Rabu, 13 November 2019
  • Home
  • Tekno
  • Menyulap Limbah Sawit Menjadi Bahan Bakar dengan Material Lempung

Menyulap Limbah Sawit Menjadi Bahan Bakar dengan Material Lempung

Minggu, 18 Agustus 2019 11:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Indonesia saat ini sedang mengalami defisit energi karena sumber energi semakin menipis, sementara kebutuhan energi listrik makin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pembangunan.Pemerintah Indonesia menargetkan program pencampuran bahan bakar nabati ke dalam bahan bakar minyak melalui biodiesel 20% (B20) yang akan ditingkatkan bertahap ke arah B100.
 
Indonesia memiliki potensi energi biomassa yang besar dari kelapa sawit. Pemanfaatan sawit  saat ini sebagian besar  masih didominasi industri pangan dan kosmetik  sementara limbahnya sejauh ini baru dimanfaatkan sebagai kompos atau dibakar begitu saja. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan riset tandan kosong kelapa sawit untuk mendapatkan biofuel di atas 60 persen sebagai bahan bakar kimia cair. Pemrosesannya menggunakan mekanisme termal katalitik .
 
“Proses katalis yang kami kembangkan menggunakan properti unik neutron untuk meningkatkan proses konversi dari limbah biomassa kelapa sawit menjadi biofuel yang bernilai tinggi,” ujar Indri Badria Adilina, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI dilansir dari laman ristekdikti, Minggu (18/08/2019).
 
Indri mengungkapkan, neutron membantunya memahami reaksi kimia secara lebih dalam.Katalis yang dikembangkan peneliti yang meraih gelar doktor dari Chiba University, Jepang ini berbasis material terbarukan dan ketersediaannya berlimpah di alam yakni lempung. “Kami telah mematenkan penggunaan lempung dalam pengolahan biofuel. Terdapat berbagai jenis lempung di Indonesia dan  yang kami gunakan adalah bentonit,” ujar Indri yang pernah meraih Fellowship LOreal–UNESCO for Women In Science pada tahun 2013 lalu.
 
Dirinya menjelaskan, bentonit selama ini digunakan sebagai absorban dalam proses penjernihan minyak goreng. “Belum ada yang memanfaatkannya sebagai katalis. Padahal bentonit berperan penting dalam reaksi kimia untuk mengubah molekul-molekul berat pada minyak sawit menjadi molekul ringan hidrokarbon yang menyusun komponen pembuatan bahan bakar seperti bensin dan solar,” ujar Indri. Penggunaan lempung untuk pengolahan biofuel ini telah dipatenkan oleh Indri.
 
Dalam proses risetnya, Indri mendapatkan akses untuk melakukan penelitian di fasilitas milik ISIS Neutron and Muon Source, Science and Technology Facilities Council, di Didcot, Oxfordshire, Inggris melalui skema Newton Fund. “Mayoritas sumber neutron ini ada di Eropa, di Asia belum tersedia. BATAN sebetulnya memiliki fasilitas ini namun energinya kecil sehingga tidak bisa digunakan dalam penelitian ini,” ujar Indri.
 
Penelitian Indri ini juga merupakan peningkatan dari proses penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia. “Biomassa memiliki kandungan oksigen tinggi yang tidak bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar. Kadar oksigen tinggi tersebut kami turunkan dengan katalis dari bentonit sehingga dihasilkan biofuel berkadar oksigen rendah yang dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti bensin dan solar,” terang Indri.
 
Bersama peneliti dari Universitas Indonesia, penelitian Indri ini menjadi pionir di Indonesia bahkan regional Asia Tenggara yang kemudian diganjar dengan penghargaan ISIS Impact Award for 2019 in the Economic Category dari Science and Technology Facilities Council, United Kingdom Research and Innovation. “Penghargaan ini adalah upaya meningkatkan kemampuan peneliti Indonesia tentang penggunaan neutron,” ujar Indri.
 
Peneliti yang bergabung di LIPI sejak tahun 2005 ini berharap agar penelitiannya tidak sekadar berada di laboratorium. “Saya berharap ada uji coba skala besar untuk mencapai zero waste limbah kelapa sawit serta keberlanjutan yang nyata di masyarakat,” tutup Indri.(BS09) 
T#g:Bahan Bakarlimbahsawit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Setuju Soal Sawit, India Minta Indonesia Beli Beras dan Gula Produknya

    Beritasumut.com-Pemerintah India menyetujui persyaratan yang diminta Indonesia terkait ekspor kepala sawit agar tidak ada perbedaan dengan Malaysia

  • 2 bulan lalu

    Dosen Unimed Latih Petani Aek Sipitudai Sianjurmulamula Olah Limbah jadi Pupuk

    Beritasumut.com-Tim dosen Unimed yang terdiri dari Dr Ir Nurfajriani MSi, Dr Nurdin Bukit MSi dan Drs Lazuardi MSi, melalui kegiatan PKM melaksanak

  • 2 bulan lalu

    Dinas Pertanian Kabupaten Tapteng Gelar Evaluasi Pembinaan Penilaian Usaha Perkebunan Kelapa Sawit

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) melalui Dinas Pertanian menggelar Evaluasi Pembinaan Penilaian Usaha Perkebun

  • 3 bulan lalu

    Empat Prioritas Kegiatan Disepakati di Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Provinsi Sumut

    Beritasumut.com–Sebanyak 35 orang yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara, sektor swasta dan lembaga non-

  • 3 bulan lalu

    Kemenperin Buat Alat Pantau Kualitas Udara dan Pengolah Air Limbah Industri

    Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) yang aplikatif untuk mendukung pen

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.