Sumut Memilih

Edy Rahmayadi Mengaku Kawal Proses Seleksi Anak dari Etnis Tionghoa yang Ingin Masuk Akmil

Edy Rahmayadi Mengaku Kawal Proses Seleksi Anak dari Etnis Tionghoa yang Ingin Masuk Akmil
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Relawan Hati Emas yang diketuai Goh Kiat Tie mengajak masyarakat Sumut yang berasal dari etnis Tionghoa tidak ragu memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayad-Musa Rajekshah (Eramas) sebagai pemimpin Sumut periode 2018-2023. 
 
Beberapa alasan kenapa masyarakat memilih Eramas karena lebel putra daerah yang melekat di diri keduanya. Menurut Goh Kiat Tie akan sulit memperbaiki Sumut ini jika tidak dilakukan oleh putra daerah sendiri. "Pak Edy jelas tegas, berani dan bermartabat. Masak orang lain yang kita percayakan memperbaiki persoalan  di dalam rumah kita," ujarnya saat memberi sambutan Lomba Karaoke Piala Emas di Hee Lai Ton Restoran, Jalan Gandhi Medan, Minggu (06/05/2018) malam kemarin.
 
Bahkan pengurus Hati Emas lainnya, Sukiwi Tjong mengatakan bahwa nasionalisme sosok Edy Rahmayadi tidak perlu diragukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Bahkan secara tegas Sukiwi Tjong mengatakan kalau masyarakat Etnis Thionghoa terkhusus dirinya punya hutang budi kepada Edy Rahmayadi. 
 
"Saat ini ada anak dari etnis Tionghoa yang sudah sekolah di Akademi Militer (Akmil). Ini adalah sejarah dan merupakan kebanggaan tidak hanya bagi orangtuanya tapi kita etnis Tionghoa. Ini berkat ketegasan Pak Edy saat menjabat Pangdam I BB. Beliau tegas, kalau memang anak dari etnis Tionghoa punya kemampuan untuk masuk Akmil jangan dihambat hanya karena alasan berasal dari etnis Tionghoa," ujar Sukiwi. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Sukiwi Tjong pun mempersilahkan orangtua pelajar Akmil tersebut naik kepentas. Turut hadir dalam kesempatan tersebut pengurus Relawan Hati Emas di antaranya Sartjipto King, Henky Chandra, Rudi Arif dan Ayin. 
 
Alasan lainnya, kenapa masyarakat Tionghoa tidak ragu memilih Edy Rahmayadi karena sebagai masyarakat yang sebahagian besar bermata pencarian wiraswasta. Oleh karenanya, hal yang paling utama adalan persoalan jaminan kenyamanan dan keamanan dalam berusaha. Pengalaman sebagai prajurit sebagai Pangdam I BB hingga meraih pangkat Letnan Jenderal sebagai Pangkostrad menurut Sukiwi Tjong merupakan pembuktian kalau Edy Rahmayadi cukup teruji menjaga keutuhan NKRI. 
 
"Pak Edy sudah jelas Merah Putih. Kita sangat yakin masyarakat akan aman dan nyaman berusaha.Untuk itu mari kita sampaikan kepada keluarga kita, saudara kita, tetanga kita untuk ke TPS coblos satu aja. Jangan dua karena coblos dua batal," katanya sambil tersenyum.
 
Menyahuti komentar Sukiwi Tjong, terkait adanya putra dari etnis Thionghoa yang saat ini belajar di Akmil Edy membenarkannya. Dalam kesempatan tersebut Edy mengakui bahwa dirinya secara serius mengawal proses seleksi hingga akhirnya Wiliam tercatat sebagai peserta didik di Akmil. 
 
"Saya memang kawal itu proses seleksinya. Ya kalau dia mampu kenapa harus dihalang-halangi. Saya bilang kalau ada yang coba menghambatnya akan berhadapan dengan saya. Wiliam itu anak Indonesia yang kebetulan dari etnis Tionghoa. Makanya saya ingatkan sekali lagi cintailah Sumut dan Indonesia ini. Karena ini tanah air kita," pungkasnya. (BS03)