Minggu, 19 Februari 2017
  • Home
  • Wisata
  • Luhut: Pemerintah Evaluasi Fasilitas Bebas Visa Kunjungan

Bantah Banyak Wisman Cari Kerja

Luhut: Pemerintah Evaluasi Fasilitas Bebas Visa Kunjungan

Kamis, 05 Januari 2017 11:02:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Pemerintah mengisyaratkan akan mengevaluasi fasilitas bebas visa kunjungan yang telah diberikan kepada 169 negara. Evaluasi terutama ditujukan kepada negara-negara yang tidak memberikan dampak siginifikan dalam kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Tetapi sekarang tentu terlalu early untuk saya buka. Biar saja nanti Dirjen Imigrasi dan pihak terkait yang melakukan evaluasi itu. Kami dari pariwisata melihat kalau memang angka-angkanya tidak signifikan, ngapain kita teruskan atau potensi untuk membuat pelanggaran di Indonesia,” kata Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, dalam keterangannya kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna, di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (04/01/2017) sore.

Ditegaskan Menko Kemaritiman, memang evaluasi mengenai bebas visa itu akan dilakukan, mana negara-negara yang kita anggap tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah turis tentu akan kita evaluasi mengenai visa ini. “Evaluasi ni akan berjalan tapi setelah 1 tahun. Jadi ada yang sudah 1 tahun, ada yang belum, kita lakukan evaluasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menko Kemaritiman membantah anggapan telah banyak wisatawan mancanegara (Wisman) dari negara yang memperoleh fasilitas bebas visa kunjungan memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Kalau toh ada, menurut Luhut, jumlahnya sangat sedikit. Ia meminta yang memberikan informasi tersebut agar menunjukkan data yang jelas.

“Jadi kalau ada yang ngomong-ngomong bilang ribuan atau sampai ratusan ribu, saya ingin orang itu datang ke saya. Jadi tidak usah macam-macam, datang ke saya, tunjuk angkanya, di mana, kita pergi sama-sama. Jangan kita membuat dusta diantara kita,” tegas Luhut, seperti dilansir setkab.go.id.

Menko Kemaritiman tidak habis mengerti pada saat negara-negara lain atau lembaga-lembaga internasional memberikan pujian pada keberhasilan Indonesia, namun di sisi lain di dalam negeri masih ada intelektual yang menurutnya bicaranya ngawur.

“Kita bicara harus dengan data, jangan kita bicara tanpa data, jangan perasaan saja. Jadi kalau ada, sekali lagi saya imbau, intelektual kita siapa saja dia, dimana, tunjukkan, saya mau pergi dengan dia. Kalau saya salah saya angkat tangan sama dia, tapi kalau dia salah awas dia, ya,” ujar Luhut.

Sebelumnya, pada awal keterangan pers itu, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengemukakan, bahwa kontribusi sektor pariwisata tahun ini (2016) sudah di atas target. Total wisatawan mancanegara yang ke Indonesia mencapai 12 juta, sementara wisatawan domestik meningkat dari 260 juta perjalanan menjadi 263 juta perjalanan.

Peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap di devisa dan PDB, lanjut Luhut, juga sangat signifikan. Tahun ini juga meningkat di atas target, dari Rp 172 triliun menjadi Rp 184 triliun dan kontribusi terhadap PDB nasional direct indirect juga meningkat dari target 11% itu menjadi 11,5%.

“Peningkatan devisa Wisman juga meningkat, itu menjadi prioritas kita seperti yang saya katakan tadi. Tapi kita masih kalah dengan Thailand, ini yang ingin kita ingin perbaiki. Thailand itu masih rata-rata 1.500 dollar AS per 1 trip, kita baru 1.000 dollar AS per trip, kurang lebih,” jelas Luhut.

Untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di tanah air itu, Menko Kemaritiman menjelaskan, bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan-perbaikan itu kita kan bikin perbaikan infrastruktur, kebersihan, untuk lebih bagus dan membuat mereka tidak mengunjungi suatu tempat tapi mengunjungi beberapa sehingga tinggal lebih lama di sini.

Ia menyebutkan, investasi Mandalika (Lombok) juga sudah hampir selesai. Pembebasan tanah di Mandalika itu nilai poyeknya hampir 2,9 miliar dollar AS. “Ini akan mulai masuk tahun ini Novotel, Royal Tulip, Pullman, Club Med, dan sebagainya,” ungkap Luhut.

Kemudian pengembangan Kawasan Danau Toba juga didorong oleh presiden. Diminta mungkin kuartal terakhir 2019, mestinya sudah kelihatan hasilnya. Sekarang percepatan pembangunan lapangan udara Sibisa, kemudian Silangit, kemudian jalan tol dari Siantar ke Danau Toba, dan kemudian juga perbaikan Jalan Lingkar di sekitarnya.

Satu hal yang sangat serius kita tangani sekarang, menurut Luhut, adalah masalah sampah. Ia menyebutkan, sampah di laut itu kita negara yang nomor dua terkotor setelah China. Oleh karena itu,  Presiden mintakan ini harus kita tangani dengan serius.  “Serius akan kita tangani dan supaya Anda ketahui ada bahayanya ini kalau sampah plastik dimakan ikan, ikan dimakan manusia, itu akan berpengaruh kepada genetika kita,” ujarnya.(BS01)

T#g:WisataWisatawanWisman
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Gubsu:Pariwisata Tapteng dan Sibolga Bisa Diandalkan

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi melirik kawasan wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga untuk jadi andalan Provinsi Sumut. Garis pantai yang indah s

  • 4 hari lalu

    Tiga Desa Adat Batak Bersatu Menopang Pariwisata

    Beritasumut.com-Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid meresmikan Desa Adat Ragi Hotang dan revitalisasi rumah adat di Desa Meat Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Sam

  • 7 hari lalu

    Pemko Sibolga Jalin Mou dengan PT Angkasa Pura II di Bandara Kuala Namu

    Beritasumut.com-Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk menandatangani MOU antara Pemerintah Kota Sibolga dengan Manaje-men PT Angkasa Pura II Persero tentang pemanfaatan fasilitas yang ada di Band

  • 4 minggu lalu

    Gunakan Visa Wisata, Empat WNA Asal Tiongkok Diamankan Poldasu

    Beritasumut.com-Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, yakni Limao (34) asal Hunan-RRC, Li Xin Lin (42) asal Guang Xi RRC, Liu Jianqiang (29) asal Hunan-RRC dan Zeng Youfang (42) asal Hunan-

  • 4 minggu lalu

    Walikota Tanjungbalai Lakukan Penanaman Langsung Bibit Pohon Kelapa Hibrida di Pulau Besusen

    Beritasumut.com-Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH dan Ketua TP PKK Kota Tanjungbalai Sri Silvisa Novita M Syahrial memantau dan melakukan penanaman langsung bibit pohon kelapa hibrida di Pulau

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.