Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Sabtu, 22 November 2014
Find us: 
  • BAYARLAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ANDA TEPAT WAKTU. (PESAN INI DISAMPAIKAN PEMKO MEDAN BEKERJASAMA DENGAN BERITASUMUT.COM) ***
  • beritasumut.com 2012-2014. Powered By:ariewebnet

    Walikota Damprat Camat Medan Labuhan
    Senin, 25 Februari 2013 | 22:38:18
    Medan, (beritasumut.com) – Camat Medan Labuhan Zain Noval hanya bisa tertunduk ketika kena damprat Walikota Medan Rahudman Harahap. Yang memicu kemarahan orang nomor satu di Pemko Medan ini lantaran Noval dinilai  tidak tanggap dalam mengawasi wilayah kerjanya.  Ketidaktanggapan itu menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir di kawasan Simpang Kantor.

    Kemarahan Walikota berawal saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Belawan, Jumat (22/02/2013). Saat melintasi kawasan Simpang Kantor, iring-iringan kenderaan yang membawa Walikota beserta sejumlah Pimpinan SKPD sempat tertahan akibat adanya genangan air yang cukup luas. Melihat itu Rahudman  langsung turun dari mobil dinas.

    Kemudian dia mengecek untuk mengetahui apa yang menjadi pemicu terjadinya genanagan air. Saat berada di depan apotek yang tengah direnovasi menjadi klinik, Rahudman melihat pekerja Dinas Bina Marga sedang melakukan pengorekan parit yang tersumbat.

    Dari pengorekan yang dilakukan, bukan lumpur yang diperoleh melainkan pasir. Ternyata pasir dalam parit berasal dari tumpukan pasir milik apotek yang dibiarkan teronggok di atas trotoar. Ketika hujan turun, air hujan menyeret pasir masuk parit yang akhirnya menyebabkan terjadinya penyumbatan. Kondisi itu menyebabkan parit tidak mampu menampung debit air hujan sehingga akhirnya meluap dan menggenangi jalan.

    Mengetahui hal itu Walikota pun langsung emosi. Salah seorang pekerja bangunan langsung dipanggilnya. Dengan nada tinggi, dia menyuruh pekerja itu untuk memindahkan seluruh tumpukan pasir dari atas trotoar. “Kau pindahkan sekarang ini cepat, taruh di tempatmu. Trotoar ini bukan tempat penumpukan pasir,” tegasnya.

    Sadar akan kesalahan yang telah dilakukan, pekerja itu langsung masuk ke adalam apotik untuk mengambil peralatan guna memindahkan tumpukan pasir tersebut. Selanjutnya, Rahudman minta pekerja Dinas Bina Marga untuk mengangkat seluruh pasir dari dalam parit agar air parit mengalir . Dengan demikian air yang menggenangi jalan bisa mengalir dalam parit. “Saya minta air yang menggenangi jalan hari ini harus kering,” perintahnya.
    Ketika Rahudman hendak meninggalkan lokasi, Camat Medan Labuhan Zain Noval hadir. Melihat kehadirannya, Rahudmanpun tak dapat menutupi kemarahannya. “Mengapa kau biarkan pasir diletakkan di atas trotoar. Itu yang menyebabkan terjadinya genangan air, sebab air parit tersumbat akibat pasir masuk dalam parit. Berarti kau tidak melakukan pengawasan,” semprot Rahudman.

    Camat Medan Labuhan hanya bisa tertunduk. Kemudian Walikota memerintahkan Camat untuk menyuruh pemilik apotek segera memindahkan tumpukan pasir dari atas trotoar. Setelah itu dengan menyisakan rona wajah yang masih tegang, Rahudman pun meninggalkan lokasi. (BS-024)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.beritasumut.com

    Berikan Komentar

    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    beritasumut.com © 2009 - 2014. Design by. ariewebnet