PPTSB
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kamis, 23 Oktober 2014
Find us: 
  • BAYARLAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ANDA TEPAT WAKTU. (PESAN INI DISAMPAIKAN PEMKO MEDAN BEKERJASAMA DENGAN BERITASUMUT.COM)
  • beritasumut.com 2012-2014. Powered By:ariewebnet

    Pondok Madu
    Karman Lubis Tewas Diterkam Harimau di Madina
    Selasa, 12 Maret 2013 | 19:18:20
    Panyabungan, (beritasumut.com) – Seorang petani karet warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Mara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Karman Lubis (32), ditemukan tewas dengan tubuh sudah terpotong. Kepalanya terpisah dari badan. Korban tewas diduga akibat diterkam harimau saat menderes di Aek Ngali pada hari Senin (11/03/2013) kemarin.

    Informasi yang diperoleh dari keluarga korban, H Amiruddin Nasution, Selasa (12/03/2013), suami Nina Armina Pulungan (30) itu awalnya berangkat ke kebun untuk menderes pada Senin pagi seperti yang dia lakukan setiap hari. Karman berangkat sendiri ke kebun. Setelah ditunggu hingga sore, ayah empat anak itu belum juga pulang. Kekhawatiran muncul, lalu Nina menceritakan kepada tetangga dan keluarganya di desa. Mendengar penuturan Nina warga beramai-ramai mencari Karman di tempat dia menderes sekitar 3,5 kilometer dari Desa Ranto Panjang. Sejak sore hingga malam warga terus mencari korban.

    “Lalu sektar pukul 03.00 WIB dini hari, warga menemukan potongan tubuh korban di hutan sekitar 1 kilometer dari tempat dia menderes. Yang ditemukan adalah badannya dan kakinya, sementara kepalanya dan tangan sebelah kanan malam itu tidak ditemukan,” ungkap Amir yang juga salah seorang Anggota DPRD Madina dari Desa Ranto Panjang.

    Pencarian terus dilakukan pada Selasa pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, warga kembali menemukan sisa tubuhnya yaitu kepala dan ditemukan di semak-semak, sementara tangan sebelah kanan sampai saat ini belum juga ditemukan.

    “Sampai saat ini, warga belum menemukan satu potongan tubuh yaitu tangan sebelah kanan, dan koban sudah dimakamkan tadi sekitar pukul 12.00 WIB, tubuh korban berupa perut sudah tidak ada isinya lagi, dan sekujur badannya terlihat bekas cakaran begitu juga di kepalanya,” ujar Tokoh Masyarakat Muara Batang Gadis itu.

    H Amir bersama warga setempat berharap kepada pemerintah, TNBG dan Polres Madina agar melakukan tindakan dan menangkap binatang buas yang telah banyak memakan korban. Sebab selama delapan tahun terakhir sudah ada tujuh warga yang diterkam harimau ada yang meninggal dan ada yang cacat.

    “Kejadian ini sudah ada sejak delapan tahun terakhir, dan saat ini warga tidak lagi berani berusaha di kebun masing-masing, sebab diperkirakan binatang itu masih berada di sekitar perkebunan warga,” tambahnya.

    Hal serupa disampaikan Ketua Pantai Barat Mandailing Foundation Kobol Nasution SPdI. Kobol mendesak pemerintah dan TNBG menangkap binatang buas yang telah banyak memakan korban dan meresahkan warga setempat.

    “Saat ini, warga tidak berani berusaha lagi karena takut, menurut warga binatang itu masih bebas berkeliaran di kebun warga,” ucapnya. (BS-026)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.beritasumut.com

    Berikan Komentar

    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    beritasumut.com © 2009 - 2014. Design by. ariewebnet