Rabu, 22 Januari 2020
  • Home
  • Wisata
  • Anggota DPR RI: Pengelolaan Borobudur Tumpang Tindih

Anggota DPR RI: Pengelolaan Borobudur Tumpang Tindih

Minggu, 24 November 2019 22:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih,  menyebut pengelolaan Borobudur kacau. Pasalnya, terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan candi peninggalan Kerajaan Dinasti Syailendra tersebut. 
 
“Lembaga pengelola tumpang tindih, pemda merasa tidak dilibatkan, akhirnya persoalan tidak tertangani,” ujarnya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kawasan Candi Borobudur (22/11/2019).
 
Kawasan Candi Borobudur adalah salah satu kawasan destinasi pariwisata super prioritas yang diatur setidaknya oleh tiga undang-undang, yakni UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 
 
Fikri menuturkan, pengelolaan Kawasan Borobudur ini tumpang tindih karena meski diatur tiga undang-undang tersebut di atas, belum ada aturan pelaksanaan mengenai hal tersebut. UU Cagar Budaya Pasal 97 mengamanatkan pengelolaan cagar budaya dilakukan oleh badan pengelola yang dibentuk oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan atau masyarakat hukum adat. Badan tersebut terdiri atas unsur pemerintah dan atau pemda, dunia usaha dan masyarakat. 
 
Saat ini, Kawasan Candi Borobudur kini berada di bawah pengelolaan kementerian (Kemendikbud dan Kemenpar), pemda, BUMN juga Badan Otorita Borobudur yang dibentuk melalui Perpres No.46 tahun 2017. Namun, yang terjadi, pemda setempat yakni Kabupaten Magelang merasa tidak dilibatkan, padahal Candi Borobudur sendiri terletak di kabupaten tersebut. 
 
“Tumpang tindih ini yang membuat tidak bisa terkelola dengan baik dan tidak bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi,” ujar anggota yang terpilih dari Dapil Jateng IX ini. 
 
Ia menyebutkan, masih ada beberapa persoalan di antaranya soal tarik ulur isu konservasi World Heritage dan target kunjungan wisatawan. Fikri menilai tarik ulur ini menjadikan dilema; ada kepentingan untuk konservasi cagar budaya dan kepentingan untuk mencapai target wisatawan. Jumlah wisatawan pada tahun ini masih terus digenjot agar bisa mencapai 20 juta seperti yang ditargetkan pemerintah. 
 
Lebih lanjut, Fikri mengatakan, “Ada juga persoalan carrying capacity, daya dukung yang terbatas. Kawasan ini tentu memiliki batas dalam melayani jumlah manusia yang berada di dalamnya. Kekeringan yang terjadi, juga perlu mendapat perhatian agar kebutuhan masyarakat dan wisatawan dapat terpenuhi.” Soal lingkungan ini, doktor ilmu lingkungan ini menilai perlunya sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA). 
 
Fikri berharap amanat undang-undang tersebut segera dapat dilaksanakan sehingga tidak lagi terjadi tumpang tindih dan pengelolaan kawasan super prioritas ini dapat lebih optimal sehingga upaya pembangunan pariwisata dapat terus berjalan tanpa melupakan upaya konservasi cagar budaya.(rel) 
T#g:CandirBorobudurPengelolaan BorobudurWisata
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Kagumi Agrowisata Paloh Naga, Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi Desa

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kagum dan mengapresiasi agrowisata Paloh Naga yang dikembangkan masyarakat di Desa De

  • 2 minggu lalu

    Selain Kembangkan Industri Pariwisata, Jepang Akan Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna

    Beritasumut.com-Pemerintah Jepang melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Motegi Toshimitsu menyampaikan komitmennya untuk mendukung prioritas Pemerint

  • 3 minggu lalu

    Wisatawan Melonjak, Satgas Yonif 411/Kostrad Siaga di Titik Nol KM Merauke

    Beritasumut.com-Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota di Kabupaten Merauke, meskipun belum diresmikan oleh pemerintah pusat, namun

  • 3 minggu lalu

    Kebun Bunga Satgas Yonif 411 Kostrad Jadi Alternatif Wisata Warga Merauke

    Beritasumut.com-Untuk menikmati suasana hamparan tanaman bunga, warga yang berwisata ke Titik Nol KM Merauke dapat menjadikan kebun bunga Satgas Yo

  • 3 minggu lalu

    Pesona Kawah Barelang Aek Horsik di Tapanuli Selatan

    Beritasumut.com-Siapa sangka kalau di Kabupaten Tapanuli Selatan terdapat pemandangan yang sangat eksotis berupa Kawah Belerang. Kawah Belerang ini

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.