Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Rabu, 20 Agustus 2014
Find us: 
BAYARLAH PAJAK ANDA SEBELUM JATUH TEMPO DEMI KELANGSUNGAN PEMBANGUNAN BANGSA. ORANG BIJAK, TAAT PAJAK. (PESAN INI DISAMPAIKAN PEMKO MEDAN)

beritasumut.com 2012. Powered By:ariewebnet

SPBU di Madina Layani Pembelian BBM Pakai Jerigen
Minggu, 12 Januari 2014 | 18:41:33
Panyabungan, (beritasumut.com) – Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat kecewa terhadap pengelola SPBU di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penyebabnya pekerja SPBU sering melayani pembelian BBM dengan menggunakan jerigen.

Seperti yang dialami Yusren warga Panyabungan yang antre membeli BBM di salah satu SPBU di Madina, Ahad (12/1/2014). Yusren mengaku kecewa karena pekerja SPBU sering kali meladeni pembelian BBM dengan menggunakan jerigen padahal antrean pengendara yang hendak membeli BBM cukup panjang.

“Padahal setahu saya, SPBU tidak boleh melayani pembelian BBM dengan menggunakan jerigen yang biasanya dilakukan penjual BBM eceran. Namun pihak SPBU tidak mengindahkan larangan itu walaupun antrean pengendara yang hendak membeli BBM cuku panjang,” jelasnya.

Mulusnya praktik pembelian BBM dengan jerigen diduga karena adanya kerjasama pembeli dengan petugas SPBU. Informasi yang beredar, pekerja SPBU mendapatkan uang isi Rp5.000 per jerigen. Alhasil penjual bensin eceran di pinggir jalan cukup menjamur dan harganya cukup tinggi.

Selain itu, ada salah pula satu SPBU yang membuat aturan menjatah kendaraan yang mau mengisi BBM. “Itu juga sangat mengherankan. Dari mana pula aturan main jatah-jatah,” katanya.

Kemudian kekecewaan konsumen terkadang semakin berlipat-lipat. Pasalnya, konsumen sudah capek-capek antre sampai 1 jam, namun petugas SPBU lebih mementingkan melayani pembelian BBM dengan menggunakan jerigen. “Tiba giliran kita, minyak bensin habis,” sungut Yusren.

Kekecewaan serupa disampaikan sopir angkot yang enggan menyampaikan namanya. Tingkah para pegawai SPBU dinilai sudah kelewatan. Petugas SPBU lebih memintangkan mengisi jerigen daripada kendaraan.

“Pegawai SPBU lebih mementingkan mengisi jerigen karena mereka mendapat Rp5.000 per jerigen. Itulah sebagi uang masuk mereka sehingga mereka melanggar peraturan,” terangnya.

Akibat ulah petugas SPBU, pengendara terkadang terpaksa membeli bensin eceran yang harganya selangit. “Kalau kita antre, bisa-bisa kita kehilangan penumpang,” jelasnya.

Terkait permasalahan ini, Pertamina diharapkan memberikan sanksi tegas kepada SPBU di Madina yang melayani pembelian BBM dengan menggunakan jerigen. “Kalau bisa Pertamina turun langsung untuk mengecek ulah para pegawai SPBU ini,” tandasnya. (BS-026)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.beritasumut.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
beritasumut.com © 2009 - 2014. Design by. ariewebnet