalam rangka Rakor Pembahasan Isu Lingkungan di Kawasan Danau Toba, bulan lalu. “Kotoran ternak dan kerambah-kerambah yang merusak kelestarian Danau Toba, saya kira harus ada tindak-tindak administratif pada mereka,” saran Luhut.
 
Sebelumnya, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo memaparkan hal-hal berkembang dalam upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba termasuk rencana pembangunan pilot project nomadic tourism. “Nomadic tourism ini semacam fasilitas akomodasi yang menargetkan generasi milenial. Kita berharap ini bisa menjadi branding dan image yang bagus untuk kawasan Sibisa dan Danau Toba secara keseluruhan. Dikemas ala anak muda, ada caravan area nantinya yakni akomodasi nomadic atau berpindah-pindah, ada tent area, amphiteather seperti panggung tari kecak di Bali, dan lainnya,” jelas Arie.
 
Pengembangan lahan perintisan atau pilot project nomadic tourism yang akan rampung pada bulan April 2019 mendatang ini diperkirakan akan membutuhkan pendanaan sebesar Rp 1.823.263.200.000, dan akan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama sebesar 30 persen atau sebesar Rp 546.978.960.000 dan tahap kedua Rp 1.276.284.240.000. Item yang akan dibangun, kata Arie, termasuk infrastruktur, fitur lansekap, kantor dan bangunan penunjang, dan fasilitas umum.
 
“Hal mendesak lainnya yang juga dibahas adalah pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk BPODT, saat ini masih ada kelengkapan administrasi yang harus dilengkapi, kemudian akan direview oleh tim penilai PK BLU Kemenkeu dan selanjutnya diusulkan pada Menteri Keuangan,” ujar Arie.
 
Turut hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut mewakili Menteri Pariwisata, mewakili Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, mewakili Kementerian LHK, mewakili Bank Indonesia, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Hiramsyah S. Thaib, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan IV Wilayah Balige Leonardo Sitorus.(BS09)
T#g:danau tobaNomadic Tourism Danau Toba
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    117 Pemuda di Kawasan Danau Toba Ikuti Bootcamp Wirausaha Muda 2019 dari Citi Indonesia dan UNESCO

    Beritasumut.com–UNESCO Office Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program

  • satu minggu lalu

    Wagubsu Bersama Menpar Bahas Percepatan Pengembangan Pariwisata Danau Toba

    Beritasumut.com-Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI) Arief Yahya menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajek

  • 2 minggu lalu

    PT Inalum, Perum Jasa Tirta I dan Pemkab Samosir Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tripartit Tentang Konservasi Danau Toba

    Beritasumut.com-PT. Inalum (Persero), Perum Jasa Tirta I dan Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan penandatangan PKS Tripartit Tentang Konservasi

  • 3 minggu lalu

    Dekranasda Tobasa Bantu Penenun Ulos

    Beritasumut.com-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Brenda Ritawati Darwin Siagian mengunjungi para

  • 3 minggu lalu

    Komisi D DPRD Sumut Usulkan Kajian Menyeluruh Terkait Penanganan Longsor di Jembatan Sidua-dua Simalungun

    Beritasumut.com-Komisi D DPRD Sumut meminta penanganan pasca longsor di Jembatan Sidua-dua Simalungun dilakukan kajian menyeluruh. Hal ini diungkap

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.