Jumat, 06 Desember 2019
  • Home
  • Tekno
  • Kembangkan Toxo Kit, Peneliti UNAIR Dapatkan Generasi Baru Uji Toksoplasma

Kembangkan Toxo Kit, Peneliti UNAIR Dapatkan Generasi Baru Uji Toksoplasma

Minggu, 15 Januari 2017 09:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Toxo Kit, Generasi Baru Uji Toksoplasma
Beritasumut.com–Tim Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuat sebuah inovasi. Kali ini, Tim yang terdiri dari Prof Dr Lucia Tri Suwanti, Dr Mufasirin, Prof Dr Suwarno, Prof Meles, dan Dr Hani Plumerastuti serta rekan asal Mataram Drs Zainul, membuat dan mengembangkan sebuah produk alat diagnosa toksoplosma.
 
Alat yang diberi nama “Toxo Kit” tersebut merupakan pertama kali dibuat dan diteliti pada tahun 2014. Namun hingga saat ini alat tersebut masih dalam proses pengembangan.
 
“Pembuatan alat ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kebutuhan alat diagnosa, salah satunya toksoplasma. Semua biaya dan dana penelitian Toxo Kit dibiayai oleh Kemenristek Dikti,” ujar salah seorang Tim Peneliti, Dr Mufasirin, dilansir dari ristekdikti.go.id, Sabtu (14/01/2016).
 
Selama ini, pengujian adanya toksoplasma lebih sering menggunakan alat diagnosa bernama “ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)”. Namun, untuk mengetahui hasil uji, ELISA dianggap memakan waktu yang lama yaitu dua hari. Sedangkan, hasil dari uji penggunaan Toxo Kit hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit.
 
Cara kerja alat Toxo Kit ini hampir sama dengan alat penguji kehamilan (test pack). Pertama, darah pasien diambil, kemudian diendapkan, dan diteteskan ke dalam alat Toxo Kit. Setelah beberapa saat akan diketahui hasil. Jika hasil cenderung positif, maka garis yang keluar adalah dua garis. Sementara jika cenderung negatif, maka hanya ada satu garis yang akan keluar pada alat tersebut.
 
Toxo Kit mengandung antigen yang bekerja menangkap material yang ada di sampel atau antibodi. Kemudian dilengkapi dengan kandungan sinyal reaksi, yakni suatu materi yang akan bereaksi. Jika hasil sampel menunjukkan nilai positif, sinyal reaksi akan berubah warna. Toxo Kit memiliki sensitivitas atau keakuratan sebanyak 73.5% dan spesifitas 66,7%.
 
“Alat ini belum bisa dikomparasikan dengan uji toksoplasma yang konvensional, memang standarnya menggunakan uji ELISA, namun Toxo Kit ini hadir digunakan sebagai alternatif awal sebagai diagnosa adanya toksoplasma,” tandas Mufasirin.
 
Dengan adanya Toxo Kit ini, Mufasirin dan tim berharap, kit tersebut dapat membantu masyarakat dalam diagnosa toksoplasma yang dianggap mahal dan memakan waktu lama. Ke depan, Mufasirin dan tim juga berusaha mengoptimalisasikan alat tersebut dengan meningkatkan keakuratan dan spesifitas.
 
“Kita juga sudah berkomunikasi dengan salah satu produsen kimia untuk produksi alat ini. Mereka memiliki standar tersendiri untuk sebuah alat yang akan di produksi. Maka dari itu kita akan memperbaiki kualitas agar tidak banyak berubah ketika diproduksi massal,” terang Wakil Dekan II FKH UNAIR tersebut.
 
Selain itu, Mufasirin dan tim berencana untuk mengembangkan kit ini menjadi alat yang multiguna. Tidak hanya bisa mendeteksi Immuniglobulin G, tapi juga Immunoglobulin M. Sehingga mampu mendeteksi lebih dari satu macam penyakit. (BS02)
T#g:InovasiJawa TimurMenristek DiktiPenelitiToksoplasmaToxo KitUNAIRUniversitas Airlangga
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Bertemu Peneliti Muda di Korsel, Presiden Jokowi: Jika Digabungkan Anggaran Riset Kita Capai Rp26 Triliun

    Beritasumut.com-Mengawali agenda hari ketiga di Busan, Korea Selatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan 22 ilmuwan peneliti Indonesia ya

  • 2 minggu lalu

    Sebanyak 7.000 Guru Madrasah Ikuti Uji Pengetahuan PPG dalam Jabatan

    Beritasumut.com-Pelaksanaan sertifikasi guru melalui pola Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan bagi Guru Madrasah memasuki tahap akhir, yait

  • 2 minggu lalu

    Kodam V/Brawijaya Gelar Lomba Berburu Babi di 5 Hutan Konservasi Jawa Timur

    Beritasumut.com-Lima hutan konservasi yang berada di lima daerah di Jawa Timur, dijadikan lokasi pelaksanaan lomba berburu Babi hutan. Perlombaan i

  • 4 minggu lalu

    Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur Nikahkan 283 Pasang Pengantin di Malang

    Beritasumut.com-Sebanyak 283 pasang pengantin di Kabupaten Malang, Jawa Timur saat ini mengikuti berlangsungnya proses nikah massal yang sengaja di

  • 2 bulan lalu

    Seminar Hasil Akhir Penelitian Heritage di Medan Diseminarkan oleh Wali Kota Medan

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH, diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemko Medan, Drs Farid

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.