Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Wisata
  • Implementasi Pariwisata Danau Toba, Luhut Panjaitan Minta Semua Pihak Bekerja Total

Implementasi Pariwisata Danau Toba, Luhut Panjaitan Minta Semua Pihak Bekerja Total

Minggu, 08 September 2019 08:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Destinasi Super Prioritas Danau Toba bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Gedung Rapat IT Del, Laguboti, Toba Samosir (Tobasa), akhir pekan kemarin.
 
Luhut dengan tegas menyatakan, untuk percepatan implementasi Danau Toba sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada 15 Juli 2019, agar Pemerintah Daerah (Pemda) di Kawasan Danau Toba dapat bekerja lebih total.
 
“Ini masalah serius untuk kita semua, saya kira Pemda harus turun tangan langsung dan saya kira bisa juga sementara berkantor di Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata Danau Toba di Sibisa, untuk bekerjasama dengan Kementerian PUPR. Saya juga meminta kepada Badan Otoritas Danau Toba (BODT) untuk berkantor juga disana. Hal ini telah kita lakukan dengan studi yang betul-betul komprehensif, jadi tiada alasan lagi nanti tidak bisa,” ujar Luhut dilansir dari laman tobasamosirkab.go.id, Minggu (08/09/2019).
 
Luhut meminta kepada para Bupati yang hadir, di antaranya Bupati Toba Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Dairi dan perwakilan instansi terkait lainnya, untuk dapat berkumpul dengan melibatkan berbagai pihak dan membahas hal seperti pendanaan dan regulasi secara intens dan mendetail.
 
“Adakan rapat mengenai ini, agar betul-betul terlibat, dan pendanaan tadi saya minta perbankan nasional seperti BRI untuk nanti bisa berperan dan semua masuk kedalam tim, kemudian dari Kementerian PUPR nanti tim nya juga diikutkan, dan mengenai Rancangan Induk Pariwisata Daerah itu saya minta agar setiap Kabupaten dapat segera dibuat, sebab ini kita dapat 2,5 trilyun dan menghabiskan itu tidak mudah, karena kita akan bangun infrastruktur, saya mohon semua dapat memperhatikan hal ini dengan serius,” jelasnya.
 
Satu hal yang penting, lanjut Menko Luhut adalah masalah kebersihan dari Danau Toba itu sendiri. Salah satu jalan menurut Luhut adalah menyerukan kepada Kabupaten lain untuk mengikuti langkah yang sudah diterapkan oleh Kabupaten Humbang Hasundutan, yang telah mengoperasikan alat pengolah enceng gondong untuk dapat diubah menjadi pupuk.
 
“Kebersihan Danau Toba juga hal penting, enceng gondok misalnya, di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah ada, nanti saya minta setiap Kabupaten dapat mencontoh mesin pengolah enceng gondok seperti yang sudah diterapkan di Humbang Hasundutan, itu nanti bisa dijadikan humus, atau pupuk. Keramba jaring, juga agar dapat dicari solusinya, jangan menjadi jorok, tertibkan itu,” tegas Menko Luhut.
 
Dalam Proposal Pengembangan Pariwisata Danau Toba, nantinya pemerintah akan mengandeng perusahaan start up ternama, di antaranya OYO untuk operator hotel dan juga mengadakan pelatihan pelayanan publik, kemudian Grab, Gojek, SIAP.Sementara pembiayaan akan ditangani oleh Bank BRI dan perbankan nasional lain untuk pembiayaan dan pelatihan masyarakat sekitar.Ada pula international outlet dengan hadirnya Starbucks, yang apabila beroperasi di Danau Toba, maka akan diwajibkan menggunakan kopi lokal yang sudah sangat terkenal di dunia, semisal kopi dari dataran tinggi Simalungun.
 
Sebagai tindak lanjut, agar pihak Pemda dapat berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi aset dan mengadakan studi secepatnya mengenai kondisi sekitar Danau Toba. Setelah masing-masing Kabupaten ditentukan, maka perlu dilakukan koordinasi agar atraksi yang akan ditampilkan tidak terkesan tumpang tindih, serta agar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lain dapat segera berkoordinasi terkait dengan teknis skema pembiayaan.
 
“Apabila ada masalah selesaikan dengan koridor hukum yang berlaku, jangan kita ragu untuk menyelesaikan masalah, masyarakat sekitar juga harus kita dengarkan, sebab mereka nantinya yang akan berperan langsung,” pungkas Luhut.(BS09)
 
T#g:danau tobaLuhut Binsar PanjaitanWisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 35 menit lalu

    Polres Tobasa Damaikan Konflik Antara BPODT Dengan Masyarakat

    Beritasumut.com–Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, menanggapi pemberitaan tentang adanya masyarakat yang mundur dari kesepakatan bersama BPODT

  • 5 jam lalu

    Lima Taman Ini Bisa Jadi Pilihan Rekreasi Saat Berada di Kota Medan

    Beritasumut.com-Rekreasi tentunya menjadi kebutuhan bagi setiap orang dengan kesibukan aktiitas sehari-hari. Rekreasi di tengah kota juga bisa menj

  • 2 hari lalu

    Acara Puncak Sail Nias Meriah, Pariwisata Nias akan Terus Digenjot

    Beritasumut.com–Acara puncak Sail Nias 2019, yang dipusatkan di Dermaga Pelabuhan Baru Telukdalam, Nias Selatan, Sabtu (14/09/2019), berlangs

  • 2 hari lalu

    Kunjungi Stand Karnaval Danau Toba, Wali Kota Sibolga Pelajari Selera Pasar

    Beritasumut.com-Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM mengajak seluruh stafnya para pimpinan OPD yang ikut mendampinginya menghadiri Karnaval

  • 3 hari lalu

    Karnaval Pesona Danau Toba ke-4 di Balige, Wabup Tobasa Berharap Daerah di Toba Punya Kuliner Khas

    Beritasumut.com-Gelaran Karnaval Pesona Danau Toba ke-4 di Balige berlangsung meriah.Marandus Sirait, salah seorang pengelola Taman Eden 100 Lumban

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.