Ahad, 23 Juni 2013 | 13:33:25

Dugaan Korupsi Gatot Dilapor ke KPK

Ist
Ketua LSM Getar Arief Tampubolon
Medan, (beritasumut.com) Meski tidak bersentuhan langsung dengan penggunaan anggaran, tetapi Gatot Pujo Nugroho sebagai Gubernur Sumatera Utara dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kebocoran APBD sejak Tahun 2011.

Kebocoran tersebut diketahui meliputi sejumlah alokasi anggaran yang sebenarnya memiliki nilai strategis dan ekonomis terhadap kemajuan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah di tingkat kabupaten/kota.

Bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan Gatot tersebut dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, dan Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara.

"Jadi, kebocoran APBD Provinsi Sumatera Utara sejak Tahun 2011, yang terindikasi korupsi adalah menjadi tanggung jawab penuh Gatot selaku Gubernur Sumatera Utara," ujar Ketua LSM Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat Arief Tampubolon melalui surat elektronik, Ahad (23/6/2013).

Kata Arief, sejumlah anggaran yang terindikasi dikorupsi sejak 2011, diantaranya adalah penyertaan modal pada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bantuan Daerah Bawahan (BDB) ke kabupaten/kota, Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Tindak pidana korupsi yang terjadi dan dilakukan Gatot pada sejumlah alokasi anggaran diduga digunakannya untuk kepentingan pribadinya memenangkan pemilihan kepala daerah, dan kepentingan kelompoknya. Dan ini sudah kita laporakan ke KPK dengan Nomor Agenda: 2013-04-000302 dan Nomor Informasi: 60019," tegas Arief Tampubolon.

Salah satu contoh dugaan korupsi Gatot Pujo adalah penyertaan modal ke PT Bank Sumut Tahun 2011 senilai Rp81.192.368.779. "Pada penyertaan modal Tahun 2011, Pemprov Sumut memberikan anggaran Rp537.740.888.779 kepada PT Bank Sumut, namun faktanya PT Bank Sumut hanya menerima sebesar Rp456.548.520.000. Artinya, ada sekira Rp81.192.368.779 selisih anggaran yang diduga dikorupsi," kata Arief.

Kemudian, dugaan korupsi dana BOS Tahun 2012 sebesar Rp14.921.702.750 yang seharusnya digunakan pada triwulan III dan IV ternyata tidak dicairkan melainkan dana tersebut dialihkan kepada kegiatan lain pada medio Januari 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Biro Keuangan Baharuddin Siagian atas nama Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dengan nomor surat: 906/470/2013 Tanggal 22 Januari 2013.

Anehnya, dugaan korupsi yang dilakukan Gatot terhadap APBD Sumut, sepertinya mendapat dukungan dari Panitia Anggran (Panggar) dan Pimpinan DPRD Sumut serta Tim Anggaran Pemerintahan Daerah (TAPD) Pemprov Sumut yang diketuai Sekretaris Daerah Nurdin Lubis, Wakil Ketua TAPD Riadil Akhir Lubis (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut) dan Sekretaris TAPD Baharuddin Siagian (Kepala Biro Keuangan Propinsi Sumatera Utara). 

Pada APBD Tahun 2012, kegiatan pada alokasi anggaran untuk BDB dan Bansos ternyata oleh TAPD proses penyusunannya tidak sesuai dengan ketentuan dan telah melanggar peraturan. "Terbukti dengan notis KPK, kegiatan pengadaan alat kesehatan pada Dinas Kesehatan Sumut Rp83.842.900.000 dan delapan poin kegiatan di Dinas Perikanan Kelautan Sumut senilai Rp10.004.852.000 tidak melalui KUA dan PPAS dengan total keduanya Rp93.847.752.000. Artinya kegiatan ini di APBD 2012 adalah penumpang gelap," sebut Arief.

Tidak itu saja, penyusunan anggaran belanja hibah dan bansos Tahun 2012 sebesar Rp2.172.530.902.000 telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 tahun 2011, tentang pemberian hibah dan bantuan sosial. Dengan klasifikasi yaitu belanja hibah total sebesar Rp2.058.111.202.000 dan bansos sebesar Rp87.419.700.000.

"Dengan adanya Permendagri No 32 Yahun 2012, Gatot juga mengeluarkan Pergub No 76 Tahun 2012 tentang belanja hibah dan bansos untuk diserahkan kepada penerimaanya melalui masing-masing SKPD, dan dievaluasi sebelum dicairkan. Namun faktanya, pencairan belanja hibah dan bansos tidak melalui proses evaluasi SKPD," terang Arief.

Sementara untuk alokasi BDB kepada 33 kabupaten/kota yang terindikasi dikorupsi dan kepentingan Gatot untuk memenangkan Pilkada Sumut 7 Maret 2013 lalu, sangat signifikan perolehannya, antara 2012-2013 BDB pada sejumlah kabupaten/kota. Dan ini sudah menjadi rahasia umum bagi Pemprov Sumut dan DPRD Sumut, serta pengusulan BDB dari kabupaten/kota ternyata harus mengeluarkan fee hingga 7 sampai 8 persen kepada pihak Pemprov Sumut.

Berikut ini daftar BDB Tahun 2012-2013: Medan 2012-2013 Rp34.665.100.000 - Rp10.728.800.000, Binjai 2012-2013 Rp88.318.035.661 - Rp92.929.440.000, Tebingtinggi 2012-2013 Rp37.148.438.000 - Rp90.734.044.000, Pematangsiantar 2012-2013 Rp55.268.780.000 - Rp36.420.440.000,  Sibolga 2012-2013 Rp28.037.460.000 - Rp50.781.230.000,  Tanjungbalai 2012-2013 Rp74.921.588.000 - Rp85.534.909.625, Padangsidimpuan 2012-2013 Rp39.047.816.000 - Rp58.204.048.000.

Deliserdang 2012-2013 Rp61.720.725.000 - Rp14.427.836.000, Langkat 2012-2013 Rp49.178.924.000 - Rp100.689.462.000, Sergai 2012-2013 Rp76.270.709.000 - Rp101.343.604.000, Labuhanbatu 2012-2013 Rp37.470.782.800 - Rp91.523.560.000, Dairi 2012-2013 Rp 12.894.188.000 - Rp 21.068.344.000, Asahan 2012-2013 Rp143.842.940.000 - Rp425.662.350.000.

Pakpak Bharat 2012-2013 Rp10.075.440.000 - Rp19.867.720.000, Simalungun 2012-2013 Rp169.589.928.000 - Rp70.493.714.000, Taput 2012-2013 Rp425.416.488.000 - Rp 78.252.244.000, Tapteng 2012-2013 Rp109.334.145.000 - Rp197.339.350.000, Tapsel 2012-2013 Rp65.776.476.000 - Rp89.291.238.000, Madina 2012-2013 Rp54.974.152.000 - Rp79.975.772.609, Nisel 2012-2013 Rp31.164.308.000 - Rp52.120.904.000, Karo 2012-2013 Rp20.015.336.000 - Rp76.374.868.000.

Nias 2012-2013 Rp20.122.796.000- Rp2.986.398.000, Tobasa 2012-2013 Rp109.470.922.000 - Rp167.846.586.000, Samosir 2012-2013 Rp14.312.620.000 - Rp 3.673.810.000, Humbanghasudutan 2012-2013 Rp41.080.328.000 - Rp45.328.664.000, Batubara 2012-2013 Rp55.713.236.000 - Rp151.851.502.000, Palas 2012-2013 Rp36.807.264.000 - Rp55.811.132.000.

Paluta 2012-2013 Rp121.536.412.000 - Rp169.888.206.000, Labura 2012-2013 Rp124.926.140.000 - Rp211.838.370.000, Labusel 2012-2013 Rp40.768.480.000 - Rp61.284.240.000, Nias Utara 2012-2013 Rp3.557.916.000-Rp25.716.458.000, Nias Barat 2012-2013 Rp2.093.788.000 - Rp1.321.894.000, Gunungsitoli 2012-2013 Rp14.287.423.000 - Rp11.693.716.000.

Selanjutnya, yang ikut juga dilaporkan ke KPK yaitu APBD tahun 2012 Rumah Sakit Haji Medan sebesar Rp4.000.000.000 dengan kegiatan pengadaan obat paten senilai Rp1.700.000.000, fiktif dilaksanakan dengan modus bayar utang pihak ke tiga, meminjam perusahaan PT Basnita.

"Semuanya sudah kita laporkan ke KPK, termasuk daftar BDB 2012-2013 ke 33 kabupaten/kota," beber Arief.

Dari keseluruhan dugaan korupsi yang melibatkan Gatot, dilakukannya dengan menggunakan tangan-tangan orang kepercayaannya. Artinya Gatot tidak bersentuhan langsung dengan tindak pidana korupsi baik itu dari APBD maupun dari jual beli jabatan. Diantara orang-orang yang menjadi perpanjangan tangan Gatot untuk mendapatkan uang korupsi adalah Fajar Arifianto.

Pola kerja Fajar Arifianto tidak jauh beda dengan Ahmad Fathanah yang menjadi orang kepercayaan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

"Semua aliran dana yang didapat Gatot mengalir melalui Fajar Arifianto, baik itu fee proyek dari SKPD maupun dari fee BDB yang disalurkan ke 33 kabupaten/kota. Begitu juga dengan jual beli jabatan, Fajar Arifianto memiliki andil besar menentukan oknum yang ditunjuk untuk menduduki jabatan eselon II dan eselon III. Artinya fungsi baperjakat Pemprov Sumut dikendalikan Gatot melalui Fajar Arifianto dan Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis," tandas Arief. (BS-001)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 4 Juli 2015 | 21:13:25

194 Pendaftar Lulus Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK

Beritasumut.com - Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengumumkan nama-nama pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pimpinan KPK Periode 2015-2019 di A
Rabu, 1 Juli 2015 | 22:15:56

Revisi UU KPK Harus Dilakukan Terbatas

Beritasumut.com - Mencermati pelemahan dan perlawanan yang dilakukan oknum atau kelompok masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sesungguhnya tidak ada hal yang berhubungan dengan tugas dan kewena
Selasa, 30 Juni 2015 | 15:15:12

Kasus Dugaan Korupsi Alkes Pirngadi Segera Disidangkan

Beritasumut.com - Setelah beberapa kali dikembalikan ke Polresta Medan, akhirnya Kejari Medan menyatakan berkas dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Pirngadi dinyatakan lengkap (P-21). K
Minggu, 28 Juni 2015 | 19:06:19

Menkumham dan Gubernur Sumut Buka Puasa di Lapas

Beritasumut.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly berharap kerja sama Polda, Pangdam, Bank Indonesia (BI), dan seluruh kepala daerah, dan seluruh jajaran pemerintah di S
 
Berita Lainnya
Rabu, 27 Mei 2015 | 21:23:18

SD Negeri Jalan Pendidikan Medan Dibobol Maling

Beritasumut.com - Sekolah Dasar Negeri 060868 di Jalan Krakatau/Jalan Pendidikan, Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) disatroni maling, Rabu (27/5/2015).Akibatnya, sound system, seperangkat komputer
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 21:18:04

Nyabu Dalam Mobil, Oknum Dokter Ditangkap

Beritasumut.com - Seorang dokter berinisial F dibekuk Satresnarkoba Polresta Medan saat memakai sabu di dalam mobil di Jalan Sei Serayu, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (26/5/2015) malam.Informasi dihimpu
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 21:08:14

Maling Helm Babak Belur Dihajar

Beritasumut.com - MS (34) warga Jalan Timur Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), babak belur dan nyaris tewas dibakar mahasiswa Univeritas HKBP Nommen
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 20:27:28

Polresta Medan Bongkar Kasus Ijazah Palsu

Beritasumut.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Medan membongkar kasus penjualan ijazah palsu dengan mengamankan seorang pelaku.Pelaku adalah MY (63) warga Jalan Mesjid Taufik, Kelurahan Tegal R
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 19:53:46

3 Kurir 25 Kg Sabu & 30.000 Ekstasi Dituntut Mati

Beritasumut.com - Tiga kurir 25 kg sabu dan 30.000 butir pil ekstasi dituntut dengan hukuman maksimal dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (27/5/2015). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ketiganya
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 18:32:31

Kadis Kesehatan Madina Dituntut 6 Bulan Penjara

Beritasumut.com - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ismail Lubis, terdakwa kasus penghinaan wartawan, dituntut 6 bulan penjara oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam persidangan di
 
Rabu, 27 Mei 2015 | 17:28:20

PN Stabat Vonis Mati Pembawa 2,8 Kg Sabu

Beritasumut.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Stabat menjatuhkan hukuman mati terhadap Furqon Yanuar (22) warga Desa Pinyo Makmur, Muara Baru, Aceh Utara karena terbukti bersalah membawa 2,8 kg sabu.In
 
Selasa, 26 Mei 2015 | 22:26:30

Polisi Gerebek Pabrik Sabu di Sunggal

Beritasumut.com - Satuan Reserse Narkoba  Polresta Medan menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik sabu di Jalan Binjai Km 16,6, Desa Sei Semayang, Gang Masjid, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdan
 
Selasa, 26 Mei 2015 | 19:50:11

Butuh Duit Buat Beli Susu Anak, Tukang Parkir Curi Barang Majikan

Beritasumut.com - Lantaran tak punya uang untuk membeli susu anaknya, SAP (25) warga Jalan Karya Gang Masjid, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), bertindak nekat.Tukan
 
Selasa, 26 Mei 2015 | 15:39:46

Dosen Kritis Dibegal, Ibunya Meninggal

Beritasumut.com - Estu Boru Sagala (27) kritis dan terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Mutiara, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (25/5/2015) kemarin. Pasalnya, dosen salah satu universitas di M
 
Senin, 25 Mei 2015 | 22:54:33

Sumut Bebas Beras Sintetis

Beritasumut.com - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo menegaskan Sumut khususnya Kota Medan masih aman dari peredaran beras sintetis."Saya menegaskan Kota Medan masih bebas dari beras sint
 
Senin, 25 Mei 2015 | 21:35:33

BNN Sumut Tangkap 8 Oknum Polisi Konsumsi Narkoba

Beritasumut.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengamankan delapan oknum Polres Deliserdang. Kedelapan oknum itu diamankan di Karaoke Station, Jalan Wajir, Medan, beberapa wakt
 
Senin, 25 Mei 2015 | 21:15:41

Pegawai Penjara Terlibat Narkoba Akan Dihukum Mati

Beritasumut.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly akan memecat pegawai Lapas dan Rutan yang terlibat kasus narkoba."Baru-baru ini ada pegawai rutan di Medan diamankan karena terlibat kasus narkob
 
Senin, 25 Mei 2015 | 21:05:47

Penanganan Kasus Penganiayaan Wartawan Dipertanyakan

Beritasumut.com - Satu bulan sudah kasus dugaan penganiayaan yang dialami wartawan Harian Andalas, Thamrin Samosir, dilaporkan ke Polresta Medan, dengan nomor LP: STTLP/807/K/III/2015/SPKT Resta Medan Tanggal 5
 
Senin, 25 Mei 2015 | 18:28:00

BNN Gagalkan Pengiriman Sabu Dalam Kotak Bika Ambon

Beritasumut.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan BNN Kabupaten Deliserdang menggagalkan pengiriman narkoba 32 ribu pil ektasi dan 750 gram sabu ke Palembang.
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
Top