Jumat, 18 Oktober 2019
  • Home
  • Wisata
  • Bubur Pedas, Hidangan Khas Melayu yang Selalu Diburu

Bubur Pedas, Hidangan Khas Melayu yang Selalu Diburu

Rabu, 08 Juni 2016 18:16:00
BAGIKAN:
Beritasumut.com/Ist
Bubur Pedas

Beritasumut.com-Memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat selalu mencari variasi menu untuk berbuka. Namun tidak dengan menu yang satu ini. Menu bubur pedas, seolah tak bosan-bosannya memanjakan lidah masyarakat yang berkunjung ke Masjid Raya Al Mashun, Medan.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Raya peninggalan kesultanan Maimun, kerajaan Melayu Deli ini selalu menyajikan bubur pedas gratis kepada seluruh masyarakat, yang ingin menyantapnya sebagai sajian berbuka puasa. Menu tersebut, selain terkenal karena khas dan lezatnya, memang hanya muncul di momen seperti bulan puasa. Tak heran, ribuan masyarakat dari berbagai daerah rela berjam-jam mengantri untuk menikmati menu spesial ini.

Surya, salah seorang koki bubur pedas Mesjid Raya itu mengatakan, bubur tersebut tidak hanya dinikmati oleh warga Medan sekitar saja. Melainkan juga warga asal Kabupaten Langkat dan Deli Serdang, tak sedikit yang sengaja datang untuk bisa mencicipinya. "Bahkan ada juga yang jauh dari Jakarta, Bang. Masyarakat yang mendengar istilah bubur pedas Masjid Raya, biasanya penasaran dan mengambil bubur pedas gratis disini," ujarnya, Rabu (07/06/2016).

Setiap harinya, jelas Surya, sebanyak 800 hingga 1.000 porsi bubur pedas disajikan untuk santapan berbuka di dalam Mesjid. Jumlah tersebut katanya selalu saja habis disantap baik jemaah maupun warga. "Bahkan, sebagian juga dibagi-bagikan ke masyarakat yang ingin membawanya untuk berbuka di rumah. Malah, banyak masyarakat yang tidak kebagian, karena kehabisan," tegasnya.

Kepala koki pembuatan bubur khas Masjid Raya Al Mashun, Hamdan mengungkapkan, bahwasanya tradisi bubur pedas telah berlangsung lama, sejak berdirinya Masjid Raya Al Mashun ditahun 1909 di eranya zaman Kesultanan. Hingga sekarang, tradisi dalam membagikan bubur kepada masyarakat saat berbuka puasa masih tetap berlangsung.

"Sudah lama, sejak masa Kesultanan dulu. Tetapi dahulu namanya Bubur Pedas, namun sekitar 50 tahunan yang lalu digantikan dengan nama bubur sup," ungkapnya.

Hamdan menceritakan, pada masa awalnya dahulu bubur itu dimasak di halaman Istana Maimun, Medan. Lalu ketika menjelang Magrib tiba, bubur dibawa ke Masjid Raya untuk dibagi-bagikan. "Kalau sekarang semuanya, mulai dari mempersiapkan, memasak sampai pembagian sudah dilakukan langsung di Mesjid Raya ini," sebutnya.

Kepala Koki bubur pedas itu melanjutkan, di masa Kesultanan itu juga, bubur yang sudah diolah sedemikian rupa tersebut awalnya ditujukan khusus untuk para musafir yang singgah ke kesultanan Deli, khususnya di Masjid Raya. Dengannya, para musafir yang singgah dapat tetap menjalankan ibadahnya sembari berbuka puasa.

"Tetapi saat ini, bubur sudah dibagikan kepada siapa saja yang ingin berbuka puasa di Masjid Raya baik untuk warga Medan dan para musafir. Tak jarang juga, bubur sup dibagikan kepada warga sekitar yang juga ingin menikmatinya untuk dibawa pulang," jelasnya.

Pria yang 16 tahun berpengalaman sebagai koki bubur pedas itu menjelaskan, bahan dasar yang racik yakni terdiri mulai dari beras, daging, kentang, wortel, daun pere serta sejumlah bahan rempah-rempah lainnya. Bubur tersebut sendiri mulai dimasak ketika usai dilaksanakannya waktu sholat Ashar. "Pelaksanaannya mulai dilakukan sejak pada ibadah puasa pertama hingga di hari puasa yang ke 27," sebutnya.

Mengenai biaya pengadaannya sendiri, Hamdan menjelaskan tidak berasal dari kas Masjid Raya Al Mashun. "Biayanya berasal dari sejumlah donatur yang menyumbang untuk terlaksananya pembagian bubur sup tersebut. Insya Allah, bubur sup khas Mesjid Raya Al Mashun ini akan terus hadir setiap tahunnya di bulan puasa," pungkasnya. (BS02)

T#g:Bubur
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Bubur Pedas, Lengkapi Menu Berbuka Edy Rahmayadi dan Tim Pemenangan Eramas

    Beritasumut.com-Calon Gubernur Sumut Nomor Urut 1 Edy Rahmayadi menggelar buka puasa bersama koalisi Partai Tim Pemenangan Eramas di Kediamannya, J

  • tahun lalu

    Buka Puasa, Ijeck Paling Senang Bubur Khas Melayu dari Masjid Jami Silalas

    Beritasumut.com-Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah alais Ijeck, mengaku selalu menunggu datangnya bulan suci ramadhan. Ayah empat orang anak

  • 2 tahun lalu

    Lepas Kontingen Raimuna Nasional XI 2017, Wagubsu Minta Peserta Sumut Jaga Kekompakan

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) DR Hj Nurhajizah Marpaung melepas kontingen Sumut peserta Raimuna Nasional XI 2017 yang ber

  • 2 tahun lalu

    Wabup Tobasa Berangkatkan Kwarcab Pramuka ke Raimuna Nasional Cibubur

    Beritasumut.com-Giat Raimuna harus dapat memberikan pengalaman belajar yang baik yang kelak menjadi modal inspiratif di tengah-tengah kehidupan mas

  • 3 tahun lalu

    Lima Tahun Berdiri, Bubur Ayam Kampung Bandung Tetap Diminati Warga Binjai

    Beritasumut.com-Bubur Ayam Bandung" itulah namanya yang tertampang di Stelling salah satu penjual bubur yang berada di Jalan Veteran, Keluraha

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.