Rabu, 29 Januari 2020
  • Home
  • Wisata
  • Lima Tahun Dikembangkan, Indonesia Raih Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia 2019

Lima Tahun Dikembangkan, Indonesia Raih Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia 2019

Kamis, 18 April 2019 12:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Indonesia bersama dengan Malaysia dinyatakan berhasil meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia versi GMTI (Global Muslim Travel Index) 2019. 
 
Pengumuman keberhasilan ini disampaikan oleh CEO CrescentRating dan juga halaltrip.com, Fazal Bahardeen, bertempat di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (09/04/2016), yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan para deputi di lingkungan Kementerian Pariwisata.
 
“Setelah bergabung dalam GMTI, tahun ini, Indonesia patut berbangga karena akhirnya mampu menduduki peringkat pertama wisata halal dunia, bersanding dengan Malaysia, dengan total skor 78,” ungkap Fazal dalam kesempatan itu.
 
Selain Indonesia dan Malaysia, urutan ranking wisata halal dunia versi GMTI diraih oleh Turki (skor 75), Arab Saudi (skor 72), serta Uni Emirat Arab(skor 71). Adapun negara lain yang masuk dalam top 10 wisata halal dunia lainnya antara lain Qatar (skor 68), Maroko (skor 67), Bahrain (skor 66), Oman (skor 66), dan Brunei Darussalam (skor 65).
 
Program Prioritas
 
Menpar Arief Yahya yang hadir dalam acara tersebut secara khusus mengucapkan terima kasih pada seluruh jajaran Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal yang telah bekerja keras sehingga prestasi baru ini berhasil diraih untuk Indonesia.
 
“Saya ucapkan selamat bagi seluruh Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal yang akhirnya berhasil mewujudkan mimpi Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, tahun ini. Saya harapkan prestasi ini akan memacu destinasi wisata lain di Indonesia untuk segera mengembangkan wisata halal di masing-masing daerahnya, karena kita mampu, Indonesia mampu dan layak untuk dikenal dunia,” sambung Menpar.
 
Pengembangan pariwisata halal Indonesia, lanjut Menpar Arief Yahya, merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata yang sudah dikerjakan sejak lima tahun yang lalu. Data GMTI 2019 menunjukkan bahwa hingga tahun 2030, jumlah wisatawan muslim (wislim) diproyeksikan akan menembus angka 230 juta di seluruh dunia.
 
Selain itu, pertumbuhan pasar pariwisata halal Indonesia di tahun 2018 mencapai 18%, dengan jumlah wisatawan muslim (wislim) mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata halal prioritas Indonesia mencapai 2,8 juta dengan devisa mencapai lebih dari Rp 40 triliun.
 
Mengacu pada target capaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang harus diraih di tahun 2019, Kementerian Pariwisata menargetkan 25% atau setara 5 juta dari 20 juta wisman adalah wisatawan muslim.
 
Peluang inilah yang ditangkap oleh Kementerian Pariwisata, dan ditindaklanjuti dengan pengembangan 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional di tahun 2018 yang mengacu standar GMTI, antara lain: Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).
 
“Tahun ini, penguatan destinasi pariwisata halal dilakukan dengan menambah keikutsertaan 6 Kabupaten dan Kota yang terdapat di dalam wilayah 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional, yaitu Kota Tanjung Pinang, Kota Pekanbaru, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur,” ungkap Menpar.
 
Destinasi Prioritas
 
CrescentRating-Mastercard juga telah mengumumkan bahwa top 5 destinasi wisata halal prioritas Indonesia 2019 secara berturut-turut diraih oleh Lombok (Nusa Tenggara Barat) dengan skor 70, Aceh dengan skor 66, Riau dan Kepulauan Riau dengan skor 63, DKI Jakarta dengan skor 59, serta Sumatera Barat dengan skor 59.(rel).
T#g:pariwisataWisataWisata Halaldestinasi wisataObjek Wisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Antisipasi Penurunan Turis Cina, Menteri Parenkraf Bidik Potensi Kunjungan dari Australia dan Amerika

    Beritasumut.com-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parenkraf) menyampaikan meski hingga kini belum ada data persis mengenai dampak kunjungan t

  • 2 minggu lalu

    Kagumi Agrowisata Paloh Naga, Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi Desa

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kagum dan mengapresiasi agrowisata Paloh Naga yang dikembangkan masyarakat di Desa De

  • 3 minggu lalu

    Selain Kembangkan Industri Pariwisata, Jepang Akan Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna

    Beritasumut.com-Pemerintah Jepang melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Motegi Toshimitsu menyampaikan komitmennya untuk mendukung prioritas Pemerint

  • 4 minggu lalu

    Wisatawan Melonjak, Satgas Yonif 411/Kostrad Siaga di Titik Nol KM Merauke

    Beritasumut.com-Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota di Kabupaten Merauke, meskipun belum diresmikan oleh pemerintah pusat, namun

  • 4 minggu lalu

    Kebun Bunga Satgas Yonif 411 Kostrad Jadi Alternatif Wisata Warga Merauke

    Beritasumut.com-Untuk menikmati suasana hamparan tanaman bunga, warga yang berwisata ke Titik Nol KM Merauke dapat menjadikan kebun bunga Satgas Yo

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.