Kamis, 23 Januari 2020
  • Home
  • Wisata
  • Implementasi Pariwisata Danau Toba, Luhut Panjaitan Minta Semua Pihak Bekerja Total

Implementasi Pariwisata Danau Toba, Luhut Panjaitan Minta Semua Pihak Bekerja Total

Minggu, 08 September 2019 08:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Destinasi Super Prioritas Danau Toba bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Gedung Rapat IT Del, Laguboti, Toba Samosir (Tobasa), akhir pekan kemarin.
 
Luhut dengan tegas menyatakan, untuk percepatan implementasi Danau Toba sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada 15 Juli 2019, agar Pemerintah Daerah (Pemda) di Kawasan Danau Toba dapat bekerja lebih total.
 
“Ini masalah serius untuk kita semua, saya kira Pemda harus turun tangan langsung dan saya kira bisa juga sementara berkantor di Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata Danau Toba di Sibisa, untuk bekerjasama dengan Kementerian PUPR. Saya juga meminta kepada Badan Otoritas Danau Toba (BODT) untuk berkantor juga disana. Hal ini telah kita lakukan dengan studi yang betul-betul komprehensif, jadi tiada alasan lagi nanti tidak bisa,” ujar Luhut dilansir dari laman tobasamosirkab.go.id, Minggu (08/09/2019).
 
Luhut meminta kepada para Bupati yang hadir, di antaranya Bupati Toba Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Dairi dan perwakilan instansi terkait lainnya, untuk dapat berkumpul dengan melibatkan berbagai pihak dan membahas hal seperti pendanaan dan regulasi secara intens dan mendetail.
 
“Adakan rapat mengenai ini, agar betul-betul terlibat, dan pendanaan tadi saya minta perbankan nasional seperti BRI untuk nanti bisa berperan dan semua masuk kedalam tim, kemudian dari Kementerian PUPR nanti tim nya juga diikutkan, dan mengenai Rancangan Induk Pariwisata Daerah itu saya minta agar setiap Kabupaten dapat segera dibuat, sebab ini kita dapat 2,5 trilyun dan menghabiskan itu tidak mudah, karena kita akan bangun infrastruktur, saya mohon semua dapat memperhatikan hal ini dengan serius,” jelasnya.
 
Satu hal yang penting, lanjut Menko Luhut adalah masalah kebersihan dari Danau Toba itu sendiri. Salah satu jalan menurut Luhut adalah menyerukan kepada Kabupaten lain untuk mengikuti langkah yang sudah diterapkan oleh Kabupaten Humbang Hasundutan, yang telah mengoperasikan alat pengolah enceng gondong untuk dapat diubah menjadi pupuk.
 
“Kebersihan Danau Toba juga hal penting, enceng gondok misalnya, di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah ada, nanti saya minta setiap Kabupaten dapat mencontoh mesin pengolah enceng gondok seperti yang sudah diterapkan di Humbang Hasundutan, itu nanti bisa dijadikan humus, atau pupuk. Keramba jaring, juga agar dapat dicari solusinya, jangan menjadi jorok, tertibkan itu,” tegas Menko Luhut.
 
Dalam Proposal Pengembangan Pariwisata Danau Toba, nantinya pemerintah akan mengandeng perusahaan start up ternama, di antaranya OYO untuk operator hotel dan juga mengadakan pelatihan pelayanan publik, kemudian Grab, Gojek, SIAP.Sementara pembiayaan akan ditangani oleh Bank BRI dan perbankan nasional lain untuk pembiayaan dan pelatihan masyarakat sekitar.Ada pula international outlet dengan hadirnya Starbucks, yang apabila beroperasi di Danau Toba, maka akan diwajibkan menggunakan kopi lokal yang sudah sangat terkenal di dunia, semisal kopi dari dataran tinggi Simalungun.
 
Sebagai tindak lanjut, agar pihak Pemda dapat berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi aset dan mengadakan studi secepatnya mengenai kondisi sekitar Danau Toba. Setelah masing-masing Kabupaten ditentukan, maka perlu dilakukan koordinasi agar atraksi yang akan ditampilkan tidak terkesan tumpang tindih, serta agar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lain dapat segera berkoordinasi terkait dengan teknis skema pembiayaan.
 
“Apabila ada masalah selesaikan dengan koridor hukum yang berlaku, jangan kita ragu untuk menyelesaikan masalah, masyarakat sekitar juga harus kita dengarkan, sebab mereka nantinya yang akan berperan langsung,” pungkas Luhut.(BS09)
 
T#g:danau tobaLuhut Binsar PanjaitanWisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kagumi Agrowisata Paloh Naga, Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi Desa

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kagum dan mengapresiasi agrowisata Paloh Naga yang dikembangkan masyarakat di Desa De

  • 2 minggu lalu

    Bupati Tobasa Berharap Kritikan dari Warga Jangan Melalui Medsos

    Beritasumut.com-Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian berharap agar warga yang mau melakukan kritik, saran, dan masukan langsung disampaikan

  • 2 minggu lalu

    DPRD Gelar Rapat Paripurna Peringati Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-16

    Beritasumut.com-Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-16 tahun, DPRD Kabupaten Samosir menggelar rapat paripurna istimewa yang d

  • 2 minggu lalu

    Selain Kembangkan Industri Pariwisata, Jepang Akan Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna

    Beritasumut.com-Pemerintah Jepang melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Motegi Toshimitsu menyampaikan komitmennya untuk mendukung prioritas Pemerint

  • 3 minggu lalu

    Wisatawan Melonjak, Satgas Yonif 411/Kostrad Siaga di Titik Nol KM Merauke

    Beritasumut.com-Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota di Kabupaten Merauke, meskipun belum diresmikan oleh pemerintah pusat, namun

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.