Pemko Binjai
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 18 April 2014
Find us: 

beritasumut.com 2012. Powered By:ariewebnet

Tiga Mantan Pejabat PTPN II Diperiksa Polisi
Senin, 18 Maret 2013 | 23:47:19
Tanjung Morawa, (beritasumut.com) – Tiga orang mantan pejabat PTPN II diperiksa petugas Polres Langkat, Senin (18/03/2013). Pemeriksaan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi di Kebun Kwala Sawit PTPN II.

Pemeriksaan terhadap ketiga mantan pejabat PTPN II itu dilakukan Tim Penyidik Polres Langkat di salah satu ruangan Kantor Direksi PTPN II, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Akibat pemeriksaan yang berlangsung selama delapan jam tersebut seluruh karyawan meninggalkan kantor, papar sumber.

Ketiga mantan pejabat yang diperiksa tersebut yakni Ir Johanes Sijabat, Ir TM Silalahi mantan Kabag Tanaman PTPN II dan Ir Nurahman mantan Kabag SPI PTPN II yang kini duduk sebagai Direksi di PT LNK. Sedangkan Ir Muhammad Saleh Petrus Manik selaku mantan Manajer Kebun Kwala Sawit PTPN II telah dijebloskan ke dalam sel beberapa bulan lalu.

Dugaan korupsi di PTPN II Kebun Kwala Sawit semula diduga hanya sebagai kasus penggelapan. Terjadi mulai awal Juli 2010 hingga 30 April 2011. Namun setelah diproses, BPKP menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp2.057.742.610. 

Kasus ini bermula ketika oknum Manajer Kebun Kwala Sawit memanggil dan memerintahkan pengurus Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) dan pengurus Serikat Pekerja Merdeka (SPM) setempat yakni KS, AG, AB, SB, AI dan SG untuk mengalihkan hasil produksi berondolan (buah sawit) milik PTPN2 kepada pihak ketiga yakni CC, JAB, CV ADJ dan CV ST. Untuk mulusnya permainan tersebut, SH dan NR selaku kerani timbang ikut dilibatkan.

SH dan NR selaku kerani timbang juga ditugasi menukar surat pengantar barang (PB-25) milik PTPN II menjadi surat pengantar (SP) milik pihak ketiga. Dengan cara itu, membuat PTPN II wajib membayar kepada pihak ketiga melalui rekening bank. Setelah dana dicairkan maka pihak ketiga menyerahkan uang hasil pengalihan kepada pengurus SPBun dan SPM. Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada yang oknum yang persekongkol.

Untuk mengusut kasus korupsi yang semula diduga hanya merupakan kasus penggelepan itu, petugas Polres Langkat telah memintai keterangan terhadap sedikitnya 50 orang saksi, beber sumber.

Menyikapi pemeriksaan terhadap ketiga pejabat itu, Humas PTPN II Ramuddin ketika dikonfirmasi malah mengaku tidak mengetahui adanya pemeriksaan. “Masalah pemeriksaan itu saya belum dengar,” kata Ramuddin. (BS-028)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.beritasumut.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
beritasumut.com © 2009 - 2013. Design by. ariewebnet