Sosok

Sanaam Mayta Situmorang, Si Penulis Muda Inspiratif


Sanaam Mayta Situmorang, Si Penulis Muda Inspiratif
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menulis merupakan hal yang menarik dan menyenangkan jika kita menekuni dan mencintai setiap detail proses di dalamnya. Salah satu penulis muda berbakat tersebut adalah seorang mahasiswi berprestasi di Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara (USU). 
 
Sanaam Mayta Situmorang atau Sam, begitulah ia akrab disapa. Mahasiswi berusia 20 tahun ini dikenal dengan nama pena Dreamr. Sam telah banyak menjuarai berbagai kompetisi menulis cerpen, puisi, dan essay. Selain itu, ia juga pernah menjadi pembicara di seminar tentang menulis. Keterampilannya ini telah mengantarkannya menjadi delegasi Indonesia di di International Human Rights University Forum Re-Implementation 2017 di Riau bersama delegasi lainnya dari delapan negara. 
 
Di tahun 2006, mahasiswi semester empat ini juga terlibat sebagai delegasi Indonesia pada acara yang diselenggarakan oleh International Future Youth tersebut.Ia sudah menciptakan tiga buah novel, dua sudah diterbitkan, dan satunya masih dalam proses percetakan. Novel karya Sam yang pertama berjudul Criminal Love dengan genre Romantic Thriller. Novel yang kedua berjudul I Found Me, dengan genre yang sama. 
 
Sam memang tertarik dengan genre tersebut karena ia sangat terinspirasi dengan para wanita yang kuat dan tidak mudah ditaklukkan di zaman sekarang ini. Sam berpikir bahwa beberapa wanita mudah saja menerima lelaki yang selalu mengandalkan uang. Melalui novel yang ia tulis, ia ingin menyampaikan bahwa menjadi wanita yang berpendirian teguh dan penuh perjuangan merupakan sosok yang harus dimiliki oleh setiap wanita, tanpa terkecuali.
 
Di tengah segala kesibukannya sebagai mahasiswi yang aktif dalam berbagai organisasi, Sam selalu menulis dan menciptakan sebuah 
karya. "Menulis adalah hobi, dan sesibuk apapun, menulis merupakan sebuah kegiatan wajib di setiap waktu. Menulis bukanlah merupakan hal yang ia lakukan ketika sempat saja, namun menulis adalah sebuah rutinitas yang ia sukai dan ia tunggu-tunggu di setiap waktunya," ujar Sam.
 
Sebagai seorang manusia yang beranjak dewasa, sudah selayaknya bahwa selalu ada pertanyaan-pertanyaan keraguan di dalam benaknya. Terkadang kita tidak dapat memahami diri kita sendiri, namun kita selalu ingin tampak hebat, tampak menang. Di sisi lain, apa keinginan mendasar kita juga tidak bisa kita temukan, dan kita terus mencari. Sam juga merasakan hal ini, maka dari itu, dengan menulislah ia merasakan segala keraguan dan pertanyaan yang tumbuh di benaknya dapat tersalurkan.
 
Kepribadian Sam yang selalu ingin menjadi individu yang unggul membuatnya dapat bertahan di tengah berbagai rintangan yang ia temui hingga detik ini. Namun, Sam ingin selalu menjadi berbeda, ia tidak akan pernah membiarkan dirinya menyerah. Jika terbersit saja sedikit keinginan untuk menyerah, ia segera bangkit dari keterpurukannya itu sendiri. "Semua itu berasal dari mimpi. Dan semua mimpi tersebut tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya perjuangan," terangnya.
 
Mengenai inspirasi, Sam sedikit terinspirasi dari film Mary Kom versi India dan penulis idolanya, yaitu Suzanne Brockmann. Tidak dapat dipungkiri bahwa kisah nyata yang ia adapat menjadi sebuah inspirasi cerita dalam karya yang ia tulis.(Rel) 
 

Tag:Fisipol USUMenulisPenulisSanaam MaytaUSU